Breaking News
Memuat breaking news...

Prediksi INGGRIS Vs ARGENTINA Piala Dunia 2026

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 Juli 2026 - 2.17 AM WIB
Prediksi INGGRIS Vs ARGENTINA Piala Dunia 2026
Pertandingan Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris dengan Argentina akan berlangsung di Stadion Atlanta Amerika Serikat pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Oleh: Indra Efendi Rangkuti

Inggris akan bertemu Argentina pada pertandingan babak Semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan Inggris dengan Argentina akan berlangsung di Stadion Atlanta Amerika Serikat pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Inggris dengan Argentina sudah bertemu sebanyak 14 kali dalam pertandingan Internasional. Inggris meraih kemenangan 6 kali,Argentina meraih 3 kemenangan dan 5 kali pertandingan berakhir imbang.

Pertemuan terakhir Inggris dengan Argentina terjadi pada pertandingan persahabatan yang berlangsung pada 13 November 2005 di Stade de Genève, Swiss. Saat itu Inggris menang dengan skor 3-2.Gol kemenangan Inggris oleh Wayne Rooney dan Michael Owen yang mencetak dua gol. Gol balasan Argentina dicetak oleh Hernan Crespo dan Walter Samuel.

Inggris pada pertemuan terakhir tersebut dilatih oleh Sven Goran Eriksson dan Argentina dilatih oleh Jose Nestor Pekerman. Kini di Piala Dunia 2026 Inggris dilatih oleh Thomas Tuchel dan Argentina dilatih oleh Lionel Scaloni.

Inggris dan Argentina telah bertemu empat kali di ajang Piala Dunia. Inggris meraih kemenangan pada Piala Dunia 1962 dan 1966, sedangkan Argentina menang pada Piala Dunia 1986 serta 1998.

Pertemuan terakhir terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Kedua tim bermain imbang 2-2 melalui gol Gabriel Batistuta dan Javier Zanetti untuk Argentina, serta Alan Shearer dan Michael Owen bagi Inggris. Argentina kemudian menang 4-3 melalui adu penalti.

Kapten tim sekaligus andalan utama lini depan Inggris di Piala Dunia 2026 Harry Kane

Pertandingan Inggris dengan Argentina ini memang kerap menimbulkan kontroversi. Salah satu kontroversi adalah karena konflik politik akibat terjadinya “Perang Malvinas” pada tahun 1982. Perang Malvinas adalah perang tanpa deklarasi yang berlangsung sekitar 2 bulan antara Argentina dan Inggris karena memperebutkan Kepulauan Falkland dan Georgia Selatan serta Kepulauan Sandwich Selatan. Kepulauan ini terdiri dari 2 pulau besar dan beberapa pulau kecil lainnya di bagian selatan Samudra Atlantik, bagian timur wilayah Argentina.

Klaim Argentina atas Kepulauan Falkland (yang disebutnya Malvinas), didasarkan semata-mata pada kedekatan ke daratan Argentina dan apa yang disebutnya sebagai "warisan" kedaulatan dari pemerintahan Spanyol yang gagal pada 1810. Klaim ini mempunyai makna emosional penting bagi rakyat Argentina, yang mana selama beberapa generasi menjadi bagian kurikulum sejarah di sekolah negeri.

Inggris kemudian merespon sikap Argentina tersebut dengan mengerahkan kekuatan militernya. Akhirnya Inggris memenangkan Perang Malvinas (Perang Falkland) melawan Argentina pada tahun 1982. Keunggulan teknologi militer, dukungan internasional yang kuat, dan kemampuan logistik yang sangat baik menjadi faktor penentu kemenangan Inggris yang jarak negaranya 8.000 mil dari lokasi konflik. Akhirnya Inggris tetap dinyatakan sebagai pemilik sah Kepulauan Falkland walau hingga kini masih tetap terjadi gesekan ketika Inggris membuat kebijakan tentang Kepulauan Falkland dengan munculnya reaksi dari pemerintah Argentina.

Dampak Perang Malvinas inilah yang menjadi “isu hangat” ketika Inggris bertemu Argentina di pentas sepakbola Internasional. Selain itu pertandingan juga kerap dibumbui oleh kejadian – kejadian kontroversial di lapangan.

Tragedi gol dengan menggunakan tangan yang dilakukan oleh Diego Maradona ketika mencetak gol ke gawang Inggris yang dikawal Peter Shilton pada babak 8 besar Piala Dunia 1986 yang berujung tersingkirnya Inggris adalah kejadian kontroversial yang bertahun – tahun memicu perdebatan publik sepakbola dunia.

Belakangan Maradona mengakui bahwa dia memang menggunakan tangan saat membobol gawang Inggris di Piala Dunia 1986 tersebut. Diego Maradona secara terbuka mengakui bahwa ia mencetak gol tersebut menggunakan tangannya pada tahun 2005, dalam acara televisi Argentina yang berjudul "La Noche del 10". Kejadian ini merujuk pada gol kontroversial di perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris.

Kreator utama serangan Inggris Jude Bellingham

Demikian juga yang terjadi pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Ketika itu Inggris berhadapan dengan Argentina di babak 16 besar. Uniknya lagi Inggris dan Argentina dilatih oleh dua sosok yang tampil pada pertemuan Inggris dengan Argentina pada Piala Dunia 1986. Inggris dilatih oleh Glen Hoddle dan Argentina dilatih oleh Daniel Passarella.

Laga berlangsung dramatis sejak awal. Bintang muda Inggris, Michael Owen, mencetak gol spektakuler setelah berlari dari tengah lapangan dan melewati beberapa pemain Argentina. Pertandingan kemudian berlanjut sengit hingga kedua tim bermain imbang 2-2.

Insiden yang paling dikenang terjadi menjelang turun minum. Diego Simeone melanggar David Beckham hingga gelandang Inggris itu terjatuh. Saat masih berada di atas rumput, Beckham mengayunkan kakinya ke arah betis Simeone. Tendangannya tidak keras, tetapi cukup membuat Simeone bereaksi dengan akting seolah – olah kakinya baru dihajar Beckham. Wasit asal Denmark, Kim Milton Nielsen, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, langsung mengeluarkan kartu merah untuk Beckham.

Para pemain Inggris protes namun Kim Milton Nielsen tetap kukuh pada keputusannya.Beckham kemudian keluar lapangan dengan wajah pilu dan langkah lunglai. Bermain dengan 10 orang, Inggris bertahan hingga babak tambahan waktu. Namun, Argentina akhirnya memenangi adu penalti 4-3 dan melaju ke babak 8 besar.

Wajah Beckham sempat jadi bulan-bulanan surat kabar Inggris The Sun. Ia juga dapat ancaman pembunuhan seusai tim pulang dari Prancis.Bahkan Beckham sempat mengalami rasa frustrasi akibat kartu merah tersebut. Beruntung dukungan keluarga dan rekan – rekannya di Manchester United membuat Beckham bangkit kembali dari keterpurukan.

Beberapa tahun kemudian Diego Simeone yang kini melatih Atletico Madrid itu mengakui dia memang berusaha memancing reaksi lawannya. "Wasit masuk ke perangkap saya," ujar Simeone.

Kedua momen “menyakitkan” di Piala Dunia itu tentu tidak lekang dari ingatan para pecinta sepakbola Inggris ketika kedua tim kembali bertemu di babak Semifinal Piala Dunia 2026 ini.

Inggris sudah tampil di Piala Dunia sebanyak 17 kali dan sekali meraih Juara Piala Dunia pada tahun 1966. Sedangkan Argentina sudah ikut Piala Dunia sebanyak 19 kali dan sukses meraih Juara Piala Dunia pada 1978, 1986 dan 2022.

Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Inggris menempati peringkat 4. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Argentina yang berada di peringkat 2. Peringkat FIFA menunjukkan kedua negara ini adalaah kekuatan utama sepakbola dunia saat ini.

Timnas Inggris sendiri melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup L dengan raihan 7 poin dari 3 laga. Meskipun sempat tersendat saat ditahan imbang Ghana tanpa gol namun Inggris tampil cukup baik dengan mengalahkan Kroasia 4-2 dan Panama 2-0.

Andalan lini pertahanan Inggris Marc Guehi

Inggris memastikan tiket ke babak 8 besar setelah dengan susah payah menaklukkan Meksiko dengan skor 3-2. Tim asuhan Thomas Tuchel bahkan sempat menjalani laga dengan 10 pemain ketika Jarel Quanshah mendapat kartu merah pada menit ke-54. Gol kemenangan Inggris dicetak oleh Harry Kane dan dua gol dari Jude Bellingham.Meksiko yang terus menggempur Inggris hanya mampu membalas lewat Julian Quinones dan Raul Jimenez.

Di babak 8 besar Inggris dengan melalui laga ketat berhasil menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol bintang Norwegia Andreas Schjelderup pada menit ke-36,Inggris membalas lewat gol yang dicetak Jude Bellingham pada injury time babak pertama. Akhirnya pada babak perpanjangan waktu di menit ke-93 Jude Bellingham kembali mencetak gol sekaligus memastikan kemenangan Inggris 2-1 atas Norwegia.

Argentina juga melangkah dengan performa meyakinkan ke babak gugur Piala Dunia 2016. Timnas Argentina melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup J dengan raihan 9 poin dari 3 laga. Argentina sukses menaklukkan Aljazair 3-0,Austria 2-0 dan Yordania 3-1.

Di babak 32 besar, Argentina berjuang keras untuk mengalahkan Cape Verde di babak perpanjangan waktu dengan skor 3-2.

Kemudian di babak 16 besar Argentina juga harus melalui laga berat melawan Mesir. Tim asuhan Lionel Scaloni bahkan sempet tertinggal 0-2 dan telah tertingga lsejak menit ke-15 pertandingan. Dengan hanya 11 menit tersisa sebelum peluit akhir, Argentina melakukan perubahan luar biasa, mencetak tiga gol dalam 13 menit. Argentina akhirnya lolos ke babak 8 besar.

Di babak 8 besar Argentina juga harus berjuang keras menghadapi Swiss.Sempat unggul lebih dulu pada melit ke-10 melalui Alexis Mac Allister. Swiss membalas lewat Dan Assane Ndoye pada menit ke-67.

Swiss sempat bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-73 setelah Breel Embolo mendapat kartu merah.Namun dengan ketegaran luar biasa Swiss mampu memaksa Argentina bermain hingga perpanjangan waktu. Bahkan Swiss mampu membuat kapten Argentina Lionel Messi untuk pertama kalinya selama Piala Dunia 2026 ini gagal mencetak gol.

Di babak perpanjangan waktu inilah akhirnya Argentina berhasil menambah dua gol lewat Julian Alvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martinez pada penghujung waktu perpanjangan waktu kedua.Kemenangan 3-1 ini menghantarkan Argentina lolos ke Semifinal.

Setelah peluit akhir berbunyi, Messi mengakui pertandingan itu jauh dari mudah. ​​"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, kemenangan yang diraih dengan susah payah," kata sang kapten. "Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat intens. Penting bagi kami untuk mengambil langkah ini agar bisa lebih santai seminggu sebelum pertandingan selanjutnya," ujarnya kepada media.

Kapten tim sekaligus mega bintang Argentina di Piala Dunia 2026 Lionel Messi

Babak 8 besar Piala Dunia 2026 ini juga menjadi pembuktian bagi pelatih Inggris asal Jerman Thomas Tuchel. Tuchel adalah pelatih asing ketiga yang melatih Inggris di Piala Dunia.Sebelumnya Timnas Inggris ditangani Sven Göran Eriksson (Swedia) pada Piala Dunia 2002 dan 2006 dan Fabio Capello (Italia) pada Piala Dunia 2010.

Sven Göran Eriksson melatih Inggris di Piala Dunia 2002 dan 2006.Di kedua momen Piala Dunia tersebut Sven Göran Eriksson sukses membawa Inggris lolos ke Perempat Final (8 Besar). Sedangkan Fabio Capello melatih Inggris di Piala Dunia 2010 dan langkah Inggris terhenti di babak 16 Besar.

Kesuksesan Inggris lolos ke Semifinal membuat Thomas Tuchel kini sukses melebihi kedua pendahulunya tersebut di Piala Dunia 2026 ini. Tentunya Tuchel tidak ingin langkah Inggris di bawah asuhannya melangkah hanya sampai Semifinal.

Bagi Argentina,Inggris bukanlah lawan yang asing karena banyak pemain Argentina yang berkarir di Inggris.Sosok – sosok tersebut adalah sang kiper Emiliano Martínez (Aston Villa),Enzo Fernandez (Chelsea),Marcos Senesi (Bournemouth),Lisandro Martinez (Manchester United),Cristian Romero (Tottenham Hotspur) dan Alexis Mac Allister (Liverpool).

Selain itu ada beberapa pemain yang pernah berkarir di Liga Inggris sebelumnya. Sosok – sosok pemain tersebut adalah : Leandro Paredes (Nottingham Forest), Valentin Barco (Brighton & Hove Albion),Julian Alvarez (Manchester City), Giovani Lo Celso (Tottenham Hotspur), Gerónimo Rulli (Manchester City) dan Nicolas Otamendi (Manchester City).

Bahkan sang pelatih Lionel Scaloni pernah memperkuat West Ham United ketika bermain. Ketika itu dirinya dipinjamkan oleh Deportivo La Coruna ke West Ham United pada pertengahan musim 2005/2006.

Emiliano Martínez bahkan sedang dalam motivasi tinggi karena baru saja sukses menghantarkan Aston Villa menjadi Juara UEFA Europa League musim lalu.Di Final penampilan gemilang Emiliano Martinez di mistar gawang Aston Villa turut menjadi bagian sukses Aston Villa menaklukkan klub Jerman SC Freiburg dengan skor 3-0.

Di pertandingan melawan Inggris nanti Emiliano Martinez akan bertarung dengan rekan setimnya di Aston Villa yaitu Morgan Rogers dan Ollie Watkins. Demikian juga dengan Julian Alvarez di lini depan yang akan berusaha menembus lini pertahanan Inggris yang akan dikawal mantan rekan setimnya di Manchester City John Stones.

Demikian juga Lisandro Martinez yang akan bertarung dengan rekannya di Manchester United Kobbie Mainoo dan mantan rekan setimnya di Manchester United Marcus Rashford.

Dengan sudah saling mengenal dan mengetahui kekuatan masing – masing tim tentu menarik melihat pertarungan antara Inggris dengan Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 ini. Pertemuan dengan Inggris ini juga mempunyai makna khusus bagi sang kapten Argentina Lionel Messi.

Meskipun karier Messi sudah panjang, Inggris tetap menjadi satu-satunya tim besar yang belum pernah dihadapinya bersama Argentina baik dalam pertandingan resmi maupun persahabatan, atau bahkan di level tim junior, hingga akhirnya Semifinal yang dinanti-nantikan ini akhirnya memberinya kesempatan untuk bertanding melawan Inggris.

Ketika pertemuan terakhir antara kedua tim terjadi dalam pertandingan persahabatan yang digelar pada 13 November 2005 di kota Jenewa, Swiss, Messi memang ikut dalam rombongan Timnas Argentina, namun ia menontonnya dari tribun penonton karena sedang menjalani skorsing. Messi menjalani skorsing setelah diusir dari lapangan dalam penampilan internasional pertamanya melawan Hongaria.

Tentu kenangan pahit kekalahan atas Inggris itu tidak bisa dilupakan oleh Messi. Dan tentunya pada laga perdananya melawan Inggris ini Messi memiliki hasrat untuk menaklukkan Inggris.

“Saya belum pernah meghadapi Inggris, maka ini akan jadi laga spesial. Apalagi kami akan bertemu di semifinal Piala Dunia. Jelas, bermain melawan Inggris itu istimewa karena mereka adalah tim yang sangat kuat, dan pertandingan melawan tim-tim kuat selalu istimewa," ungkap Messi kepada wartawan.

Andalan utama lini tengah Argentina Rodrigo De Paul

Menariknya, Messi punya catatan cukup baik di level klub saat menghadapi tim-tim Liga Inggris di ajang Liga Champions. Arsenal paling sering dijebol dengan sembilan kali dan Manchester City dengan enam kali. Apalagi lini pertahanan Inggris akan dikawal John Stones yang merupakan bek Manchester City dan pernah dihadapi Messi di Liga Champions. Tentu ini modal penting bagi Messi saat menghadapi Inggris nanti.

John Stones telah beberapa kali berhadapan dengan Messi selama masa baktinya di Manchester City. Bek Inggris itu terlibat dalam dua pertemuan Liga Champions melawan Barcelona selama musim 2016/2017.

Pertemuan pertama berakhir dengan malam yang mengerikan bagi Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola karena Barcelona meraih kemenangan telak 4-0 di Camp Nou dimana Messi mencetak hattrick yang sensasional.

Namun, Stones dan Manchester City membalas di laga balasan di Stadion Etihad dimana Manchester City menang 3-1 meskipun Messi pada awalnya mencetak gol pembuka untuk Barcelona.

Lionel Messi meninggalkan kesan yang begitu mendalam pada Stones sehingga, ketika ditanya tentang lawan terberat yang pernah dihadapinya, Stones tanpa ragu menyebut Messi sebagai tantangan terbesar dalam kariernya.

Meski banyak bumbu yang mewarnai pertandingan Inggris melawan Argentina seperti sejarah kelam “Perang Malvinas” dan kisah – kisah kontroversi pertandingan inggris melawan Argentina namun, sejak awal pelatih Argentina Lionel Scaloni, ingin fokus pada sepak bola saja, bukan hal di luar itu.

"Pesannya, ini adalah laga sepak bola. Kami akan menghadapi lawan yang sangat kuat, punya pelatih luar biasa. Ini laga sepak bola, bukan yang lain," kata Scaloni dikutip The Guardian.

Ada alasan kuat Scaloni hanya fokus ke laga semifinal Piala Dunia 2026. Argentina memang melaju jauh di fase knockout, namun mereka tampak rentan. Sudah 4 laga beruntun La Albiceleste selalu kebobolan, bahkan tercatat kemasukan 6 kali dengan 4 open play, 1 counter attack, dan 1 set piece.

Secara matematis, dari 45 tembakan yang dilepaskan lawan, Argentina secara statistik seharusnya hanya kebobolan 2 atau 3 gol. Namun nyatanya, gawang mereka kebobolan 6 kali. Dua gol Cape Verde dan aksi Dan Ndoye (Swiss) menunjukkan kedua sisi lemah pertahanan Argentina.

Ini berbahaya saat Argentina bertemu Inggris yang punya penyerang sayap seperti Bukayo Saka atau Noni Madueke dengan kecepatan di atas rata-rata. Jika Cape Verde, Mesir, dan Swiss saja bisa mengeksploitasi lini belakang Argentina apalagi Inggris.

Jika ada hal yang apik dari Argentina adalah kembalinya performa Lautaro Martinez dan Julian Alvarez tepat pada waktunya. Kapten Inter Milan Lautaro Martinez, mencetak 1 gol dan 1 assist dalam 2 laga terakhir. Perannya sebagai super sub terbukti apik, karena pemain dengan kualitas seperti dirinya datang saat lawan sudah lelah digempur Lionel Messi dan Julian Alvarez sejak awal pertandingan.

Lionel Messi memang masih menjadi tumpuan utama Argentina untuk mencetak gol.Namun ketergantungan kepada Messi yang telah mencetak 8 gol selama Piala Dunia 2026 ini bisa menjadi bumerang ketika Messi bisa diredam oleh barisan pertahanan Inggris.

Berbeda dengan Argentina, Inggris memiliki Jude Bellingham sebagai sumber gol ketika sang kapten Harry Kane mandek dalam mencetak gol. Torehan dua gol ketika melawan Meksiko dan dua gol ketika melawan Norwegia di babak gugur tentu menjadi nilai plus bintang Real Madrid ini sebagai sumber gol alternatif bagi Inggris.

Bahkan kini Jude Bellingham sudah menyamai jumlah gol yang dicetak Harry Kane di Piala Dunia 2026 ini dengan torehan 6 gol. Ini menjadi pertama kalinya dua pemain Inggris mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Harry Kane akan melewati rekor Wayne Rooney dalam jumlah penampilan bersama Timnas Inggris pada pertandingan melawan Argentina nanti.Harry Kane dan Wayne Rooney menempati posisi kedua dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Inggris dengan jumlah penampilan sebanyak 120 kali. Keduanya berada di bawah kiper legendaris Inggris Peter Shilton yang mencatat jumlah 125 penampilan.

Andalan lini pertahanan Argentina Cristian Romero

Inggris juga akan merasa optimis dengan fakta bahwa Messi kini telah memainkan tiga pertandingan yang membutuhkan waktu tambahan di babak gugur, menyelesaikan 120 menit melawan Swiss hanya beberapa hari setelah penampilan 90 menit lainnya di babak sebelumnya.

Faktor lain yang mungkin dipertimbangkan Thomas Tuchel adalah kontribusi Messi tanpa bola. Meskipun ia tetap menjadi salah satu pemain menyerang terhebat dalam sejarah, lawan-lawan Argentina sering kali berusaha memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan Messi ketika ia tidak membantu pertahanan.

Terlepas dari semua fokus untuk menghentikan Messi, Inggris tidak boleh terlalu terobsesi pada satu pemain dan membiarkan ancaman serangan Argentina lainnya berkembang.Keputusan terbesar Thomas Tuchel adalah seberapa agresif ia ingin timnya bermain tanpa bola.

Swiss menunjukkan bahwa menjaga formasi yang kompak dan membatasi ruang gerak Messi dapat membuat Argentina frustrasi, karena Swiss jarang membiarkan Messi menerima bola di area tengah yang berbahaya.

Inggris bisa mencoba meniru pendekatan itu dengan menggunakan struktur lini tengah yang disiplin. Bintang Arsenal Declan Rice jika tampil dan para pemain di sekitarnya bertugas mencegah Messi berbalik dan menerobos pertahanan.

Namun, Tuchel juga tahu bahwa bermain terlalu bertahan selama 90 menit akan mengundang tekanan dari salah satu lini serang paling berbahaya di dunia sepak bola.Meskipun Messi tetap menjadi salah satu pemain penyerang terhebat dalam sejarah namun kurangnya kerja kerasnya dalam bertahan dapat memberi peluang bagi Inggris untuk menargetkan ruang kosong yang ditinggalkannya ketika Argentina kehilangan penguasaan bola.

Para pemain sayap Inggris bisa menjadi kunci dalam hal ini, dengan kemampuan untuk menekan Messi dan memaksanya untuk berkontribusi lebih banyak dalam pertahanan daripada yang sebenarnya ia inginkan.

Masalah di posisi bek kanan Inggris terus berlanjut, karena Jarell Quansah masih menjalani skorsing sementara Reece James yang rentan cedera mungkin tidak akan diturunkan sejak awal.

Jadi kemungkinan besar bek kanan Tottenham Hotspur Djed Spence akan kembali ke susunan pemain menggantikan Jarell Quansah.Selain itu Ezri Konsa bisa dimainkan untuk posisi tersebut dengan konsekuensi John Stones akan berpasangan dengan Marc Guehi di jantung pertahanan Inggris.

Cedera pergelangan tangan Jordan Henderson di Mexico City membutuhkan operasi dan kemungkinan akan membuatnya absen. Tuchel saat ini berharap Declan Rice dapat pulih dari penyakit yang begitu memengaruhi permainannya saat melawan Norwegia.

Declan Rice mengalami masalah neurologis yang memengaruhi otot paha belakang dan punggung bawahnya, dan masalah tersebut diperparah oleh sakit.Itu pula sebabnya Declan rice tidak tampil penuh saat melawan Norwegia di babak 8 besar.

Inggris juga sedikit diwarnai kecemasan terkait cedera bahu yang dialami Jude Bellingham ketika melawan Norwegia. Di sela – sela Hydration Break terlihat Bellingham berdiskusi dengan fisioterapis dan staf medis Inggris sambil memegangi bahunya yang sakit. Kondisinya terus dipantau tim medis Inggris walau kemungkinan besar Bellingham akan tampil ketika menghadapi Argentina.

Di kubu Argentina meskipun Thiago Almada tampil mengesankan setelah masuk dari bangku cadangan saat melawan Swiss namun Leandro Paredes sepertinya masih tetap menjadi pilihan utama.Leandro Paredes menawarkan perlindungan defensif yang lebih baik di lini tengah sehingga kemungkinan besar dirinya tetap menjadi pilihan utama sebagai gelandang bertahan saat melawan Inggris.

Argentina kemungkinan tetap setia dengan formasi 4-4-2 yang menempatkan Leandro Paredes dan Rodrigo De Paul di belakang Lionel Messi. Peluang Lionel Scaloni untuk mengubah susunan pemainnya tergolong tipis, karena sisi kanan Argentina butuh penanganan khusus dengan ruang yang ditinggalkan Messi.

Sementara itu, Inggris yang punya skema 4-2-3-1 mungkin saja mencoba Bukayo Saka daripada Noni Madueke di sisi kanan. Jika Harry Kane kembali dimatikan saat lawan Norwegia, Inggris bisa berharap pada Jude Bellingham menjadi pencetak gol.

Inggris menghadapi tugas berat untuk memperkuat lini belakang yang secara konsisten kebobolan gol sepanjang babak gugur, dengan menyadari bahwa setiap penjagaan pasif akan dihukum tanpa ampun oleh serangan Argentina yang tak terbendung, yang telah mencetak tiga gol di setiap empat pertandingan terakhirnya.

Argentina menghadapi ujian mental terberat untuk menekan tim Inggris yang percaya diri dan pantang menyerah. Keberhasilan sepenuhnya bergantung pada Cristian Romero dan Logan Bailly dalam mengatur pergerakan Kane dan mencegah Bellingham menerobos masuk ke area penalti tanpa terkawal.

Rencana taktis akan berpusat pada medan pertempuran antargenerasi yang menarik di lini tengah. Dalam penampilan internasional senior pertamanya melawan Inggris, Messi akan berusaha mundur ke ruang kosong, mengatur permainan bersama Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister untuk secara sistematis membongkar formasi Inggris dan memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Inggris yang maju.

Strategi Tuchel harus memprioritaskan pembatasan struktural dan meminimalkan kesalahan pertahanan. Declan Rice dan Kobbie Mainoo akan ditugaskan untuk membangun lini tengah yang rapat dan menekan untuk memutus jalur suplai bola ke Messi. Dari situ, Inggris akan mengandalkan performa gemilang Bellingham untuk mendorong transisi ke depan, memanfaatkan garis pertahanan tinggi Argentina untuk memberi umpan kepada Kane di dalam kotak penalti.

Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung ketat.Namun dengan kematangan skuad yang mereka miliki maka saya prediksi Inggris akan menang tipis atas Argentina di babak Semifinal Piala Dunia 2026 ini.

Namun tentunya skuad Inggris perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan Argentina akan membuat Inggris tertekan.Apalagi jika Messi dan Julian Alvarez mampu mengoyak pertahanan Inggris.Apalagi jika Argentina mampu memutus aliran bolaInggris dari lini tengah ke lini depan.

Jika pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan drama adu penalti maka Inggris perlu waspada.Ditambah lagi Inggris punya pengalaman buruk dalam adu penalti di Piala Dunia. 4 kali Inggris pernah melalui adu penalti di Piala Dunia dan 3 kali berakhir dengan kekalahan.

Inggris takluk adu penalti dari Jerman di Piala Dunia 1990, takluk dari Argentina di Piala Dunia 1998 dan takluk dari Portugal di Piala Dunia 2006. Hanya di Piala Dunia 2018 Inggris bisa menang dalam adu penalti ketika menaklukkan Kolombia 4-3 dalam adu penalti.

Sedangkan Timnas Argentina memiliki rekor adu penalti yang sangat impresif, terutama di ajang Piala Dunia, dengan catatan 6 kemenangan dan 1 kekalahan. Mereka memegang rekor kemenangan adu penalti terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Satu – satunya kekalahan dalam adu penalti dialami oleh Argentina di babak 8 besar Piala Dunia 2006.Saat itu Argentina takluk 2-4 dari Jerman dalam drama adu penalti.Tentu momen ini masih terekam jelas dalam ingatan Lionel Scaloni karena saat itu dirinya adalah bagian dari skuad Timnas Argentina. Demikian juga Lionel Messi yang saat itu juga bagian dari skuad Argentina di Piala Dunia 2006.

Siapakan yang akhirnya menang dalam pertarungan Inggris dengan Argentina ini? Menarik untuk kita tunggu dan saksikan.WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement