Proyek P3TGAI Aceh Tenggara Dituding Sarat Masalah, Kelompok Tani Hanya Terima "Sewa Kelompok"


KUTACANE (Waspada.id): Sejumlah warga dan unsur kelompok tani di Aceh Tenggara menuding proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) sarat persoalan. Selain diduga kualitas pekerjaan rendah, muncul dugaan kelompok tani hanya dijadikan nama, sementara pelaksanaan dikerjakan pihak lain dan pengawasan dinilai lemah.
Salah seorang pengurus kelompok tani bernama Adi S mengaku kepada Waspada.id bahwa kelompoknya hanya menerima Rp10 juta sebagai uang "sewa kelompok", sementara pekerjaan proyek di Desa Salang Alas, Kecamatan Badar dilaksanakan oleh pihak lain yang disebutnya YN.

"Kami kelompok tani hanya diberikan uang Rp10 juta sebagai uang sewa kelompok," ujar Adi S.
Sulmi Hasan, warga setempat, mengungkap kecurigaan serupa. Ia menyebut proyek terkesan tertutup, diduga diperjualbelikan, dan sebagian besar hanya mengatasnamakan kelompok tani. Ia juga menilai banyak titik proyek yang selesai beberapa minggu lalu sudah retak dan kondisinya memprihatinkan.
Dari pantauan lapangan, sejumlah titik saluran irigasi terkesan dikerjakan secara asal‑asalan. Sumber lain menyebut ada saluran yang tidak dicor lantai, tanpa galian pondasi, sebagian dinding retak, miring, berlubang, dan terkesan dilaksanakan secara dadakan tanpa perencanaan matang.
Kadis Pertanian Aceh Tenggara Riskan SP mengaku belum mendapatkan koordinasi yang memadai dari pengelola P3TGAI. Kepada Waspada.id Jumat (30/10), ia menyatakan tidak mengetahui secara rinci lokasi dan titik‑titik kegiatan proyek tersebut.

"Dimana lokasinya, dimana saja titik kegiatannya kami tak tahu, karena pengelola P3TGAI tak pernah sekali pun berkoordinasi dan bertemu dengan kami," ujar Riskan.
Kritik warga juga ditujukan kepada pengawasan yang dinilai lemah terhadap ratusan titik proyek P3TGAI yang tersebar di Aceh Tenggara. Warga khawatir apabila saluran irigasi yang rusak sejak awal tidak segera diperbaiki, maka manfaat bagi petani tidak akan terwujud.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola P3TGAI belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan "sewa kelompok", kualitas pekerjaan, serta kurangnya koordinasi dengan Dinas Pertanian Aceh Tenggara. Waspada.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.(id79)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda