Breaking News
Memuat breaking news...

Prabowo Panggil Dirut Pertamina, Bahas Efisiensi BUMN

Redaksi
Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 - 10.14 AM WIB
Prabowo Panggil Dirut Pertamina, Bahas Efisiensi BUMN
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas perkembangan program energi nasional hingga arahan strategis untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Momen pertemuan tersebut diunggah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Simon melaporkan perkembangan pelaksanaan program mandatori B50 atau biodiesel dengan campuran 50 persen minyak sawit. Program tersebut sebelumnya resmi diluncurkan Prabowo pada Juli 2026.

Selain B50, Dirut Pertamina juga melaporkan kesiapan infrastruktur pendukung untuk penerapan mandatori bioethanol yang tengah disiapkan pemerintah.

Namun, pembahasan tidak hanya berhenti pada agenda energi. Prabowo juga memberikan arahan terkait penataan struktur perusahaan-perusahaan pelat merah.

"Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya," tulis Teddy dalam unggahan Instagram tersebut.

Pangkas Layer dan Anak-Cucu BUMN

Arahan tersebut menjadi bagian dari agenda restrukturisasi kelembagaan di tubuh BUMN. Pemerintah ingin memangkas lapisan birokrasi yang dinilai dapat memperpanjang proses pengambilan keputusan.

Selain itu, penertiban terhadap anak dan cucu perusahaan juga diarahkan untuk dilakukan di Pertamina, PT PLN (Persero), serta BUMN lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat struktur perusahaan pelat merah menjadi lebih sederhana sehingga keputusan strategis maupun operasional dapat diambil lebih cepat.

Restrukturisasi juga ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi anggaran dan biaya operasional di seluruh ekosistem BUMN.

BUMN Dituntut Lebih Gesit

Pemerintah menilai penyederhanaan struktur menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan negara.

Dengan mengurangi lapisan birokrasi dan menata kembali hubungan antara perusahaan induk dengan anak serta cucu perusahaan, BUMN diharapkan dapat bergerak lebih gesit dalam menghadapi perubahan bisnis.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola BUMN agar lebih efisien, transparan, dan berdaya saing.

Di sisi lain, agenda energi nasional tetap menjadi perhatian utama. Pelaksanaan B50 dan kesiapan infrastruktur bioethanol menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis impor.

Pertemuan Prabowo dan Dirut Pertamina tersebut pun memperlihatkan bahwa agenda transformasi energi berjalan beriringan dengan penataan internal perusahaan negara. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement