Breaking News
Memuat breaking news...

Poliven dan BPDP Teken Kerja Sama Beasiswa SDM Sawit 2026, Dapat Kuota 90 Mahasiswa

Redaksi
Redaksi
Rabu, 2 September 2026 - 7.22 PM WIB
Poliven dan BPDP Teken Kerja Sama Beasiswa SDM Sawit 2026, Dapat Kuota 90 Mahasiswa
Direktur Poliven, Dr. Reza Salima, S.P., M.P menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPDP dalam penyelenggaraan Program Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026, di Jakarta, Selasa (1/9/2026).(Waspada/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BANDA ACEH (Waspada.id): Politeknik Indonesia Venezuela (Poliveb) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam penyelenggaraan Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Jakarta, Selasa (1/9/2026. Melalui program tersebut, Poliven mendapat kepercayaan untuk mendidik 90 mahasiswa penerima beasiswa SDM Sawit 2026.

Penandatanganan dilakukan bersama Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, dan dihadiri Direktur Poliven Dr. Reza Salima, S.P., M.P., Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma BPDP Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah, serta Ketua Komite Pengembangan SDM Perkebunan Darmansyah Basyaruddin.

Adapun 90 mahasiswa yang menjadi bagian dari program tersebut terdiri atas 60 mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perkebunan dan 30 mahasiswa Program Studi Agroindustri.

Ketua Komite Pengembangan SDM Perkebunan, Darmansyah Basyaruddin, mengatakan penyelenggaraan program beasiswa tersebut tidak sekadar berorientasi pada proses pendidikan, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri kelapa sawit.

Menurutnya, kurikulum pendidikan harus berbasis Outcome Based Education (OBE), sehingga capaian pembelajaran dapat diukur berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.

“Pembelajaran juga diarahkan pada project based learning dan case based learning dengan melibatkan industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman menghadapi persoalan nyata di lapangan,” ujar Darmansyah.

Sementara itu, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan keberhasilan Program SDM Sawit tidak cukup hanya dilihat dari jumlah mahasiswa atau lulusan yang dihasilkan.

“Ukuran keberhasilan program bukan hanya berapa banyak yang lulus, tetapi juga bagaimana tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja. Karena itu, perguruan tinggi mitra harus terus memperkuat infrastruktur, meningkatkan kompetensi dosen, serta aktif melakukan penelitian dan pengembangan yang mendukung sektor sawit,” katanya.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya menargetkan kuota Program SDM Sawit mencapai 20.000 mahasiswa.

Ia mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dalam memperkuat industri kelapa sawit nasional, baik pada sektor hulu maupun hilir.

Eddy juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola perkebunan dan sistem traceability dalam menghadapi tuntutan pasar global. Hal tersebut dinilai semakin penting seiring dengan penerapan regulasi internasional, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).

“Yang kita harapkan adalah lulusan yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit dari hulu sampai hilir,” ujar Eddy.

Direktur Poliven, Dr. Reza Salima, S.P., M.P., mengapresiasi kepercayaan BPDP yang kembali memberikan kesempatan kepada Poliven untuk terlibat dalam Program Beasiswa SDM Sawit 2026.

Ia menegaskan, Poliven akan memanfaatkan kepercayaan tersebut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Menurut Reza, kerja sama tersebut juga menjadi momentum bagi Poliven untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kami berkomitmen memberikan pendidikan terbaik untuk mencetak SDM unggul di bidang perkebunan, sehingga lulusan Poliven siap memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam memajukan perkebunan Indonesia,” pungkas Reza.(id66)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement