Breaking News
Memuat breaking news...

Proyek Bendungan Aek Sarulla Rp24,4 Miliar Disorot, Petani Khawatir Kekurangan Air

Redaksi
Redaksi
Senin, 31 Agustus 2026 - 3.57 PM WIB
Proyek Bendungan Aek Sarulla Rp24,4 Miliar Disorot, Petani Khawatir Kekurangan Air
Proyek Rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, senilai sekitar Rp24,4 miliar, masih dalam tahap pengerjaan. Waspada.Id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TAPUT (Waspada.id): Proyek rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), senilai Rp24,4 miliar, menuai keluhan dari sejumlah petani.

Pekerjaan yang bersumber dari UPTD Pengelolaan Sibundong Batangtoru, Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), itu disebut warga berdampak terhadap aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air bagi areal persawahan mereka.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena keluhan muncul menjelang musim tanam. Warga mengaku khawatir terganggunya aliran air dapat berdampak terhadap rencana penanaman padi.

Salah seorang warga bermarga Siburian mengatakan, saluran irigasi menuju persawahan mereka terganggu akibat pekerjaan rehabilitasi bendungan.

“Saluran irigasi tertutup akibat pekerjaan proyek, sehingga aliran air ke persawahan kami macet,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi proyek.

Keluhan serupa disampaikan Boru Siregar. Menurutnya, petani saat ini mulai mempersiapkan lahan untuk memasuki musim tanam, sehingga ketersediaan air menjadi kebutuhan utama.

“Padahal saat ini sudah mau musim tanam. Kami khawatir kalau air tidak lancar, bagaimana kami bisa menanam,” katanya.

Pengawas Proyek Rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla, Rinaldi Sianturi, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya telah merespons keluhan warga dengan mengalirkan air ke wilayah Pasar.

“Merespons keluhan warga, air sudah kami jalankan ke wilayah pasar,” ujar Rinaldi melalui pesan WhatsApp, Minggu malam (30/8).

Namun, penjelasan tersebut belum menjawab secara rinci bagaimana mekanisme pengaliran air ke areal persawahan selama pekerjaan berlangsung, termasuk apakah seluruh kebutuhan air petani telah kembali terpenuhi.(***)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement