Prof Syahrin Motivasi "Pemilik Masa Depan" Santri Pesantren Dârussalâm Padang Lawas Utara

PADANG LAWAS UTARA (Waspada id) : Guru Besar Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, M.A, menyatakan suatu kehormatan baginya bisa berdialog langsung dengan 2.600 santri Pondok Pesantren Dârussalâm Parmeraan, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.
Selain itu, Pimpinan Pondok Pesantren Dârussalâm, Syeikh K.H. Habullah Ritonga, menyambut hangat menyampaikan "Selamat Datang" di Pesantren, milik umat Islam dan milik semua ulama dan intellektual Muslim.
Dalam kunjungan dan silaturahmi tersebut, Prof. Syahrin Harahap yang hadir di hadapan ribuan santri—yang disebutnya sebagai "pemilik masa depan"—menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat menuntut ilmu dalam pandangan Islam.
"Ilmu pengetahuan adalah nur (cahaya), dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada orang yang durhaka," pesan Prof. Syahrin mengawali dialog dengan penuh takzim bersama ribuan santri Pondok Pesantren Dârussalâm, Senin (28/9/2026).
Prof. Syahrin Harahap mengingatkan para santri bahwa ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang sangat mulia.
Prof. Syahrin mengatakan, karena ilmu adalah cahaya, maka proses untuk meraihnya merupakan sebuah bentuk pendakian spiritual menuju Rabbul 'Âlamîn. Oleh karena itu, tekad para santri untuk datang dan menimba ilmu di kawasan Kecamatan Dolok merupakan bagian dari perjalanan suci pendakian tersebut.
Lebih lanjut, Prof. Syahrin mengaitkan filosofi mulia di balik penamaan institusi tersebut. Nama Dârussalâm mengisyaratkan bahwa setelah melalui proses pendakian yang panjang menuju Sang Pencipta serta turunnya cahaya ilmu bagi para santri, kelak mereka layak untuk bertempat tinggal di Dârussalâm—negeri yang penuh dengan keamanan, kedamaian, dan keselamatan.
"Pondok Pesantren Dârussalâm dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang kini tengah mengalami kemajuan pesat.

Keberadaannya tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga semakin diminati oleh masyarakat Muslim dari berbagai penjuru di Indonesia hingga kawasan Asia Tenggara," ungkap Prof. Syahrin.
Diakhir dialog tersebut, ditutup dengan penuh khidmat, meninggalkan motivasi kuat bagi ribuan santri untuk terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu demi menyongsong masa depan yang gemilang bagi agama, bangsa, dan sesama.
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda