Proyek Bendungan Aek Sarulla Rp24,4 Miliar Disorot, Petani Khawatir Kekurangan Air


TAPUT (Waspada.id): Proyek rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), senilai Rp24,4 miliar, menuai keluhan dari sejumlah petani.
Pekerjaan yang bersumber dari UPTD Pengelolaan Sibundong Batangtoru, Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), itu disebut warga berdampak terhadap aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air bagi areal persawahan mereka.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena keluhan muncul menjelang musim tanam. Warga mengaku khawatir terganggunya aliran air dapat berdampak terhadap rencana penanaman padi.
Salah seorang warga bermarga Siburian mengatakan, saluran irigasi menuju persawahan mereka terganggu akibat pekerjaan rehabilitasi bendungan.
“Saluran irigasi tertutup akibat pekerjaan proyek, sehingga aliran air ke persawahan kami macet,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi proyek.
Keluhan serupa disampaikan Boru Siregar. Menurutnya, petani saat ini mulai mempersiapkan lahan untuk memasuki musim tanam, sehingga ketersediaan air menjadi kebutuhan utama.
“Padahal saat ini sudah mau musim tanam. Kami khawatir kalau air tidak lancar, bagaimana kami bisa menanam,” katanya.
Pengawas Proyek Rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla, Rinaldi Sianturi, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya telah merespons keluhan warga dengan mengalirkan air ke wilayah Pasar.
“Merespons keluhan warga, air sudah kami jalankan ke wilayah pasar,” ujar Rinaldi melalui pesan WhatsApp, Minggu malam (30/8).
Namun, penjelasan tersebut belum menjawab secara rinci bagaimana mekanisme pengaliran air ke areal persawahan selama pekerjaan berlangsung, termasuk apakah seluruh kebutuhan air petani telah kembali terpenuhi.(***)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda