Prediksi PRANCIS vs SWEDIA Piala Dunia 2026Prediksi PRANCIS vs SWEDIA Piala Dunia 2026

Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Prancis akan bertemu Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan Prancis dengan Swedia akan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey Amerika Serikat pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 04.00 WIB.
Prancis sudah 23 kali bertemu dengan Swedia di berbagai pertandingan Internasional. Prancis memenangkan 12 pertandingan, 5 pertandingan dimenangkan Swedia dan 6 pertandingan berakhir imbang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada pertandingan UEFA Nations League yang berlangsung pada 18 November 2020 di Stade de France, Paris Prancis.
Saat itu Prancis berhasil menaklukkan Swedia dengan skor 4-2. Gol kemenangan Prancis dicetak oleh Benjamin Pavard, Kingsley Coman dan Olivier Giroud yang mencetak dua gol. Sedangkan gol Swedia dicetak oleh Viktor Claesson dan Robin Quaison .
Pelatih Prancis saat itu adalah Didier Deschamps dan pelatih Swedia adalah Peter Wettergren. Kini di Piala Dunia 2026 ini Prancis masih dilatih Didier Deschamps dan Swedia dilatih Graham Potter.
Di dalam skuad Prancis di Piala Dunia 2026 ini ada beberapa pemain yang tampil pada pertemuan terakhir dengan Swedia pada 18 November 2020 tersebut. Mereka adalah, Marcus Thuram, Kylian Mbappe, Adrien Rabiot dan Lucas Digne.

Kapten tim sekaligus bintang utama Prancis di Piala Dunia 2026 Kylian Mbappe
Sedangkan skuad Swedia di Piala Dunia 2026 yang tampil pada pertemuan terakhir dengan Prancis pada 18 November 2020 adalah, Victor Lindelof dan Alexander Isak
Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Prancis menempati urutan 2. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Swedia yang berada di peringkat 37. Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.
Prancis melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup I usai menyapu bersih laga melawan Senegal (3-1), Irak (3-0), dan Norwegia (4-1) dengan kemenangan. Prancis berstatus tim tersubur di fase grup berkat koleksi 10 gol dan cuma kemasukan dua gol dalam tiga laga. Surplus 8 gol merupakan yang terbaik di antara semua kontestan.
Di sisi lain, Swedia datang sebagai tim peringkat ketiga Grup F. Anak asuh Graham Potter sempat menang telak 5-1 atas Tunisia di laga pembuka, lalu balik dibabat Belanda 1-5, sebelum akhirnya menutup fase grup dengan imbang 1-1 melawan Jepang.
Rencana taktik Prancis bertumpu pada kualitas individu mereka yang luar biasa dan variasi serangan. Deschamps lebih menyukai duet gelandang bertahan yang sangat disiplin, Aurélien Tchouaméni dan Adrien Rabiot, untuk mengontrol tempo, memungkinkan para playmaker seperti Michael Olise dan Désiré Doué untuk membanjiri ruang-ruang setengah lapangan dan menciptakan peluang isolasi bagi Mbappé di sayap.
Senjata utama Swedia untuk melawan hal ini adalah transisi vertikal langsung. Anthony Elanga, yang baru saja mencetak gol jarak jauh melawan Jepang, memberikan kecepatan luar biasa bersama Alexander Isak dan Viktor Gyökeres untuk mendorong mundur garis pertahanan tinggi Prancis selama serangan balik.

Andalan lini tengah Swedia Yasin Ayari
Prancis akan berupaya untuk kembali menggunakan lini belakang inti mereka untuk melindungi Mike Maignan, karena menyadari bahwa kelengahan dalam melacak penguasaan bola terkadang membuat mereka terlihat pasif saat tanpa bola.
Sebaliknya, Swedia menghadapi tugas berat untuk menjaga gawang tetap bersih dengan konfigurasi pertahanan yang diubah. Oliver Zetterström perlu mengendalikan area penaltinya dengan sempurna, mengandalkan penjagaan ketat dari bek sayap untuk mencegah Dembélé dan Olise menciptakan jalur terbuka ke dalam kotak penalti.
Pilihan pemain di lini belakang kemungkinan akan menentukan dinamika pertandingan ini. Bek tengah Prancis, William Saliba, diistirahatkan saat melawan Norwegia karena masalah punggung yang masih berlanjut, tetapi bek Arsenal itu diperkirakan akan bermain meskipun masih belum fit betul untuk mengamankan posisinya sebagai starter.
Swedia memiliki dilema struktural yang jauh lebih besar. Bek tengah Isak Hien absen karena cedera, memaksa Potter untuk merombak lini belakangnya. Victor Lindelof diperkirakan akan mundur dari lini tengah ke posisi bek tengah untuk mengisi kekosongan, sementara sensasi bintang muda Tottenham Hotspurs, Lucas Bergvall, berpeluang menggantikan posisinya di lini tengah.

Kapten tim sekaligus andalan lini pertahanan Swedia Victor Lindelof
Swedia mengaku tidak gentar menghadapi Prancis. Asisten pelatih Swedia, Sebastian Larsson, menilai timnya justru berada dalam posisi tanpa beban, sehingga berpeluang membuat kejutan. Larsson yakin Swedia bisa menyingkirkan salah satu tim favorit juara tersebut.
Prancis kini dapat suntikan moral jelang pertandingan. Pelatih Didier Deschamps dipastikan kembali mendampingi Les Bleus di pinggir lapangan setelah sempat absen pada laga terakhir karena ibunya meninggal dunia. Media Prancis L'Equipe melaporkan Deschamps sudah bergabung dengan skuad dalam sesi latihan.
Salah satu hal yang sering dikritik dari Prancis adalah soal keseimbangan tim. Skuad Perancis lebih berat ke lini serang dengan sembilan penyerang yang dibawa ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Akan tetapi, Adrien Rabiot menyebut tidak ada masalah dengan soal keseimbangan tim Perancis. Menurut Rabiot, Perancis bisa mencari keseimbangan karena kuartet penyerang juga ikut membantu bertahan dalam situasi kehilangan bola.
Pelatih Prancis Didier Deschamps menambahkan, kekuatan Swedia terletak pada kekuatan fisik dengan set piece yang berbahaya. Seperti Rabiot, Deschamps menyebut deretan penyerang Swedia wajib diwaspadai jika Prancis tidak ingin kecewa.
Kendati perjalanan Prancis pada babak penyisihan grup relatif mulus, Deschamps merasa masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam organisasi permainan Prancis. Skuad Perancis, menurut Deschamps, masih terlalu banyak memberikan peluang bagi lawan. Prancis tetap lebih difavoritkan untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya. Kedalaman skuad, pengalaman di turnamen besar, serta ketajaman lini depan menjadi modal utama Prancis.
Kylian Mbappe sedang dalam performa impresif dengan koleksi 4 gol, sementara Ousmane Dembele baru saja hattrick saat Prancis menekuk Norwegia. Nama-nama lain seperti Michael Olise dan Rayan Cherki membuat lini serang Prancis menjadi salah satu yang paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Catatan 10 gol sepanjang fase grup menjadi bukti nyata.
Kendati demikian, Swedia tidak bisa dipandang sebelah mata. Alexander Isak dan Viktor Gyokeres punya kualitas untuk menghukum setiap kesalahan yang dibuat lini belakang Prancis. Graham Potter diprediksi mengandalkan transisi cepat dan serangan balik dengan kecepatan Anthony Elanga sebagai salah satu senjata utama dari sisi sayap.
Apabila Swedia mampu mencetak gol lebih dulu, jalannya laga berpotensi berubah dan tekanan justru bisa beralih ke Prancis. Namun, jika mengacu pada kualitas individu, kedalaman skuad, serta konsistensi kedua tim sejauh ini, Prancis berpeluang menang lebih besar.

Andalan lini pertahanan Prancis Dayot Upamecano
Perancis masih akan turun dengan formasi terbaiknya karena semua pemain tersedia. Kendati bek tengah William Saliba sempat dikabarkan cedera, Deschamps menyebut sang pemain siap turun menghadapi Swedia. Saliba akan mendampingi Dayot Upamecano di jantung pertahanan. Keduanya akan didampingi Jules Kounde dan Theo Hernandez di sisi kiri dan kanan pertahanan.Di bawah mistar kiper AC Milan Mike Maignan akan kembali menjadi pilihan utama.
Prancis kembali akan dipimpin Kylian Mbappe di lini depan, sementara Michael Olise di sayap kanan dan Desire Doue di sayap kiri. Ousmane Dembele akan bermain di tengah di belakang Mbappe. Jika permainan mereka buntu, Deschamps bisa mengubah sedikit posisi pemainnya, menukar posisi Dembele dan Olise. Adrien Rabiot akan kembali berpasangan dengan Aurélien Tchouaméni.
Prancis datang ke laga ini sebagai favorit, dan dengan kekuatan serangan mereka di lini depan, mudah untuk memahami mengapa banyak orang memperkirakan kemenangan yang nyaman.
Swedia memiliki pemain bintang yang mampu membahayakan pertahanan lawan, tetapi sulit membayangkan lini belakang mereka sendiri cukup tangguh untuk memberi mereka peluang meraih kemenangan.
Ousmane Dembele belum pernah mencetak satu gol pun di Piala Dunia sebelum turnamen dimulai, tetapi sekarang ia hanya berada di belakang Lionel Messi (enam) dalam daftar pencetak gol terbanyak setelah mencetak empat gol. Bintang Paris Saint-Germain itu kemungkinan akan ditempatkan di posisi yang lebih maju di belakang striker Kylian Mbappe.

Kreator serangan Prancis Ousmane Dembele
Tim asuhan Graham Potter bakal bermain bertahan dalam pertandingan ini, yang berarti bek sayap Alexander Bernhardsson dan Elliot Stroud harus selalu waspada. Viktor Gyokeres akan terus memimpin lini depan, dan ia berharap dapat mencetak gol internasional ke-22 untuk negaranya dalam penampilan ke-37-nya. Anthony Elanga dan Alexander Isak juga harus berada dalam performa terbaik mereka jika Swedia ingin menembus lini pertahanan Prancis.
Kylian Mbappe juga mengincar peluang untuk memecahkan rekor yang saat ini dipegang bintang Brazil Leonidas dan Ronaldo Luiz Nazario. Kedua bintang Brazil tersebut mencetak 8 gol dalam fase gugur Piala Dunia. Leonidas mencetak delapan gol dalam lima pertandingan di turnamen 1934 dan 1938, meskipun rekornya tersebut perlu dicatat bahwa kedua Piala Dunia yang diikutinya adalah kompetisi sistem gugur langsung. Sementara itu, Ronaldo mencetak delapan golnya dalam 10 pertandingan babak gugur, termasuk dua gol penentu kemenangan di final tahun 2002 melawan Jerman.
Hingga Piala Dunia 2022 lalu Kylian Mbappe sudah menyamai torehan 8 gol di babak gugur Piala Dunia seperti yang diraih Leonidas dan Ronaldo Luiz Nazario tersebut. Dan peluang terbuka bagi Mbappe untuk memecahkan rekor tersebut pada saat melawan Swedia di babak 32 besar nanti.
Pelatih Swedia Graham Potter bisa memanggil kembali Jesper Karlstrom untuk berdiri di depan lini pertahanan, tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa dia harus mengganti setidaknya satu dari tiga bek tengahnya, yang berarti Lindelof, Lagerbielke, dan Gudmundsson harus segera menyelaraskan permainan jika mereka ingin menghindari kebobolan gol di awal pertandingan. Pada akhirnya, sulit untuk melihat bagaimana Swedia akan mengatasi kelemahan pertahanan mereka tepat waktu untuk memberikan perlawanan yang cukup kuat guna menggagalkan Prancis.

Andalan lini depan Swedia Alexander Isak
Pertandingan diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi. Prancis akan berusaha mendominasi penguasaan bola sejak awal, sedangkan Swedia lebih memilih menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat. Keunggulan kualitas individu dan efektivitas permainan membuat Prancis lebih diunggulkan.
Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung ketat dengan permainan terbuka. Namun dengan keunggulan individu dari para pemain dan permainan atraktif dan kolektif Prancis dalam menyerang maka saya prediksi Prancis akan menang melawan Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 nanti.
Namun tentunya skuad Prancis perlu waspada karena tentunya Swedia akan memberi perlawanan ketat. Jika pertandingan sampai berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti tentunya Prancis harus waspada.
Pengalaman pahit Jerman dan Belanda yang difavoritkan untuk unggul di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini namun akhirnya tersingkir melalui adu penalti tentu harus menjadi perhatian skuad asuhan Didier Deschamps ini. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda