PLN UIP SBU Gelar Pelatihan Desa Siaga Bencana di Karo

* Bekali Warga Pelatihan Tanggap Darurat dan Evakuasi Diri saat Bencana
KARO (Waspada.id): PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kontribusi dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Desa Siaga Bencana PLN Tahun 2026 yang digelar di Aula Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini diikuti masyarakat Desa Kuta Gugung dengan menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo sebagai instruktur dan narasumber. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas dasar masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, memberikan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta memahami teknik evakuasi saat menghadapi kondisi darurat.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Desa Kuta Gugung, Terkelin Sembiring, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karo, Junaidi Pranata Sembiring, SSTP., S.Sos. Dari PLN UIP SBU, kegiatan dihadiri oleh Assistant Manager Komunikasi dan TJSL Khairul Zaman Nasution, Senior Officer Perizinan dan Komunikasi Aditya Gustamediano, serta Officer Komunikasi dan TJSL, Divo Michael Hutabarat, Norma Yunita dan Riani Masnapita Sihombing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, dilanjutkan dengan pembuatan peta risiko bencana untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi darurat. Peserta kemudian mendapatkan materi mitigasi bencana, dilanjutkan dengan pelatihan PPGD serta praktik teknik evakuasi. Kegiatan ditutup dengan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.
Kepala Desa Kuta Gugung, Terkelin Sembiring, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Desa Siaga Bencana di wilayahnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memilih Desa Kuta Gugung sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memilih Desa Kuta Gugung sebagai lokasi pelaksanaan Desa Siaga Bencana. Kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan mengingat wilayah kami berada dekat dengan kawasan rawan erupsi Gunung Sibayak. Pelatihan ini menambah pengetahuan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat datang tanpa mengenal waktu,” ujar Terkelin.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat memiliki kesiapan dalam melakukan mitigasi, memberikan pertolongan pertama, maupun melakukan evakuasi ketika terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karo, Junaidi Pranata Sembiring, SSTP., S.Sos., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk mengenali risiko, melakukan mitigasi, memberikan pertolongan awal, hingga memahami prosedur evakuasi yang aman. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat lainnya,” kata Junaidi.
Penguatan materi juga diberikan oleh Armen Putra, M.I.Kom., selaku Kepala Pemantau Pos Gunung Sinabung sekaligus staf Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Ia memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali karakteristik potensi bahaya di kawasan gunung api serta memperhatikan informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.
“Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana perlu memiliki pemahaman terhadap kondisi lingkungan dan potensi bahaya di sekitarnya. Informasi mengenai aktivitas gunung api, jalur evakuasi, serta arahan dari pihak berwenang harus menjadi dasar dalam mengambil tindakan ketika terjadi peningkatan aktivitas atau kondisi darurat,” ungkap Armen.
General Manager PLN UIP SBU Rizki Aftarianto mengatakan, Program Desa Siaga Bencana merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.
“Melalui Program TJSL, PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Pelatihan Desa Siaga Bencana menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi PLN dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko bencana,” tutur Rizki.
Menurutnya, keberhasilan membangun desa yang tangguh membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, lembaga kebencanaan dan dunia usaha.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal bagi masyarakat untuk merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan aman,” pungkas Rizki. (id09)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda