Porprovsu 2026 Diundur ke Desember, 30 Cabang Olahraga Tetap Dipertandingkan


DELISERDANG (Waspada.id) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara memastikan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 tetap mempertandingkan 30 cabang olahraga meski jadwal pelaksanaannya bergeser ke 1–9 Desember 2026.
Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar menyampaikan perubahan jadwal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut, Jalan Pancing, Deliserdang, Senin (26/10/2026).
Semula, Porprovsu dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November 2026. Penyesuaian dilakukan setelah koordinasi dengan KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi cabang olahraga.
Hatunggal mengatakan persiapan teknis penyelenggaraan secara umum telah berjalan. Ia memastikan perubahan jadwal tidak mengurangi jumlah cabang maupun nomor pertandingan yang telah direncanakan.
Sebanyak 30 cabang olahraga dari 28 pengurus provinsi cabang olahraga akan dipertandingkan. Cakupannya termasuk sepak bola dan futsal di bawah naungan PSSI, serta voli indoor dan voli pasir.
Pertandingan akan berlangsung di empat daerah, yakni Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kota Binjai, dan Kota Pematangsiantar.
Ia menegaskan, perubahan jadwal tidak memengaruhi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.Porprovsu 2026 tetap menghadirkan 30 cabang olahraga dari 28 pengurus provinsi cabang olahraga.
Hatunggal berharap perubahan jadwal tersebut memberi kesempatan bagi panitia untuk memaksimalkan persiapan sehingga Porprovsu 2026 dapat berlangsung tertib dan sukses."Kita harapkan tanggal 1 sampai 9 ini kita bisa melaksanakan dengan maksimal sehingga bisa menjadi catatan bagi kami sendiri, kami berniat nantinya mudah-mudahan bisa terlaksana dengan sukses merupakan pekan olahraga provinsi Sumatera Utara yang mewah, tertiblah, terlaksana dengan baik nanti ada upacara pembukaan," kata Hatunggal.
Porprovsu menjadi salah satu ajang penting bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan dan bersaing dengan atlet dari kabupaten/kota lain di Sumatera Utara.Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi daerah untuk melihat perkembangan pembinaan olahraga yang telah dilakukan.
Mengenai pembiayaan, KONI Sumut menanggung 50 persen biaya atlet, sedangkan 50 persen lainnya menjadi tanggung jawab KONI kabupaten/kota. Biaya tersebut meliputi penginapan, transportasi lokal, dan konsumsi selama pertandingan. Seluruh biaya kepanitiaan ditanggung KONI Sumut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut Mahfullah menegaskan Porprovsu merupakan agenda olahraga yang harus terlaksana pada 2026. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan peralatan pertandingan milik Pemprov Sumut kepada KONI Sumut untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan. (Dinas Kominfo Sumut)
Berita Terkait






































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda