Proyek Revitalisasi Sekolah di Lhokseumawe Tetap Dipacu di Tengah Kelangkaan Material


LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Meskipun bahan material mengalami kelangkaan dan mahal, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah tahun 2026 di Kota Lhokseumawe yang terus dipacu agar segera rampung.
Hal itu diungkapkan Kadis Pendidikan Lhokseumawe Yuswardi kepada Waspada.id, Senin (31/8/2026), terkait pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah di tengah kelangkaan bahan material.
Dikatakannya, kelangkaan bahan material, terutama semen, sempat memengaruhi laju aktivitas pembangunan fisik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, S.K.M., M.S.M. (Zainuddin Abdullah/Waspada.id)
Dalam sepekan terakhir, semua toko bangunan sama sekali tidak memiliki persediaan stok semen. Sehingga, pembangunan rumah masyarakat, pekerjaan rehabilitasi bangunan, hingga berbagai proyek pemerintah maupun swasta dikhawatirkan mengalami keterlambatan, bahkan terancam gagal diselesaikan sesuai target.
Yuswardi mengaku dirinya sangat bersyukur karena di tengah kelangkaan material, justru pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah tetap dikebut tanpa hambatan.
Sampai hari ini, pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah masih berjalan, mendekati persentase progres dan rata-rata mencapai 63 persen pengerjaannya.

Yuswardi menegaskan pembangunan proyek revitalisasi sekolah tidak boleh terhenti atau terlambat karena alasan kelangkaan material. Sebab, proyek revitalisasi sekolah telah dinantikan oleh para murid dan siswa agar dapat belajar di ruang kelas baru.
“Insyaallah bulan September depan, proyek revitalisasi sekolah akan rampung 100 persen. Tentunya hal ini harus sesuai target yang telah ditentukan,” tegasnya. (Id72)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda