Prediksi ARGENTINA vs AUSTRIA Piala Dunia 2026


Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Argentina akan bertemu Austria pada pertandingan kedua Grup J Piala Dunia 2026. Pertandingan Argentina dengan Austria akan berlangsung di AT&T Stadium, Dallas, Amerika Serikat pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 00.00 WIB.
Argentina sudah 3 kali bertemu dengan Austria di berbagai pertandingan Internasional. Argentina memenangkan 1 pertandingan, Austria memenangkan 1 pertandingan dan 1 pertandingan berakhir imbang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada pertandingan laga persahabatan, 3 Mei 1990 di Praterstadion, Wina Austria. Saat itu pertandingan berakhir imbang 1-1. Gol Austria dicetak oleh Manfred Zsak dan gol Argentina dicetak oleh Jorge Burruchaga
Pelatih Argentina saat itu adalah Carlos Bilardo dan pelatih Austria saat itu adalah Josef Hickersberger. Kini di Piala Dunia 2026 ini Argentina dilatih Lionel Scaloni dan Austria dilatih Ralf Rangnick.
Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Argentina menempati urutan 1. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Austria yang berada di peringkat 21. Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.
Argentina maupun Austria sama - sama meraih tiga poin di laga pertama Grup J Piala Dunia 2026. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang dipastikan melesat ke puncak klasemen sekaligus lolos lebih cepat ke 32 besar. Sebaliknya, hasil imbang berpotensi membuat persaingan Grup J kian terbuka dan memberi kans bagi Yordania maupun Aljazair untuk tetap bersaing hingga pekan terakhir.
Pertemuan ini juga menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua kubu. Argentina datang dengan status juara bertahan sekaligus salah satu kandidat kuat juara, sedangkan Austria berupaya membuktikan diri bahwa comeback mereka ke Piala Dunia usai penantian 28 tahun bukan untuk jadi tim “numpang lewat” saja.
Argentina tampil dominan saat menaklukkan Aljazair 3-0 di Kansas City pada laga pembuka Grup J. Sang kapten Lionel Messi, kembali menjadi ruh permainan tim. Meski kini sudah 38 tahun, Messi tetap menjadi poros utama dari setiap skema serangan mematikan anak asuh Lionel Scaloni.
Kemenangan telak itu memperpanjang rekor impresif Argentina yang menyapu bersih lima laga terakhir dengan torehan 15 gol. Status sebagai juara bertahan Piala Dunia belum hilang taji. Usai kemenangan atas Aljazair, sang pelatih Lionel Scaloni sampai mengaku bingung dalam memilih pemain yang akan tampil untuk laga berikutnya melawan Austria karena performa yang cukup baik dari para pemain inti dan pengganti Argentina ketika melindas Aljazair.
Austria lolos ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup H kualifikasi zona UEFA berkat catatan impresif enam kemenangan dan surplus 18 gol. Ketangguhan mereka langsung terbukti lewat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga perdana.
Kendati demikian, meladeni kekuatan Argentina jelas jadi ujian berat bagi Marcel Sabitzer dan kawan-kawan. Meski Austria solid, pengalaman dan kualitas individu Argentina membuat Messi dkk ebih diunggulkan untuk meraih kemenangan melawan Austria.

Kapten tim sekaligus andalan lini pertahanan Austria di Piala Dunia 2026 David Alaba
Pertarungan taktikal diprediksi akan berpusat pada kepiawaian Lionel Messi dalam mencari celah di tengah rapatnya blokade berlapis Austria. David Alaba dalam kondisi prima dan siap memimpin barisan belakang, menjadi tumpuan pertahanan bersama Kevin Danso yang bertubuh kokoh.
Di lini tengah, kerja keras tanpa lelah dari Konrad Laimer dan Marcel Sabitzer akan menghadirkan tekanan tinggi yang energik, dirancang untuk mendominasi transisi permainan. Christoph Baumgartner yang kreatif akan menjadi pengatur permainan, sementara talenta muda yang menjanjikan, Paul Wanner dan Carney Chukwuemeka, memberikan Ralf Rangnick opsi - opsi dinamis kelas atas untuk melakukan tusukan - tusukan dan memecah blok pertahanan lawan yang kokoh.
Austria juga tampil klinis di sepertiga akhir lapangan. Dua dari empat pertandingan terakhir mereka mencatatkan setidaknya tiga gol. Kedua pertandingan tersebut merupakan satu-satunya pertandingan yang menampilkan lebih dari 2,5 gol total dalam rentang waktu tersebut.

Andalan lini tengah Austria Nicolas Seiwald
Jika Austria mampu mengendalikan Messi dan memanfaatkan peluang dalam serangan balik, kejutan lain di Piala Dunia 2026 mungkin akan terjadi. Harapan Austria untuk berjuang hingga akhir. Mendukung mereka untuk menciptakan kejutan di sini memberikan nilai terbaik dari ketiga taruhan tersebut.
Argentina sedang dalam performa luar biasa, dengan delapan kemenangan beruntun dan tujuh kali tanpa kebobolan. Mereka mencetak setidaknya tiga gol dalam tiga dari empat pertandingan terakhir mereka. Empat dari lima pertandingan terakhir mereka menghasilkan lebih dari 2,5 gol.
Lionel Scaloni memiliki salah satu lini serang terbaik di dunia. Lautaro Martinez, Nico Paz, dan Julian Alvarez adalah nama-nama bintang mereka, bersama dengan Messi. Merupakan suatu kejutan jika mereka gagal mencetak gol dalam pertandingan ini.
Sorotan mata dunia kemungkinan akan kembali mengarah ke super star Argentina, Lionel Messi. Messi sukses mencetak hattrick ke gawang Aljazair pada laga perdana Argentina. Perolehan tiga gol tersebut membuat Messi semakin dekat dengan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Dia hanya membutuhkan satu gol lagi untuk melewati catatan Miroslav Klose yang memproduksi 16 gol.

Kapten tim sekaligus andalan utama Argentina di Piala Dunia 2026 Lionel Messi
Persaingan memperebutkan posisi penyerang utama Argentina kembali menjadi sorotan. Lautaro Martinez dan Julian Alvarez sama-sama memiliki peluang besar untuk tampil sebagai starter saat menghadapi Austria. Pada pertandingan pembuka melawan Aljazair, Lautaro Martinez dipercaya memimpin lini depan Argentina. Namun, Julian Alvarez masuk menggantikannya pada menit ke-55 dan langsung kembali memunculkan perdebatan mengenai pilihan terbaik di sektor serangan.
Situasi ini mengingatkan pada perjalanan Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu, Lautaro memulai turnamen sebagai penyerang utama sebelum akhirnya peran tersebut diambil alih Alvarez mulai pertandingan ketiga. Sejumlah media dan jurnalis Argentina yang mengikuti sesi latihan terbaru menilai Alvarez memiliki peluang besar menjadi starter melawan Austria. Penyerang tersebut disebut lebih cocok untuk kebutuhan pertandingan berikutnya.
Perdebatan di Argentina tidak hanya terjadi di lini depan. Beberapa posisi lain juga masih menyisakan tanda tanya menjelang pertandingan melawan Austria. Di sektor bek kanan, Gonzalo Montiel tampil sebagai starter saat menghadapi Aljazair. Namun, Nahuel Molina yang biasanya menjadi pilihan utama masuk menggantikannya pada babak kedua.
Situasi serupa terjadi di sisi kiri pertahanan. Nicolas Tagliafico masih diragukan tampil karena mengalami cedera betis sehingga Facundo Medina harus menggantikan perannya pada laga sebelumnya. Federasi Sepak Bola Argentina menyatakan bahwa Tagliafico sudah kembali berlatih di lapangan dan menunjukkan perkembangan positif. Meski begitu, keputusan akhir mengenai kesiapannya bermain kemungkinan baru akan ditentukan menjelang pertandingan.
Tentu ini menjadi fokus perhatian Lionel Scaloni untuk menentukan sosok pemain yang akan menjadi pilihan utama saat melawan Austria nanti. Meskipun begitu Lionel Scaloni mempunyai modal yang baik saat menghadapi Austria nanti.
Lini pertahanan Argentina yang belum kebobolan juga menjadi modal penting. Duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil solid saat menghadapi Aljazair dan diperkirakan kembali menjadi andalan untuk meredam serangan Austria. Selain itu lini tengah yang dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister, menjadi senjata utama Argentina dalam mengendalikan tempo permainan.

Andalan utama lini tengah Argentina Rodrigo De Paul
Austria bertekad melanjutkan tren positif mereka. Kekuatan utama tim ini terletak pada organisasi permainan, kerja kolektif, serta kemampuan menekan lawan secara konsisten. Pemain-pemain berpengalaman seperti David Alaba, Marcel Sabitzer, dan Marko Arnautovic berpotensi menjadi ancaman serius apabila Argentina gagal menjaga ritme permainan.
Dengan disiplin taktik yang tinggi dan semangat juang yang kuat, Austria diyakini akan memberikan perlawanan yang lebih berat dibandingkan Aljazair. Austria juga memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun melalui serangan balik cepat dan tekanan intens di area pertahanan lawan.
Pertandingan diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi dengan banyak duel perebutan bola di lini tengah. Austria kemungkinan akan mencoba menekan sejak menit-menit awal, sementara Argentina berusaha mengendalikan permainan melalui penguasaan bola dan kreativitas para pemainnya.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, kemungkinan masih kurang puas dengan penampilan lini belakang timnya. Austria sempat kehilangan organisasi permainan ketika Yordania mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-50 setelah pertahanan sisi kiri mereka terbuka akibat upaya menekan lawan terlalu tinggi.
Meski demikian, Rangnick masih bisa optimistis. Austria hanya sekali kebobolan lebih dari satu gol dalam 18 pertandingan terakhir mereka. Selain itu, tim berjuluk Das Team itu mampu mencetak setidaknya dua gol dalam empat dari enam laga kompetitif terakhir.
Austria kini berpeluang lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1982. Pencapaian itu akan terasa semakin istimewa karena Piala Dunia 2026 ini merupakan penampilan pertama mereka di putaran final Piala Dunia sejak Piala Dunia 1998.
Timnas Argentina diperkirakan kembali mengandalkan Lionel Messi saat menghadapi Austria. Seperti dikutip dari Sportsmole, Lionel Scaloni kemungkinan akan menyusun tim dengan fokus memberi ruang bagi Messi untuk mengendalikan permainan. Empat gelandang, yakni Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Thiago Almada, diperkirakan akan ditempatkan di belakang kapten Argentina tersebut.
Di lini belakang, Nahuel Molina berpeluang mengisi posisi bek kanan. Gonzalo Montiel sebenarnya menjadi salah satu pilihan, tetapi cedera hamstring yang belum sepenuhnya pulih membuatnya kemungkinan tidak akan bermain sejak awal.

Andalan lini pertahanan Argentina Lisandro Martinez
Duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez diprediksi tetap dipercaya mengawal jantung pertahanan. Keduanya tampil solid saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan dinilai mampu memberikan keseimbangan antara pertahanan yang agresif dan kemampuan membangun serangan dari belakang.
Austria datang dengan persoalan di sektor pertahanan. Bek kanan Stefan Posch diragukan tampil setelah mengalami patah rahang. Meski cederanya tidak memerlukan operasi, Ralf Rangnick kemungkinan akan memilih untuk mengistirahatkannya.
Sebagai pengganti, Konrad Laimer berpeluang mengisi posisi bek kanan. Pemain serbabisa itu mampu membantu Austria meredam ancaman dari sisi kiri serangan Argentina. Di lini tengah, duet Nicolas Seiwald dan Xaver Schlager, diperkirakan tetap menjadi pilihan utama. Keduanya kemungkinan akan bermain di belakang Carney Chukwuemeka yang bertugas sebagai gelandang serang.
Untuk posisi penyerang, Sasa Kalajdzic diprediksi kembali mendapat kesempatan tampil sejak menit awal. Namun, Sasa Kaljdzic perlu menunjukkan performa yang lebih baik setelah digantikan Marko Arnautovic pada jeda pertandingan melawan Yordania.

Andalan lini depan Austria Sasa Kalajdzic
Jika kembali gagal memberikan kontribusi maksimal di lini depan, Kalajdzic berisiko kehilangan tempatnya. Marko Arnautovic bisa menjadi ancaman bagi Kalajdzic karena terbukti tampil efektif setelah masuk dari bangku cadangan pada laga melawan Yordania.
Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung ketat. Namun dengan melihat penampilan menawan Argentina saat menaklukkan Aljazair dan permainan Lionel Messi yang sedang “on fire” saya prediksi Argentina akan unggul atas Austria dalam pertandingan kedua Grup J Piala Dunia 2026 ini.
Namun tentunya skuad Argentina perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan Austria tampil dengan insiatif serangan terlebih dahulu dan menyumbat aliran serangan dari lini tengah ke lini depan Argentina yang berpotensi membuat kreativitas serangan Argentina yang dipimpin Lionel Messi mandek dan kondisi ini bisa saja membuat hasil pertandingan berakhir imbang. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda