Breaking News
Memuat breaking news...

Presiden FIFA: Iran Tetap Main Di AS

Redaksi
Redaksi
Jumat, 1 Mei 2026 - 6.02 AM WIB
Presiden FIFA: Iran Tetap Main Di AS
Presiden FIFA Gianni Infantino di Antalya, Turkiye, pada 31 Maret 2026. Antara
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KANADA (Waspada.id): Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan bahwa tim nasional Iran akan tetap memainkan pertandingan Piala Dunia 2026 mereka di Amerika Serikat (AS).

Pernyataannya ini disampaikan pada pembukaan Kongres FIFA di Kanada, Junat (1/5) dini hari WIB, yang tidak dihadiri oleh delegasi Iran akibat adanya ketegangan diplomatik dan pembatasan visa.

"Izinkan saya memulai dari awal. Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026. Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," ujar Infantino yang dikutip dari The Guardian.

Dia menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga semangat olahraga. "Alasan untuk itu sangat sederhana, kita harus bersatu. Ini adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Absennya delegasi Iran di kongres yang berlangsung di Kanada ini menyoroti tantangan penyelenggaraan turnamen lintas negara. Ketidakhadiran tersebut berkaitan erat dengan latar belakang delegasi Iran, di mana Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj merupakan mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pemerintah Kanada telah memasukkan IRGC dalam daftar organisasi teroris sejak 2024. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa keputusan izin masuk dilakukan secara ketat dan setiap individu yang berafiliasi dengan IRGC tidak akan diizinkan masuk ke wilayahnya.

"Saya dapat memberikan jaminan dan fakta berikut. Seperti yang Anda ketahui, IRGC dan semua anggotanya telah terdaftar sebagai organisasi teroris selama beberapa tahun," ungkap Carney.

"Para anggota dilarang datang. Kami memiliki serangkaian penyaringan, dan kami mengambil tindakan. Tidak ada anggota yang memasuki negara ini."

Ketidakhadiran perwakilan Iran ini menambah rumit perundingan di balik layar, mengingat format Piala Dunia 2026 dengan 48 tim yang diselenggarakan bersama oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko menuntut mobilitas perlintasan batas negara yang intens bagi tim dan staf.

Meski Iran telah berhasil lolos kualifikasi, partisipasi mereka diwarnai polemik. Pihak Teheran sebelumnya telah mengajukan permohonan agar lokasi pertandingan mereka dipindahkan dari wilayah AS.

Namun, FIFA menolak permintaan tersebut dan bersikeras bahwa jadwal serta lokasi yang telah ditetapkan tidak akan diubah.

Dari sisi tuan rumah, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan lalu menyatakan bahwa Washington tidak keberatan dengan partisipasi para pemain Iran di Piala Dunia.

Kendati demikian, Rubio memberikan syarat tegas bahwa para pemain tidak diperbolehkan membawa serta pihak-pihak yang memiliki ikatan dengan IRGC. (id08/ant)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement