Breaking News
Memuat breaking news...

Polisi dan PGN: Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Diduga Akibat Kebocoran Gas

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 11.33 PM WIB
Polisi dan PGN: Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Diduga Akibat Kebocoran Gas
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak didampingi GM Regional I PGN Andi Sangga saat memberikan pernyataannya terkait hasil olah TKP kedua di lokasi ledakan dahsyat Perumahan Grand Polonia, Rabu (22/7).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pascaevakuasi 6 korban ledakan dahsyat di perumahan elite Grand Polonia Medan, tim gabungan Bid Labfor Poldasu, Perusahaan Gas Negaran (PGN), Brimob dan Polrestabes Medan menggelar olah tempat kejadian perkara tahap kedua yakni untuk mengetahui penyebab ledakan yang terjadi. Dari investigasi awal yang dilakukan tim disimpulkan bahwa ledakan terjadi akibat detonasi gas metan.

"Tahap pertama kita sudah melakukan evakuasi, masuk tahap kedua olah TKP. Hasil olah TKP awal adanya kebocoran gas. Olah TKP dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB dilakukan secara bertahap, mulai dari sisi luar bangunan, masuk ke lantai 1 lalu ke lantai 2, 3 sampai rooftop, dari hasil investigasi awal, ada beberapa temuan yang sudah dikumpulkan. Ada beberapa barang yg diamankan,"ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH didampingi Kabid Labfor Poldasu, Kombes Pol Rio R Nababan, Kasubbid Fiskom Bid Labfor Poldasu, AKBP Roy Tenno Siburian dan perwakilan Perusahaan Gas Negara (PGN), Rabu (22/7/2026).

Kabid Labfor Poldasu, Kombes Pol Rio R Nababan melalui Kasubbid Fiskom Bid Labfor Poldasu, AKBP Roy Tenno Siburian dalam keterangannya menyampaikan, hasil sementara dilihat pintu depan dan dinding roboh ke bagian luar, ini menunjukkan tekanan berada di dalam rumah. Lalu di ruang lantai 1 dan lantai 2 ada rongga kosong (void). Jadi, kalau ada udara dilantai 1 dan 2 akan menjadi satu kesatuan, begitu juga kalau ada gas di lantai 2 akan menjadi satu kesatuan dengan yanh di lantai 1.

"Kerusakan ini menunjukkan di lantai 2 paling parah. Kasus seperti ini menunjukkan gas metan yang bisa terdetonasi, karena metan lebih ringan daripada udara, maka bagian paling atas yang lebih parah kerusakannya. Gas digunakan di 3 terminal, ada 2 kompor di lantai 1 dan dilantai 4. Gas juga digunakan untuk genset,"jelas AKBP Roy.

Hasil pengamatan on the spot yang dilakukan bersama dengan pihak PGN, sambung AKBP Roy, menemukan metan. Konfirmasi dari sampel udara yang diambil di lokasi, memang di sana ditemukan metan.

Dari hasil-hasil ini menunjukkan bahwa di lokasi ada kebocoran gas dan kemudian akibat kebocoran ini, gas memenuhi ruangan lalu terdetonasi. Penyebab terdetonasi banyak kemungkinan, pertama di lokasi ada kita temukan dupa, lalu ada kegiatan yang bisa memicu , jadi cukup banyak kemungkinan yang bisa memicu tapi yang paling penting disana, ada gas yang terkonsentrasi sehingga terpicu dan menyebabkan ledakan. "Jadi sampai sejauh ini kita sudah final penyebab ledakan yang terjadi karena detonasi gas metan," tukasnya.

Sebelumnya, diberitakan, ledakan hebat terjadi di salah satu rumah mewah di Komplek Grand Polonia no 3B Medan, Jalan Perhubungan, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Dari hasil investigasi awal adanya kebocoran pipa gas bawah tanah (tanam).

"Tadi kami sudah masuk ke lokasi dengan menggunakan alat pendeteksi gas memang ada terdeteksi di situ (lokasi). Tapi ini dugaan investigasi awal. Dan akibat ledakan itu, di perkirakan ada 6 orang korban,"ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol, Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, Senin (20/7) di lokasi kejadian kala itu.

Enam korban terdiri dari, seorang bapak yang berhasil di evakuasi, seorang Balita dan empat korban lainnya sudah berhasil dievakuasi. Dari 6 korban, 3 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Diduga Kuat Dipicu Gas Metan

Sementara itu, PGN melalui GM Regional 1, Andi Sangga mengakui jika ledakan di Komplek Grand Polonia diduga kuat akibat ledakan gas.

"Seperti yang telah disampaikan, memang tim kami juga berada di lapangan dan menemukan tadinya ada kandungan gas metan di beberapa lokasi di dalam rumah," sebut Andi Sangga di lokasi kejadian.(id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement