Breaking News
Memuat breaking news...

Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Foot Self-Care Dengan Teknik Effleurage

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 9.04 AM WIB
Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Foot Self-Care Dengan Teknik Effleurage
Tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan melaksanakan program PkM di Klinik Pratama Tiara Medistra Tembung Jalan pendidikan No.95 Tembung, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

* Langkah Sederhana Mencegah Luka Kaki pada Penderita Diabetes

MEDAN (Waspada.id): Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita Diabetes Melitus (DM) dalam mencegah komplikasi luka kaki diabetik terus diperkuat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Tim dosen Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Medan melaksanakan program PkM di Klinik Pratama Tiara Medistra Tembung Jalan pendidikan No.95 Tembung, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, pada 19 Juli 2026 dengan fokus meningkatkan kemampuan penderita Diabetes Melitus dalam melakukan Foot Self-Care menggunakan teknik Effleurage sebagai upaya pencegahan ulkus kaki diabetik.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Risma Dumiri Manurung, S.Kep., Ns., M.Biomed, bersama Sulastri GP Tambunan, S.Kep., Ns., M.Kep, Suriani Br. Ginting, S.Kep., Ns., M.Kep, serta melibatkan mahasiswa jurusan keperawatan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian.

Dengan tema “Edukasi Foot Self-Care dengan Teknik Effleurage: Langkah Sederhana Mencegah Luka Kaki pada Penderita Diabetes Mellitus”, program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar mampu melakukan perawatan kaki secara mandiri sebagai langkah preventif dalam mencegah komplikasi Diabetes Melitus.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Bapak Halil, S.E selaku pemilik Klinik Tiara Medistra Tembung dan tenaga kesehatan lainnya.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perawatan kaki pada penderita Diabetes Melitus, demonstrasi teknik Foot Self-Care dengan teknik Effleurage, pemeriksaan kondisi kaki, pengukuran neuropati perifer menggunakan monofilament 10 gram, pengukuran Ankle Brachial Index (ABI), diskusi interaktif, tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Seluruh peserta juga memperoleh leaflet dan handout sebagai media pembelajaran agar dapat menerapkan perawatan kaki secara mandiri di rumah.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Risma Dumiri Manurung, S.Kep., Ns., M.Biomed, menyampaikan bahwa penderita Diabetes Melitus perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan serta perawatan kaki secara rutin karena komplikasi kaki diabetik merupakan salah satu penyebab utama terjadinya ulkus hingga amputasi apabila tidak dicegah sejak dini.

"Melalui edukasi yang tepat, diharapkan peserta mampu mengenali tanda-tanda awal kerusakan kulit dan segera melakukan tindakan pencegahan," ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, tim juga mendemonstrasikan teknik Effleurage sebagai terapi komplementer yang dilakukan melalui gerakan mengusap secara perlahan dari bagian distal menuju proksimal. Teknik ini bertujuan membantu memperlancar sirkulasi darah perifer, meningkatkan relaksasi otot, serta memberikan rasa nyaman pada ekstremitas bawah sehingga dapat menjadi pelengkap dalam program perawatan kaki penderita Diabetes Melitus.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Peserta aktif mengikuti demonstrasi, berdiskusi, serta mempraktikkan secara langsung teknik Foot Self-Care sesuai prosedur yang telah diajarkan oleh tim pengabdian. Pendekatan edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami materi sekaligus menguasai keterampilan praktik secara langsung.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, sebagian besar peserta masih memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai perawatan kaki Diabetes Melitus. Selain itu, masih ditemukan peserta dengan neuropati perifer serta kondisi kaki berupa kapalan dan kulit kering. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkesinambungan agar penderita mampu melakukan perawatan kaki secara mandiri dan konsisten.

Melalui program pengabdian ini, Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Medan berharap penderita Diabetes Melitus semakin mandiri dalam melakukan Foot Self-Care sebagai bagian dari pengelolaan penyakit sehari-hari. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku hidup sehat sehingga risiko terjadinya ulkus kaki diabetik dapat ditekan.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pasien, keluarga, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencegahan komplikasi Diabetes Melitus. Dengan edukasi yang berkelanjutan serta penerapan Foot Self-Care menggunakan teknik Effleurage secara rutin, diharapkan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus semakin meningkat dan angka komplikasi luka kaki diabetik dapat terus ditekan. (Rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement