Prabowo Sebut Indonesia Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia tengah menyiapkan strategi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah berencana mengembangkan produksi bensin berbahan baku batu bara sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Prabowo mengatakan, pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset dan inovasi akademisi Indonesia. Selain mengembangkan bahan bakar berbasis kelapa sawit, pemerintah juga akan mendorong pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku bensin.
"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, Sabtu (19/9).
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperluas pemanfaatan sumber daya alam domestik sebagai bahan baku energi. Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan program biodiesel berbasis minyak sawit yang kini mencapai campuran 50% atau B50.
Implementasi B50 disebut telah membawa perubahan terhadap kebutuhan impor solar nasional. Pemerintah menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026.
Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya alam Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," ucapnya.
Solar Dunia Langka, Indonesia Andalkan Sawit
Prabowo menilai kemandirian energi menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik global. Ketergantungan pada impor membuat suatu negara rentan apabila pasokan BBM di pasar internasional terganggu.
Menurutnya, memiliki kemampuan finansial untuk membeli BBM tidak selalu menjamin ketersediaan barang ketika pasokan global mengalami gangguan.
"Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," kata Prabowo.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mencari sumber bahan bakar alternatif dengan memanfaatkan komoditas dan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
Selain kelapa sawit, batu bara menjadi salah satu sumber daya yang dilirik untuk dikembangkan menjadi bahan bakar cair.
China Lebih Dulu Kembangkan Batu Bara Jadi BBM
Pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku BBM bukan merupakan konsep baru di dunia. China telah lebih dahulu mengembangkan teknologi coal-to-liquid atau konversi batu bara menjadi bahan bakar cair.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi China untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dari luar negeri.
Wilayah Mongolia Dalam, salah satu sentra batu bara terbesar China, bahkan tengah mendorong pembangunan basis konversi batu bara dalam skala besar. Proyek tersebut diarahkan untuk mengolah batu bara menjadi minyak, gas dan berbagai produk kimia.
Wakil Ketua Eksekutif Daerah Otonom Mongolia Dalam di China, Huang Zhiqiang, mengatakan peningkatan kapasitas domestik menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi.
"Kami meningkatkan dan memperkuat kapasitas produksi domestik untuk proyek batu bara-menjadi-minyak, gas, dan kimia guna meningkatkan kemandirian domestik," ujar Huang dalam konferensi pers terbarunya dilansir dari Reuters.
Pengembangan teknologi tersebut menunjukkan bahwa batu bara tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik, tetapi juga dapat diolah menjadi produk turunan seperti bahan bakar cair dan bahan kimia.
Bagi Indonesia, rencana pengembangan bensin dari batu bara menambah daftar strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Jika teknologi dan keekonomiannya dapat diwujudkan dalam skala komersial, batu bara domestik berpotensi menjadi salah satu sumber bahan baku tambahan bagi kebutuhan energi nasional. (cnni)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda