Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV CATL-Antam, Indonesia Punya Tiga Pabrik

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 8.19 AM WIB
Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV CATL-Antam, Indonesia Punya Tiga Pabrik
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia semakin memperkuat ambisinya menjadi pusat industri baterai kendaraan listrik dunia. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC).

Peresmian tersebut akan menandai bertambahnya fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia menjadi tiga pabrik. Kehadiran fasilitas baru ini sekaligus memperkuat rantai industri baterai nasional yang terintegrasi, mulai dari pertambangan mineral hingga produksi sel baterai.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengatakan, pabrik tersebut telah mulai berproduksi sehingga proses peresmian tinggal menunggu pelaksanaan agenda Presiden.

"Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi. Dengan demikian, maka sudah ada tiga pabrik baterai mobil kita yang ada di Indonesia," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Bahlil merinci, fasilitas pertama merupakan pabrik baterai kendaraan listrik milik Hyundai melalui PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi mencapai 10 GWh.

Pabrik kedua berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera, yang melibatkan investasi perusahaan asal China.

Sementara pabrik ketiga merupakan proyek kerja sama CATL, Antam, dan IBC yang akan diresmikan Presiden Prabowo.

"Yang ketiga CATL kerja sama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden. Nah, ini artinya apa? Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HPAL, prekursor, katoda, sampai battery cell," jelas dia.

"Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi, ya," imbuh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

Ekosistem Baterai Terintegrasi, Investasi Hilirisasi Diperkuat

Pembangunan pabrik baterai tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperbesar nilai tambah sumber daya mineral, khususnya nikel, melalui pengembangan industri kendaraan listrik.

Dengan tersedianya fasilitas pengolahan dari hulu hingga hilir, Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen komponen utama baterai kendaraan listrik.

Sebelumnya, Bahlil juga mengungkapkan bahwa dua proyek besar ekosistem baterai kendaraan listrik yang melibatkan konsorsium LG dan CATL telah menyelesaikan pembangunan fasilitasnya. Saat itu, pemerintah tinggal menyesuaikan jadwal Presiden untuk peresmian.

"Pabriknya sudah siap dan jadi. Kita tinggal menyesuaikan jadwal Bapak Presiden untuk peresmian. Sudah ada dua ekosistem pabrik baterai besar yang dibangun, yaitu konsorsium LG dan CATL. Ini bukti hilirisasi ekosistem baterai dibangun utuh di Indonesia," kata Bahlil di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Selain pembangunan fasilitas produksi, pemerintah juga menyiapkan arah pengembangan teknologi baterai yang disesuaikan dengan potensi sumber daya alam Indonesia.

Bahlil menegaskan, pemerintah akan mengoptimalkan pengembangan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah.

Menurutnya, baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) umumnya digunakan untuk kendaraan dengan jarak tempuh lebih pendek. Sementara baterai NMC memiliki performa dan daya jelajah yang lebih baik untuk kendaraan jarak jauh.

"Karena kita memiliki bahan baku nikel yang melimpah, fokus utama ekosistem kendaraan listrik kita adalah mengoptimalkan baterai berbasis nikel (NMC). Ke depan, regulasi dan insentif akan terus disesuaikan untuk mendukung penyerapan industri dalam negeri," ujar Bahlil.

Pemerintah berharap bertambahnya fasilitas produksi baterai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Selain meningkatkan nilai tambah nikel, pengembangan industri ini juga diharapkan menarik investasi lanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat industri manufaktur nasional.

Dengan semakin lengkapnya ekosistem industri baterai, Indonesia diarahkan untuk mengambil peran lebih besar dalam industri kendaraan listrik dunia, bukan sekadar sebagai negara penghasil bahan baku mineral. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement