Breaking News
Memuat breaking news...

Prof Dr Husni Mubarak: Empat Kriteria Mukmin Yang Mukhbitin

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 2.35 PM WIB
Prof Dr Husni Mubarak: Empat Kriteria Mukmin Yang Mukhbitin
Guru Besar Bidang Ilmu-Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Husni Mubarrak A Latief Lc MA.(Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH BESAR (Waspada.id): Setiap umat telah diutus Rasul yang mengabarkan dan mendakwahkan kepada mereka akan pentingnya tauhid kepada Allah dan masing-masing mereka memiliki tata cara ibadah (mansak) tersendiri sebagai manifestasi rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Maka dari itu, beritakanlah kabar gembira bagi mereka yang menjadi hamba Allah yang mukhbitin.

Secara kebahasaan, mukhbitin bermakna bersungguh-sungguh dan tekun dalam ibadahnya. Namun Al-Qur’an dengan kekayaan makna yang dimilikinya, mememiliki pendekatan tersendiri dalam memahami makna ayat (mukhbitin) tersebut.

Guru Besar Bidang Ilmu-Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Husni Mubarrak A Latief Lc MA menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul Maghfirah Dusun Beurami, Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, (07/08/2026) bertepatan 23 Safar 1448 Hijriah.

Allah Swt berfirman: “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

“(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang melaksanakan salat, dan orang-orang yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS Al Hajj: 34-35)

Prof Husni Mubarrak menjelaskan, dalam ayat 35 surat Al-Hajj, Allah mendiskripsikan ciri hamba Allah yang mukhbitin adalah mereka yang senantiasa memiliki empat kriteria: Pertama, mereka senantiasa mengingat Allah sehingga hatinya selalu tergetar ketika mengingat-Nya. Makna mengingat (dzikr) di sini dalam pengertian yang luas, di mana seorang mukmin atau hamba Allah merasakan betul kehadiran Allah dan pengawasan-Nya dalam setiap derap langkah dan tindak-tanduk manusia dalam kehidupannya.

“Dalam pengertian ini, seorang mukmin bukan hanya bertakwa dalam artian takut berbuat dosa sebab senantiasa dalam pengawasan Allah atas segala lika-liku kehidupannya. Namun juga mengingat Allah berarti menguapayakan untuk beribadah yang terbaik dan sebaik-baiknya dalam menyembah Allah, yang merupakan manifestasi dari makna ihsan,” ungkapnya.

Kedua, mukmin yang mukhbitin senantiasa diliputi sifat dan sikap sabar. Pengertian sabar di sini bukan hanya dalam makna pasif, bersabar atas segala musibah yang menimpa dan menerimanya dengan penuh sikap ridha, seperti dipahami oleh fatalism (jabariyyah).

Sabar juga harus dimaknai dalam pengertia aktif, sebab sabar juga harus terbangun dan terbentuk dalam menjaga ketaatan kepada Allah Swt, serta sabar dalam menghindarkan diri dari segala perbuatan maksiat. “Di sini, berarti sabar haruslah dinamis sehingga bisa mengubah keadaan yang dihadapi menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ketiga, krtiteria berikutnya dari mukmin yang mukhbitin adalah mereka senantiasa menjaga ibadah shalat lima waktu sebagai pengingat dan penguat jalinan dengan Allah Swt.

“Sementara yang keempat, dia senantiasa menginfakkan sebagian hartanya untuk kepedulian atas sesama, baik itu infak harta yang wajib berupa zakat, maupun yang sunnah lainnya, seperti sedekah dan wakaf,” pungkas Prof Husni Mubarrak.(id66)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement