Breaking News
Memuat breaking news...

Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026: 305 Murid SMA Ikuti Peningkatan Kapasitas Bahasa Non-Anglophone di UI

Redaksi
Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026 - 2.21 PM WIB
Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026: 305 Murid SMA Ikuti Peningkatan Kapasitas Bahasa Non-Anglophone di UI
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025, Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) merupakan program pengayaan dan penguatan mutu yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) di Indonesia.

Pasal 19 Perpres Nomor 116 Tahun 2025 secara khusus mengatur tentang sasaran, mekanisme pengayaan, dan regulasi turunan bagi SUGT. Ayat 1 pada pasal tersebut menjelaskan bahwa SUGT menyasar SMA/MA yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun masyarakat. Sekolah-sekolah tersebut kemudian diberikan program pengayaan oleh Kementerian, yang meliputi pelatihan manajemen sekolah, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta pembinaan siswa.

Salah satu skema atau segmen SUGT berupa pengayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas kemahiran bahasa asing non-Anglophone (bukan bahasa Inggris), seperti bahasa Jerman, Rusia, Jepang, Korea, dan beberapa bahasa lainnya. Dalam pelaksanaannya, Kemdiktisaintek bekerja sama dengan universitas mitra, termasuk Universitas Indonesia.

Melalui skema ini, siswa yang terpilih melalui proses seleksi oleh Kemdiktisaintek akan dijadwalkan menerima pendampingan terkait kesiapan bahasa dan proses pendaftaran ke universitas luar negeri. Pendampingan ini mencakup persiapan uji prediksi bahasa asing, penyusunan personal statement dan motivation letter, serta pengembangan citra diri (personal branding) dan kegiatan kolaboratif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai bagian dari pengenalan lingkungan akademik dan riset internasional.

Berdasarkan surat dari Kepala Lembaga Bahasa Internasional, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (LBI FIB UI), nomor 8927/UN2.F7.LBI/PDP.01.05.03/2026 tertanggal 25 September 2026, sebanyak 305 siswa dari berbagai SMA di seluruh penjuru negeri diundang untuk berpartisipasi dalam program peningkatan kapasitas bahasa asing non-Anglophone, yang menyajikan bahasa-bahasa seperti Jerman, Rusia, Jepang, Korea, dan lainnya. Berlangsung dari 28 September hingga 12 Desember 2026, kegiatan ini merupakan skema pengayaan di bawah program SUGT.

Salah satu dari 305 siswa yang terpilih untuk mengikuti program ini adalah Ajeng Salma Layla Amira murid kelas XI-H SMA Negeri 8 Jakarta. Penulis buku Innovation in Motion: From Ideas to Impact yang juga merupakan pendiri Komunitas Anak Sadar Hukum (Koandarkum) ini terpilih untuk mengikuti program pengayaan kapasitas bahasa Jerman guna melengkapi

kemahiran tingkat B2.1 yang telah ia raih sebelumnya di Goethe-Institut Jakarta.

Melalui rangkaian kegiatan pengayaan ini, para siswa diharapkan dapat lebih siap, baik dari segi kemahiran bahasa dan dokumentasi akademik, maupun pemahaman mereka mengenai lingkungan pendidikan di negara tujuan. Sebanyak 305 siswa tersebut telah memulai pelatihan intensif mereka, yang menandai tahap awal dalam mempersiapkan rencana studi internasional selagi masih duduk di bangku SMA.(id29)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement