Progres Penanganan Bencana di Jalan Nasional Agara-Gayo Lues Capai 99 Persen


KUTACANE (Waspada.id): Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Jaya Juliadi, memaparkan progres penanganan bencana hidrometeorologi di ruas jalan nasional Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane tahun 2026.
Selain pekerjaan overlay aspal, patching, penanganan banjir di Desa Kuning, serta longsor di Gunung Gurah, Ketambe, dan Jongar, sejumlah pekerjaan tanggap darurat juga terus dikebut.
"Per tanggal 12 Oktober 2026, progres pekerjaan menunjukkan hasil positif di hampir seluruh titik," ujar Jaya, Ahad lalu.
Ia merinci, untuk pekerjaan tanggap darurat ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane, rencana 75,49 persen, realisasi mencapai 75,52 persen atau deviasi +0,04 persen. Sementara tanggap darurat secara umum telah rampung 100 persen.

Untuk pekerjaan permanen di empat titik longsoran dan dua jembatan, rencana 78,12 persen, realisasi 78,26 persen atau deviasi +0,14 persen.
Rinciannya, penanganan di Kafe Tingir (KC 06) dengan bored pile dan rekonstruksi jalan, rencana 50,79 persen, realisasi 52,65 persen atau deviasi +1,86 persen.
Di Ketambe (KC 05) dengan soldier pile dan rekonstruksi jalan, rencana 95,36 persen, realisasi 95,69 persen atau deviasi +0,33 persen.
Penggantian Jembatan Lawe Penanggalan (KC 03) dengan bore pile, rencana 32,27 persen, realisasi 33,38 persen atau deviasi +1,11 persen.

Penanganan di Lawe Ger-Ger (KC 02) dengan DPT dan rekonstruksi jalan, rencana 96,23 persen, realisasi 96,71 persen atau deviasi +0,48 persen.
Di Bener Berpapah (KC 01) dengan DPT dan rekonstruksi jalan, rencana 93,27 persen, realisasi 94,69 persen atau deviasi +1,42 persen.
Sementara rehabilitasi Jembatan Mengkudu (KC 00) dengan bore pile, rencana 99,98 persen, realisasi 99,99 persen atau deviasi +0,01 persen.

Adapun untuk penggantian Jembatan Pantai Dona, rencana 71,55 persen, realisasi 60,47 persen atau deviasi -11,08 persen.
Sementara untuk preservasi jalan dan jembatan Batas Gayo Lues-Aceh Tenggara hingga Batas Sumut oleh PT Benua Cipta Sumatera, rencana 100 persen, realisasi 99,03 persen atau deviasi -0,97 persen.
Sedangkan penanganan longsoran oleh PT Horas Bangun Persada dengan block beton dan bronjong, rencana 45,16 persen, realisasi 35,20 persen atau deviasi -9,96 persen.

Jaya menegaskan, pihaknya terus mendorong percepatan pekerjaan agar akses jalan nasional yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Aceh Tenggara kembali normal.(id80)
Berita Terkait






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda