Prediksi BELANDA vs TUNISIA Piala Dunia 2026


Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Belanda akan bertemu Tunisia pada pertandingan ketiga atau penutup Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan Belanda dengan Tunisia akan berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 06.00 WIB.
Belanda sudah 3 kali bertemu dengan Tunisia di berbagai pertandingan Internasional. Belanda memenangkan 1 pertandingan dan 2 pertandingan berakhir imbang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada pertandingan persahabatan yang berlangsung pada 12 Februari 2009 di Stade 7 Novembre Tunisia. Saat itu kedua tim bermain imbang 1-1. Gol Belanda dicetak oleh Klaas Jan Huntelaar dan gol Tunisia dicetak oleh Jamel Saihi.
Pelatih Belanda saat itu adalah Bert Van Marwijk dan pelatih Tunisia adalah Faouzi Benzarti.Kini di Piala Dunia 2026 ini Belanda dilatih Ronald Koeman dan Tunisia dilatih Hervé Renard.
Satu – satunya kemenangan Belanda atas Tunisia terjadi pada pertandingan persahabatan yang berlangsung di Stade El Menzah, Tunisia pada 6 April 1978. Belanda yang saat itu dilatih Ernst Happel unggul 4-0 atas Tunisia. Gol kemenangan Belanda saat itu dicetak oleh Henk Van Leeuwen, Pierre Vermeulen dan Dick Nanninga yang mencetak dua gol.
Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Belanda menempati urutan 8. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Tunisia yang berada di peringkat 57. Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.
Belanda saat ini berada dalam motivasi tinggi setelah pada pertandingan kedua Grup F sukses menaklukkan Swedia 5-1. Kemenangan ini membuat Belanda saat ini berada di puncak klasemen Grup F karena unggul produktivitas gol atas Jepang. Jika sukses menaklukkan Tunisia pada laga penutup Grup F ini maka Belanda berpeluang besar lolos ke babak 32 besar sebagai Juara Grup F.
Kondisi Tunisia di Piala Dunia 2026 ini benar-benar bak pesakitan. Wakil Afrika itu sudah dipastikan angkat koper lebih cepat dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan yaitu digulung Swedia 1-5 dan dihajar Jepang 0-4. Kondisi ini membuat Belanda di atas angin saat menghadapi Tunisia.

Andalan lini serang Tunisia Elias Achouri
Gawang Tunisia bahkan sudah jebol 14 kali hanya dalam tiga laga terakhir, termasuk saat uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026 ketika mereka disikat Belgia 0-5. Tentunya ini sangat memukul mental skuad Tunisia.
Laga melawan Belanda ini diprediksi jadi panggung perpisahan pahit bagi pelatih Tunisia Herve Renard. Mantan pelatih Arab Saudi itu mendadak ditunjuk sebagai pengganti Sabri Lamouchi yang dipecat sesudah kekalahan dari Swedia di laga perdana Piala Dunia 2026. Ironisnya, belum juga sepekan melatih Tunisia, Herve Renard sudah memberi sinyal bakal hengkang usai peluit akhir berbunyi pada laga di Kansas City nanti.
Masalah utama Tunisia bukan hanya kualitas individu, tetapi organisasi permainan secara keseluruhan. Menghadapi Belanda yang memiliki banyak pemain menyerang berbahaya, kelemahan tersebut bisa kembali terlihat.
Timnas Belanda asuhan Ronald Koeman memasuki pertandingan terakhir grup dengan penuh percaya diri setelah menghancurkan Swedia 5-1, setelah pada laga perdana bermain imbang 2-2 dengan Jepang. Sisi kanan Belanda sangat efektif berkat kegemilangan bek kanan Denzel Dumfries menjadi ancaman mengerikan akibat kemampuan luar biasanya menjelajahi lapangan dengan kecepatannya dan kombinasi efektif dengan Cody Gakpo.
Sang kapten Virgil Van Dijk terus menjadi pilar pertahanan Belanda berduet dengan Micky van De Ven dengan ditopang bek sayap handal Denzel Dumfries dan Nathan Ake. Dengan pengalaman yang luas, Virgil Van Dijk akan memimpin skuad muda yang menjanjikan. Namun pertahanan Belanda juga sedikit mendapat sorotan karena telah tiga kali kebobolan dalam dua pertandingan awal. Tentu ini juga harus menjadi perhatian dari Ronald Koeman yang secara kebetulan adalah mantan libero handal ketika masih aktif sebagai pemain.

Kapten tim sekaligus andalan lini pertahanan Belanda di Piala Dunia 2026 Virgil Van Dijk
Belanda menunjukkan performa dominan dengan kemenangan telak 5-1 atas Swedia pada pertandingan kedua. Brian Brobbey mencetak dua gol pembuka, diikuti oleh dua gol dari Cody Gakpo, dan Crysencio Summerville menambahkan gol kelima. Swedia hanya mampu membalas satu gol melalui Anthony Elanga.
Performa meyakinkan ini menjadi kontras dengan hasil imbang 2-2 melawan Jepang di laga pembuka, di mana tim asuhan Ronald Koeman dua kali kehilangan keunggulan dan kebobolan gol penyama kedudukan pada menit ke-89. Sepanjang sejarah Piala Dunia, Belanda memiliki rekor tak terkalahkan melawan tim-tim Afrika, dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Setelah mencetak dua gol impresif melawan Swedia, Cody Gakpo akan memasuki pertandingan ini dengan semangat yang sangat tinggi. Gakpo mengalami musim domestik yang sulit bersama Liverpool musim lalu, tetapi sering bersinar untuk Timnas Belanda. Pemain berusia 27 tahun ini telah mencetak 35 gol dan assist dalam 52 pertandingan internasional, termasuk enam gol dalam lima pertandingan terakhirnya. Gakpo tentunya akan makin termotivasi untuk menambah jumlah golnya.

Andalan lini serang Belanda Cody Gakpo
Gakpo hanya membutuhkan 10 gol lagi untuk menyamai rekor gol legenda Timnas Belanda Johan Cruyff, dan Gakpo tertinggal 12 gol dari Ruud van Nistelrooy. Gakpo tentu akan melihat pertahanan Tunisia yang rapuh ini sebagai peluang ideal untuk memperkecil selisih tersebut.
Menjelang laga ini, sorotan tertuju pada lini serang Belanda yang sedang dihantui cedera minor. Bomber muda Brian Brobbey yang memborong 2 gol ke gawang Swedia, dilaporkan mengalami sedikit masalah pada otot hamstringnya.
Di sisi lain, penyerang senior sekaligus top skor sepanjang masa Belanda dengan 55 gol, Memphis Depay, juga belum sepenuhnya fit akibat cedera paha. Depay memang tampil di dua laga perdana, tapi Depay hanya menjadi pemain pengganti di dua laga perdana Belanda tersebut.
Jika Brian Brobbey dan Memphis Depaay terpaksa absen, Koeman kemungkinan bakal menggeser Donyell Malen ke tengah dan mengalihkan Crysencio Summerville untuk mengisi sektor sayap.
Kendati pusing dengan kebugaran strikernya, Ronald Koeman tetap percaya diri dengan kedalaman skuad asuhannya. Sebagaimana dilaporkan Reuters pada Rabu 24 Juni 2026 Koeman dengan tegas menyebut bahwa lini serang Belanda punya banyak variasi. Variasi yang dimaksud Ronald Koeman kemungkinan adalah memainkan striker murni yang belum tampil pada dua laga perdana yaitu striker asal Ajax Amsterdam Wout Weghorst.

Kreator serangan Timnas Belanda Frenkie De Jong
Di lini tengah, Frenkie de Jong diharapkan kembali menjadi starter untuk mengatur ritme permainan, didampingi Tijjani Reijnders dan Ryan Gravenberch. Jika ingin melakukan rotasi maka Teun Kopmeiners, Matts Wieffer, Marten De Roon dan Justin Kluivert bisa menjadi opsi untuk tampil melawan Tunisia.
Dalam laga dengan Tunisia, Swedia melakukan pendekatan pragmatis dengan memainkan 5 bek dalam formasi 3-5-2 yang bisa disulap jadi 5-3-2. Di samping itu, duo Alexander Isak dan Viktor Gyokeres akan menjadi kunci utama Swedia lawan Belanda. Pasangan ini menciptakan 3 assist lawan Tunisia, di samping total mengirim 8 tembakan dan merepotkan lawan sepanjang laga.
Tunisia diprediksi main lebih defensif di bawah arahan Herve Renard. Setelah bobol sembilan gol dalam dua laga fase grup, Tunisia kemungkinan berusaha memperbaiki pertahanan mereka sembari mencari kesempatan untuk melancarkan serangan balik cepat melalui Hannibal Mejbri dan Elias Achouri. Gelandang sekaligus kapten Ellyes Skhiri bersama kreator serangan Hannibal Mejbri akan mencoba mencari celah ketika lini pertahanan Belanda lowong ketika para pemain bertahan maju membantu serangan.

Kapten tim sekaligus andalan lini tengah Tunisia Ellyes Skhiri
Jika kalah besar dari Belanda, Tunisia akan mencatat rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka bisa menjadi tim pertama yang menelan tiga kekalahan dengan margin empat gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Secara historis, Tunisia juga kesulitan menghadapi tim Eropa di Piala Dunia. Dari 13 pertemuan, mereka hanya meraih satu kemenangan dengan empat imbang dan delapan kekalahan.
Pertanyaan saat ini adalah posisi Belanda di akhir klasemen Grup F setelah laga melawan Tunisia nanti. Sebelum Piala Dunia, FIFA telah mengumumkan kriteria yang digunakan untuk menentukan peringkat di berbagai grup, jika jumlah poin tidak cukup untuk menentukan hasilnya. Jika terjadi kesamaan poin, FIFA akan mempertimbangkan lima faktor untuk menentukan hasil akhir.
Pertama-tama, dilihat hasil head-to-head antar negara, kemudian selisih gol. Baru setelah itu, jumlah gol yang dicetak pada fase grup akan dipertimbangkan. Kriteria keempat adalah klasemen fair play, dan jika hal itu pun tidak memberikan solusi, maka FIFA akan melakukan undian.
Peringkat fair play diterapkan selama fase grup. Setiap kartu kuning bernilai satu poin minus, dan setiap kartu merah tidak langsung (dua kali kartu kuning sehingga menjadi kartu merah) bernilai tiga poin minus. Kartu merah langsung bernilai empat poin minus. Kartu merah langsung yang diterima pemain setelah sebelumnya mendapat kartu kuning, bernilai lima poin minus. Negara dengan poin minus paling sedikit akan menempati posisi teratas dalam peringkat.

Andalan lini pertahanan Tunisia Omar Rekik
Jepang tidak menerima satu pun kartu kuning atau merah saat melawan Belanda. Sebaliknya, pemain Belanda Micky Van De Ven, Crysencio Summerville, dan Memphis Depay justru mendapat kartu. Oleh karena itu, Jepang berada di atas Belanda dalam klasemen fair play. Seandainya Jepang juga menerima tiga kartu kuning, maka Belanda akan kembali berada di posisi yang lebih menguntungkan. Peringkat FIFA akan menjadi penentu, dengan Belanda di peringkat delapan dan Jepang di peringkat enam belas.
Jika menjadi juara grup, Belanda akan menghadapi tim peringkat kedua dari Grup C, yang sudah pasti ditempati Maroko. Jika finis di posisi kedua, Belanda akan menghadapi juara grup C yaitu Brazil. Tentu hal ini juga harus mendapat perhatian dari Ronald Koeman selaku pelatih Timnas Belanda.
Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan didominasi penuh oleh skuad Timnas Belanda. Dengan keunggulan individu dari para pemain dan permainan atraktif dan kolektif Belanda dalam menyerang maka saya prediksi Belanda akan mengalahkan Tunisia pada laga terakhir grup F Piala Dunia 2026 ini.
Namun tentunya skuad Belanda perlu waspada karena tentunya Tunisia tidak ingin mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia ini dengan kekalahan telak lagi seperti saat menghadapi Swedia dan Jepang. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda