Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

PLN Perkuat Komitmen Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui FGD Animal Encounter Protocol PLTA Kumbih-3

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 2.59 PM WIB
PLN Perkuat Komitmen Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui FGD Animal Encounter Protocol PLTA Kumbih-3
Focus Group Discussion (FGD) Animal Encounter Protocol (AEP) atau Protokol Penanganan Perjumpaan dengan Satwa Liar pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kumbih-3
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Animal Encounter Protocol (AEP) atau Protokol Penanganan Perjumpaan dengan Satwa Liar pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kumbih-3 berkapasitas 45 megawatt (MW), di Kantor PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU), Medan, Kamis (5/11).

Kegiatan ini melibatkan BKSDA Provinsi Sumatera Utara, BKSDA Provinsi Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Subulussalam, perwakilan Divisi Aneka Energi Baru Terbarukan (DIV MEB) dan Divisi Transisi Energi dan Keberlanjutan (DIV TEK) PLN Kantor Pusat, jajaran manajemen PLN UIP SBU dan UPP Sumbagut 4, PLN Enjiniring, serta konsultan ELC Electroconsult.

FGD ini menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati dan mengantisipasi potensi interaksi antara aktivitas pembangunan proyek dengan keberadaan satwa liar di sekitar PLTA Kumbih-3 yang berada di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, dan Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Perlindungan BBKSDA Provinsi Sumatera Utara, Edina Ginting, mengapresiasi langkah PLN dalam melibatkan instansi konservasi pada pengembangan proyek PLTA Kumbih-3. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan selaras dengan perlindungan keanekaragaman hayati.

“Penyusunan Animal Encounter Protocol merupakan langkah positif dalam mengantisipasi potensi interaksi antara aktivitas pembangunan dan keberadaan satwa liar. Kami berharap melalui kolaborasi ini, seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem,” ujar Edina.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Aceh yang diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Aceh, Darwin, S.Hut., M.P., menekankan pentingnya kesiapan personel proyek dalam memahami prosedur penanganan satwa liar, termasuk mekanisme pelaporan dan koordinasi dengan petugas konservasi.

“Keselamatan manusia dan perlindungan satwa harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pembangunan. Seluruh personel perlu memahami prosedur penanganan dan tidak melakukan tindakan secara mandiri tanpa koordinasi dengan petugas berwenang. Kami berharap protokol ini dapat diterapkan secara konsisten melalui sosialisasi dan koordinasi berkelanjutan antara PLN dan instansi konservasi,” jelas Darwin.

Sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan, PLN bersama konsultan telah melaksanakan sejumlah kajian keanekaragaman hayati, meliputi Critical Habitat Assessment (CHA), Biodiversity Action Plan (BAP), dan Camera Trap Study. Hasil kajian tersebut menjadi landasan penyusunan AEP sebagai pedoman operasional dalam pencegahan, penanganan, pemantauan, pelaporan dan koordinasi apabila terjadi perjumpaan dengan satwa liar.

Melalui FGD ini, PLN bersama para pemangku kepentingan membahas penyempurnaan prosedur penanganan satwa liar, mekanisme koordinasi antarinstansi, pembagian tanggung jawab, serta implementasi protokol di lapangan. Protokol tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi seluruh personel dan kontraktor dalam meminimalkan risiko terhadap satwa liar selama pelaksanaan pembangunan.

Senior Manager Bidang Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP SBU, Reza Pane, yang mewakili General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

“Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan pelestarian lingkungan merupakan dua tanggung jawab yang harus berjalan beriringan. Kami berkomitmen memastikan PLTA Kumbih-3 tidak hanya memberikan manfaat melalui penyediaan energi bersih, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati. Melalui sinergi dengan instansi konservasi dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap Animal Encounter Protocol dapat diterapkan secara efektif sebagai bagian dari pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkas Reza.

Pengembangan PLTA Kumbih-3 berkapasitas 45 MW merupakan bagian dari upaya PLN mendukung transisi energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan penguatan keandalan sistem ketenagalistrikan.

Melalui kolaborasi dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, PLN optimistis pembangunan PLTA Kumbih-3 dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah sekitarnya.

Bagi PLN, menghadirkan energi bersih bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kelestarian alam demi generasi mendatang. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement