Breaking News
Memuat breaking news...

Proyek Drainase Rp1,99 Miliar Amburadul, Warga Kelurahan Hamdan Protes

Redaksi
Redaksi
Kamis, 15 Oktober 2026 - 4.09 PM WIB
Proyek Drainase Rp1,99 Miliar Amburadul, Warga Kelurahan Hamdan Protes
Pekerjaan peningkatan sistem drainase lingkungan di Jl. Kenanga, Jl. Melati dan Jl. Tanah Lapang Kecil, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id) Pekerjaan peningkatan sistem drainase lingkungan di Jl. Kenanga, Jl. Melati dan Jl. Tanah Lapang Kecil, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, sepertinya terbengkalai. Proyek senilai Rp1.998.842.996 itu amburadul, dan membebani warga sekitar.

Berdasarkan plank proyek yang ada di lokasi, pekerjaan dengan nomor kontrak 013/SP/12.1/APBD/2026 dimulai 29 Juli 2026 dengan masa kerja 148 hari. Namun baru 79 hari pekerjaan, Kamis (15/10/2026) tidak terlihat lagi alat berat di lokasi, dan kondisi di lapangan terlihat berantakan.

Warga disana mengatakan, alat berat sudah tidak kelihatan sejak Selasa (2/10/2026), sehingga ada anggapan proyek drainase itu telah selesai dengan meninggalkan kerusakan sejumlah fasilitas umum (fasum), seperti rusaknya aspal jalan, jebolnya titi beton akses rumah warga, dan patahnya palang besi di kawasan perumahan warga.

Kerusakan-kerusakan tersebut tampaknya tidak menjadi perhatian pihak pelaksana pekerja CV. Usaha Sabeena. Sebab menurut warga, mereka terpaksa memperbaiki sendiri titi beton akses ke rumah mereka, dengan biaya mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta. Bahkan salah satu warga ada yang membayar Rp12 juta kepada pekerja kontraktor untuk perbaikan titinya.

"Kami tunggu tidak ada tanda-tanda pihak kontraktor memperbaiki titi ke rumah kami, sudah berjalan hampir tiga bulan. Kami kesulitan keluar masuk rumah, sehingga terpaksa memperbaikinya sendiri," sebut warga, kemudian melayangkan surat protes ke pihak kontraktor dan PU Kota Medan.

Lebih parahnya, jalan yang semula aspal mulus kini rusak dan berdebu, portal patah dan yang membuat kebingungan warga, air di gorong-gorong hasil korekan alat berat tidak mengalir, sehingga dikhawatirkan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Warga mengatakan, surat protes kepada pihak kontraktor dan PU Kota Medan, hingga saat ini belum ditanggapi. Warga juga mendapat info, kalau pekerjaan itu dihentikan karena salah perencanaan atau tidak sesuai speck.

Seharusnya, kata warga, kontraktor memerhatikan ketelitian dan kehati-hatian dalam pelaksanaan pekerjaan. "Hal itu penting, apalagi pekerjaan tersebut berada di tengah perumahaan masyarakat," kata mereka.

Masih Berlanjut

Terkait persoalan itu, pihak CV Usaha Sabeena, Ilham dikonfirmasi mengatakan pekerjaan drainase masih berlanjut. Ia pun berharap warga bersabar. "Saya minta warga bersabar, pekerjan tidak dihentikan," kata dia dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026) sore.

Mengenai aspal yang rusak, menurut Ilham akan dinormalisasi kembali, termasuk palang besi. Tetapi terkait titi beton akses ke rumah warga, menurutnya memang tidak diperbolehkan pembetonan.

Hal sama dikatakan Petugas Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.Saritua Sihotang. Dihubungi terpisah, ia mengatakan pekerjaan masih berlanjut. "Pekerjaan tidak ada diberhentikan gara- gara tidak sesuai dengan speck. Pekerjaan dilanjutkan, saat ini hanya tinggal pekerjaan minor dan finising. Finising cor celah dan cor plat beton, dan lain-lain," sebutnya.(id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement