Breaking News
Memuat breaking news...

PLN Siap Dukung PLTS 100 GWp Menuju Swasembada Energi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 - 7.35 AM WIB
PLN Siap Dukung PLTS 100 GWp Menuju Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN, Darmawan Prasodjo saat mendengarkan pemaparan walking gallery oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BALI (Waspada.id): Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah besar mempercepat swasembada energi dan memperkuat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Program tersebut diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sekaligus ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Pada tahap awal, pemerintah menjalankan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu proyek tersebut adalah PLTS Gilimanuk yang menjadi lokasi peluncuran program nasional.

Presiden Prabowo menegaskan, pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemandirian dan swasembada energi. Potensi energi terbarukan di Indonesia, menurutnya, harus dimanfaatkan secara masif agar kebutuhan energi nasional semakin bertumpu pada sumber daya domestik.

"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.

Selain PLTS Gilimanuk, proyek PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung juga telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, Program PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.

Pengembangan energi surya akan dilakukan dengan berbagai skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

"Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama. Pertama, eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp. Kedua, pembangunan PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp.

Selanjutnya, PLTS terapung sebesar 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, PLTS 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

"Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah," ucap Bahlil.

Tak hanya berdampak pada sektor energi dan lingkungan, program tersebut juga diproyeksikan memberikan efek besar terhadap perekonomian. Bahlil memperkirakan Program PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, terdiri atas sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Dari sisi investasi, pengembangan PLTS 100 GWp diperkirakan membutuhkan dana sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun.

"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71.3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah," jelas Bahlil.

Pada tahap awal, proyek-proyek tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Aktivitas pembangunan PLTS diproyeksikan menjadi katalisator ekonomi daerah melalui peningkatan kegiatan konstruksi, manufaktur dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar proyek.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN mendukung penuh visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan hilirisasi nasional.

PLN akan mempercepat Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung agar pengembangan energi surya dapat berjalan optimal.

"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Darmawan juga mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri hingga masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Darmawan.

Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp.

Pengembangan tersebut akan didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh. Program ini diharapkan menjadi fondasi ekosistem energi bersih di Bali yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia.

"Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk," ujar Darmawan.

Darmawan menilai pengembangan PLTS 100 GWp bukan sekadar upaya meningkatkan kapasitas energi terbarukan. Program tersebut juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi," pungkas Darmawan. (Rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement