PLN dan Pemkot Subulussalam Perkuat Sinergi Percepat Pembangunan PLTA Kumbih 3PLN dan Pemkot Subulussalam Perkuat Sinergi Percepat Pembangunan PLTA Kumbih 3

SUBULUSSALAM (Waspada.id): PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui silaturahmi dan koordinasi antara PLN Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 (UPP SBU 4) bersama Pemerintah Kota Subulussalam terkait percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kumbih 3 dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tapak Tuan–Subulussalam di Kantor Wali Kota Subulussalam, Selasa 28 Juli 2026.
Pertemuan yang dihadiri Manager PLN UPP SBU 4, Parlindungan beserta jajaran dan Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bantjin tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Melalui sinergi yang erat, PLN dan Pemerintah Kota Subulussalam berkomitmen memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai target dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan lingkungan.
Pembangunan PLTA Kumbih 3 beserta jaringan transmisi 150 kV Tapak Tuan–Subulussalam merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat sistem kelistrikan Sumatera melalui pemanfaatan energi bersih.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik, memperkuat interkoneksi sistem Sumatera Utara–Aceh, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah Aceh.
Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bantjin, menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi faktor penting dalam memastikan proyek strategis nasional dapat terlaksana secara optimal.
"Pemerintah Kota Subulussalam mendukung penuh pembangunan PLTA Kumbih 3 beserta jaringan transmisinya karena akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kami siap memperkuat koordinasi serta memberikan dukungan sesuai kewenangan agar proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan," ujar Haji Rasyid Bantjin.
General Manager PLN UIP SBU, Rizky Aftarianto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan fondasi utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya proyek-proyek yang mendukung transisi energi nasional.
"Keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Pemerintah Kota Subulussalam menjadi modal penting bagi PLN untuk mempercepat pembangunan PLTA Kumbih 3 dan jaringan transmisinya sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan Sumatera berbasis Energi Baru Terbarukan. Melalui kolaborasi yang solid, kami optimis proyek ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung target transisi energi nasional," tutur Rizky.
Rizky menambahkan, PLN berkomitmen menjalankan setiap tahapan pembangunan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), mengedepankan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan lingkungan guna memastikan proyek dapat diselesaikan secara tepat mutu, tepat waktu dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, Manager PLN UPP SBU 4, Parlindungan, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan jaringan transmisi telah memasuki tahap pra konstruksi, termasuk proses pembebasan lahan untuk tapak tower.
"Saat ini PLN UPP SBU 4 tengah melaksanakan tahapan pra konstruksi, salah satunya proses pembebasan lahan untuk pembangunan 437 tapak tower SUTT 150 kV Tapak Tuan–Subulussalam yang melintasi Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Subulussalam, mencakup 12 kecamatan dan 60 desa. Infrastruktur ini akan memperkuat interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera, khususnya jalur Sumatera Utara–Aceh, sehingga mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut. Kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap tahapan pembangunan berjalan lancar, sehingga proyek dapat beroperasi sesuai target pada tahun 2028," jelas Parlindungan. (Rel)























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda