Potensi Produk Lokal Aceh Jaya Didorong Lebih Dikenal Lewat Promosi Digital


ACEH JAYA (Waspada.id): Produk lokal dan potensi wisata di Kabupaten Aceh Jaya dinilai membutuhkan strategi promosi yang lebih kuat agar dikenal masyarakat luas. Tidak cukup hanya menampilkan produk atau keindahan alam, pelaku usaha juga perlu mengangkat cerita dan keunikan yang menjadi pembeda.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan pengembangan promosi kreatif melalui Native Advertising yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif di Aceh Jaya, Rabu (28/10/2026).
Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar, mengatakan cerita di balik sebuah produk dapat menjadi nilai tambah dalam promosi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengenal barang yang ditawarkan, tetapi juga memahami keunikan dan proses pembuatannya.
“Yang diperlukan agar konten promosi menarik dan menjangkau audiens adalah kemampuan peserta menyampaikan storytelling kepada masyarakat luas. Dengan begitu, ada nilai tambah yang bisa ditawarkan, baik dari potensi jasa, produk, maupun wisata di desa,” ujarnya.
Dosen sekaligus praktisi periklanan, Muhammad Ichsan Maulana, mencontohkan produk kopi lokal. Menurutnya, promosi kopi tidak seharusnya hanya berfokus pada rasa, tetapi juga dapat mengangkat proses produksi hingga pengemasan.
“Misalnya kopi, kita bukan cuma menjual kopi lokal, tetapi juga bagaimana storytelling dari kopi tersebut, mulai dari cara produksinya, pengemasan, dan lainnya,” kata Ichsan.
Ia menyebut, masyarakat perlu lebih dahulu mengenali keunggulan produk maupun potensi daerahnya sebelum mengemasnya menjadi konten promosi. Cerita yang autentik dinilai dapat membantu produk lokal membangun kedekatan dengan konsumen.
Potensi serupa juga terlihat pada sektor wisata. Praktisi periklanan sekaligus Ketua Program Studi D-III Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Fakhrurrazi Amir, menyebut Desa Alue Jang memiliki potensi wisata alam, termasuk air terjun, yang dapat diperkenalkan lebih luas.
Menurutnya, promosi perlu menonjolkan karakter khas suatu daerah agar dapat menjangkau calon pengunjung yang tepat. Peningkatan jumlah kunjungan juga dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan promosi wisata.
Salah seorang peserta, Fahrudin, mengaku memperoleh tambahan pengetahuan mengenai strategi pemasaran, segmentasi pasar, pengembangan produk, hingga penggalian ide kreatif. Materi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan usahanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan praktik pembuatan konten promosi melalui media sosial. Hasil praktik akan menjadi bahan penilaian untuk melihat penerapan materi yang telah diberikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif yang diarahkan untuk mengembangkan potensi daerah melalui kreativitas masyarakat.(hd)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda