Breaking News
Memuat breaking news...

Program Pemberdayaan Masyarakat Inalum Raih Dua Penghargaan ISDA 2026

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 4.30 PM WIB
Program Pemberdayaan Masyarakat Inalum Raih Dua Penghargaan ISDA 2026
Pelaku usaha Gubuk Jamur Dani dan program pemberdayaan masyarakat PT Inalum mendapat penghargaan dari ISDA. Waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 diraih PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melalui program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung.

Kepala Grup Layanan Strategis Inalum, Daniel Hutauruk, kepada wartawan, Selasa (20/10), mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi perusahaan bersama masyarakat dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian.

“Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan dengan semangat untuk memperkuat kapasitas masyarakat sehingga mereka dapat mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Daniel.

ISDA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penilaian ISDA mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs dan penyelenggaraannya berlandaskan prinsip ISO 26000.

Program Pemberdayaan Masyarakat Inalum Raih Dua Penghargaan ISDA 2026

Program Inalum yang mendapatkan penghargaan Gold adalah Bank Sampah Berseri. Program ini dikembangkan di Desa Kuala Tanjung dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mendorong masyarakat melihat sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Program ini rata-rata berhasil mengelola 76.444,6 kg sampah organik dan 22.346,8 kg sampah anorganik per tahun, sekaligus mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Program dilakukan melalui pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, serta peningkatan keterlibatan masyarakat dan sekolah sebagai nasabah. Dengan demikian, selain membantu mengurangi sampah, program tersebut juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah.

Sementara itu, Gubuk Jamur Dani merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budi daya jamur tiram putih. Sebelum mendapatkan bantuan dari PT Inalum, Gubuk Jamur Dani memiliki kapasitas produksi sebanyak 90 baglog per hari dengan hasil panen berkisar 3–8,5 kilogram per hari. Melalui intervensi berupa bantuan mesin steamer, kapasitas produksi meningkat menjadi 270 baglog per hari dengan hasil panen mencapai 7–22 kilogram per hari.

Program ini juga mencakup pendampingan untuk memperkuat proses budi daya dan mengembangkan usaha secara lebih produktif dan berkelanjutan. Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang dan mampu membukukan pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan.

Melalui program ini, PT Inalum mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Dua program tersebut menunjukkan pendekatan Inalum dalam menjalankan TJSL dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan.

Program Pemberdayaan Masyarakat Inalum Raih Dua Penghargaan ISDA 2026

Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi lokal, Inalum terus mendorong agar program TJSL dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam aspek lingkungan maupun ekonomi.

Menurut Daniel, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.

“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Penghargaan ISDA 2026 menjadi dorongan bagi Inalum untuk terus mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Dengan semangat tumbuh bersama masyarakat, Inalum berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif yang dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. (id43)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement