Breaking News
Memuat breaking news...

Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai Listrik, Investasi IWIP Tembus Rp180 Triliun

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Oktober 2026 - 5.17 PM WIB
Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai Listrik, Investasi IWIP Tembus Rp180 Triliun
Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia kembali memperkuat ambisi menjadi pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari percepatan hilirisasi industri berbasis mineral dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Total nilai investasi dari proyek-proyek yang diluncurkan mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial yakni Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial," kata Prabowo dalam pidatonya.

Peluncuran ditandai dengan penekanan sirine oleh Prabowo. Sejumlah pejabat turut mendampingi, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani serta pimpinan perusahaan.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda juga hadir dalam acara tersebut.

Tujuh Proyek Baru Dibangun

Selain meresmikan proyek yang memasuki tahap komersial, Prabowo juga mencanangkan peletakan batu pertama atau groundbreaking tujuh proyek industri baru di kawasan IWIP.

Ketujuh proyek tersebut yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, empat proyek yang mulai beroperasi secara komersial memiliki nilai investasi US$3,4 miliar atau sekitar Rp60 triliun.

Sementara itu, tujuh proyek yang memasuki tahap pembangunan memiliki nilai investasi US$6,8 miliar atau sekitar Rp121,7 triliun.

Menurut Rosan, proyek-proyek tersebut mencakup material baterai berbasis nikel, separator dan elektrolit baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolitik, truk listrik untuk pertambangan dan industri, hingga kaca fotovoltaik untuk industri energi surya.

Seluruh proyek diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 10 ribu lapangan kerja.

Investasi Hilirisasi Makin Dominan

Rosan juga melaporkan realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Dalam dua tahun terakhir, kontribusi hilirisasi terhadap total investasi meningkat dari 25 persen menjadi 35 persen. Lebih dari 75 persen investasi hilirisasi tersebut terealisasi di luar Pulau Jawa.

Maluku Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat dampak besar dari perkembangan industri pengolahan berbasis mineral. Rosan menyebut industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh produk domestik bruto provinsi tersebut.

Surplus perdagangan Maluku Utara juga mencapai Rp31,1 triliun pada 2025, yang didominasi produk olahan nikel seperti ferronikel, nikel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat dan kobalt.

IWIP Serap Investasi US$20 Miliar

Perkembangan IWIP juga menunjukkan skala industri yang semakin besar. Saat ini terdapat 52 penyewa dari berbagai negara di kawasan tersebut, termasuk Glencore dan Trafigura.

Sejak 2018, IWIP telah menyerap investasi sekitar US$20 miliar. Dengan tambahan investasi sekitar US$7 miliar, total investasi di kawasan tersebut mencapai sekitar US$27 miliar.

Jumlah tenaga kerja yang terserap juga telah mencapai sekitar 117 ribu orang.

Sementara itu, nilai ekspor IWIP mencapai US$11 miliar. Jika digabungkan dengan Kawasan Industri Morowali, total ekspor mencapai US$28 miliar atau sekitar 10 persen dari total ekspor Indonesia.

Dari sisi energi, kapasitas listrik yang telah terpasang dan sedang dibangun di IWIP mencapai lebih dari 7,1 gigawatt (GW). Jika digabungkan dengan Morowali, kapasitasnya mencapai sekitar 15,9 GW.

Angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan konsumsi listrik Singapura yang disebut mencapai 13,1 GW.

Rosan mengatakan pengembangan industri di kawasan tersebut juga mulai merambah energi terbarukan. Tsingshan saat ini telah berkomunikasi dengan Danantara untuk berpartisipasi dalam program pembangunan 100 GW panel surya.

Bidik Rantai Pasok Baterai Global

Pengembangan industri di IWIP tidak hanya berorientasi pada produksi baterai kendaraan listrik. Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem industri dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan bahan baku hingga daur ulang baterai.

Dengan ekosistem yang semakin lengkap, Indonesia diharapkan dapat mengambil posisi yang lebih besar dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.

Di sisi sosial, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di kawasan IWIP telah menjangkau 32 desa yang berada di sekitar kawasan industri dan tambang dengan total dana lebih dari Rp650 miliar.

Pengembangan kawasan industri tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi mulai diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga membangun ekosistem industri baru yang mencakup material baterai, kendaraan listrik, aluminium, energi surya hingga teknologi daur ulang.

Dengan peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan dimulainya tujuh proyek baru, pemerintah berharap IWIP semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri kendaraan listrik dan rantai pasok energi bersih di tingkat global. (Rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement