Breaking News
Memuat breaking news...

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, UMKM Hingga BUMDes Ikut Terdongkrak

Redaksi
Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 - 8.31 AM WIB
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, UMKM Hingga BUMDes Ikut Terdongkrak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Program Badan Gizi Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Tak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, program ini juga berhasil membuka jutaan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi daerah melalui rantai pasok pangan.

Berdasarkan data terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) yang dikutip Sabtu (23/5/2026), program MBG telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja. Para pekerja tersebut terlibat langsung dalam operasional 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Tenaga kerja yang terserap memiliki peran penting dalam menyiapkan hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada 62,45 juta penerima manfaat. Sasaran program meliputi peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri di pondok pesantren.

Tak hanya membuka lapangan kerja, program MBG juga disebut berhasil menghidupkan ekosistem usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan yang melibatkan pelaku usaha dari tingkat desa hingga nasional.

Perputaran ekonomi dari program ini mulai dirasakan para pelaku usaha akar rumput. Hingga 22 Mei 2026, tercatat sebanyak 142.387 pemasok aktif terlibat dalam rantai bisnis MBG.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 pemasok berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sementara 13.306 lainnya merupakan koperasi.

Selain itu, kelembagaan ekonomi desa juga ikut berperan besar. Tercatat terdapat 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta 157 Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan program.

Sementara itu, sebanyak 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung logistik.

Keterlibatan masif pelaku usaha lokal ini membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi langsung menyentuh petani, peternak, nelayan, hingga pedagang kecil di daerah.

Besarnya kebutuhan operasional SPPG juga menjadi pendorong utama tingginya serapan komoditas lokal. BGN mencatat satu unit SPPG rata-rata membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan.

Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan untuk memenuhi kebutuhan menu dua kali dalam sepekan.

Kebutuhan susu segar pun cukup besar. Setiap unit SPPG rata-rata menyerap sekitar 450 liter susu segar per hari agar setiap penerima manfaat memperoleh jatah sekitar 150 mililiter susu.

Besarnya dampak program MBG sebelumnya juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Sidang Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026).

“Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” ungkap Prabowo. (lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement