Poltekes Medan Edukasi Makanan Sehat Cegah Penyakit Degeneratif di Desa Kotasan, GalangPoltekes Medan Edukasi Makanan Sehat Cegah Penyakit Degeneratif di Desa Kotasan, Galang

GALANG (Waspada.id): Dosen Poltekes Kemenkes Medan Jurusan Gizi mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kotasan Kecamatan Galang di Aula Desa Kotasan Kecamatan Galang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang makanan sehat untuk mencegah penyakit degeneratif di Desa Kotasan, Kecamatan Galang. Adapun kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini adalah penyuluhan makanan sehat untuk mencegah penyakit degeneratif, pemeriksaan kadar gula darah, pengukuran tekanan darah, dan pengukuran berat badan dan tinggi badan atau status gizi.
Program ini dipimpin oleh Urbanus Sihotang, SKM, M.Kes, bersama Novriani Tarigan, DCN, M.Kes, serta mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan.
Urbanus Sihotang saat ditemui,nRabu(19/8/26) mengatakan, Penyakit Tidak Menular (PTM) atau degeneratif merupakan permasalahan kesehatan terutama pada lanjut usia (lansia).
Di Indonesia, kejadian degeneratif semakin meningkat setiap tahun yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas semakin tinggi meliputi penyakit hipertensi, diabetes melitus, kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke), kanker, penyakit pernapasan kronis (penyakit paru obstruktif kronik, asma dan lain-lain.

Kematian akibat PTM seperti kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes, diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, di mana peningkatan terbesar (80%) . Pada tahun 2030, diprediksi akan ada 52 juta jiwa meninggal per tahun karena PTM. Demikian juga di Indonesia, kejadian penyakit degeratif Indonesia mengalami peningkatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi PTM mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Prevalensi kanker naik dari 1,4% (Riskesdas 2013) menjadi 1,8%; prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%; dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%.
Pengetahuan gizi merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya penyakit degeneratif. Pengetahuan yang baik akan memengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Peningkatan pengetahuan melalui pendidikan gizi dapat mencegah kekurangan gizi serta memperbaiki perilaku seseorang untuk mengonsumsi pangan sesuai dengan kebutuhan gizinya.
Kegiatan promosi kesehatan dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan dan akhirnya dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan. Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya masalah penyakit degeneratif pada lansia adalah dengan pemberian edukasi tentang gizi seimbang yang terdiri dari 4 prinsip, yaitu keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan secara teratur. Keanekaragaman pangan saat setiap makan divisualisasikan dengan Isi Piringku yang terdiri dari 1/3 piring makanan pokok, 1/3 piring sayur, 1/3 piring lauk-pauk dan buah.

Hasil yang diperoleh usia peserta sebagian besar diatas 50 tahun, pengukuran tekanan darah 39,5% termasuk tinggi (hipertensi), status gizi 19,7% termasuk overweight dan 35,5% termasuk obesitas, kadar gula darah hanya 18,4% melebihi kadar normal, yaitu > 200 mg/dL dan pengetahuan meningkat sesudah penyuluhan.
Kegiatan melibatkan kader posyandu dan masyarakat, terutama yang termasuk lansia, dan dibuka oleh kepala desa. Pada akhir kegiatan diserahkan investasi ke mitra berupa timbangan digital 1 buah, microtoice 1 buah, alat pengukur tensi meter digital 1 buah dan alar pengukur kadar gula darah 1 buah. (id.28/Idris Lubis)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda