Breaking News
Memuat breaking news...

Polbangtan Kementan Dorong Pengembangan Kopi Arabika di Taput, 40 Ribu Bibit Ditanam Perdana

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 9.41 AM WIB
Polbangtan Kementan Dorong Pengembangan Kopi Arabika di Taput, 40 Ribu Bibit Ditanam Perdana
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPANULI UTARA (Waspada.id): Pengembangan komoditas kopi terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman perdana 40.000 bibit kopi Arabika di lahan Kelompok Tani Pandumean Tani Maju, Desa Rahut Bosi Onan, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (28/9/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan komoditas kopi Arabika di Tapanuli Utara sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi vokasi pertanian, dunia usaha, kelompok tani, dan lembaga pendidikan dalam mendorong pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kelompok Tani Pandumean Tani Maju, perwakilan Pondok Pesantren Darul Mursyid (PDM), serta konsultan kopi, Obama. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan komoditas pertanian harus diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

“Kita ingin komoditas unggulan daerah seperti kopi dikembangkan secara serius dari hulu hingga hilir. Petani harus mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui peningkatan produktivitas, kualitas, penguatan kelembagaan, dan pengembangan hilirisasi,” ujar Menteri Pertanian.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, petani, dan berbagai mitra menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan pertanian berbasis potensi wilayah.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengembangan komoditas kopi perlu diikuti dengan penguatan sumber daya manusia pertanian.

“Pengembangan komoditas unggulan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas petani dan generasi muda pertanian. Perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis untuk menghadirkan inovasi, teknologi, pendampingan, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerahnya. Dukungan dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat pengembangan kopi sekaligus memberikan dampak.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, menyampaikan bahwa Polbangtan Medan memiliki komitmen untuk turut mengambil bagian dalam pengembangan komoditas kopi di Sumatera Utara, termasuk melalui pendampingan dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi pertanian.

“Polbangtan Medan tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan pertanian. Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sehingga kami siap mendukung melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen, mulai dari aspek budidaya, teknologi, hingga penguatan kapasitas petani,” jelas Nurliana.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Polbangtan Medan juga memperkenalkan peran dan kontribusi Polbangtan Medan dalam pengembangan komoditas kopi. Menurutnya, pengembangan kopi harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak agar memberikan dampak nyata bagi petani dan masyarakat.

Selain kelompok tani, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas peran lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dalam pengembangan sektor pertanian. Polbangtan Medan mendorong Pondok Pesantren Darul Mursyid untuk tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mengembangkan jiwa sosiopreneur melalui kegiatan pertanian yang produktif dan bernilai ekonomi.

PDM sebelumnya telah menerima bantuan benih padi gogo. Ke depan, Polbangtan Medan akan menghadirkan mahasiswa dan dosen untuk mendukung pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan pesantren.

“Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang melibatkan banyak pihak. Pesantren dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pertanian sekaligus tempat tumbuhnya generasi muda yang memiliki jiwa sosiopreneur, sehingga pertanian tidak hanya menjadi kegiatan produksi, tetapi juga menjadi ruang untuk menciptakan nilai ekonomi dan manfaat sosial,” tambah Nurliana.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Utara menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerahnya. Dukungan dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat pengembangan kopi sekaligus memberikan dampak. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement