Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Proyek Turap Pasar Lama Batubara Tuai Protes, Warga Desak Audit

Redaksi
Redaksi
Selasa, 3 November 2026 - 1.52 PM WIB
Proyek Turap Pasar Lama Batubara Tuai Protes, Warga Desak Audit
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BATUBARA (Waspada.id): Laporan penyelesaian pekerjaan proyek turap timbun sepanjang ratusan meter di ruas Jalan Pasar Lama, yang menghubungkan Lingkungan II Kampung Nipah dengan Lingkungan III Simpang Geho, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, serta pelaksanaan perawatan jalan senilai puluhan juta rupiah, diminta untuk diaudit kembali oleh Aparat Penegak Hukum (APH) maupun lembaga terkait.

Audit ulang tersebut dapat berupa re-audit, audit investigasi, atau perhitungan kerugian keuangan negara. Hal itu menyusul dugaan adanya praktik KKN dan pelaksanaan pekerjaan yang dinilai mengecewakan masyarakat.

Proyek fisik di bawah pengawasan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kabupaten Batubara tersebut sejak dibangun pada 2025 hingga pelaksanaannya sampai sekarang terus mengundang tanda tanya dan mendapat protes dari masyarakat.

Proyek Turap Pasar Lama Batubara Tuai Protes, Warga Desak Audit



Pasalnya, proyek yang menelan anggaran hampir Rp140 juta bersumber dari APBD Batubara Tahun 2025 dan anggaran perawatan Tahun 2026 itu tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Terutama saat musim penghujan, ruas jalan tersebut berubah menjadi seperti kubangan kerbau dan berlumpur. Kondisi itu diduga akibat pembangunan yang menggunakan tanah merah atau tanah kuning sebagai material penimbunan.

"Lihat itu, warga terpaksa berjalan di atas turap karena kondisi jalan yang ditimbun becek bagai kubangan lumpur. Kondisi ini terjadi sejak pembangunan terlaksana sampai sekarang. Jalan tidak dapat dimanfaatkan secara sempurna oleh masyarakat selaku pihak yang menikmati dan merasakan hasil pembangunan yang dialokasikan Pemkab Batubara," sebut Iqbal, salah seorang warga, sambil menunjuk ke arah warga yang sedang berjalan meniti tembok turap untuk keluar beraktivitas, Selasa (3/11).

Dampak pembangunan tersebut juga dirasakan warga setempat yang memiliki kendaraan bermotor, becak motor (betor), maupun mobil. Sebelumnya, mereka leluasa keluar masuk jalan dan memarkirkan kendaraan di depan rumah. Namun, sekarang terpaksa menitipkan kendaraan di luar atau di tempat penyimpanan karena ruas jalan tidak dapat dilalui, terlebih saat musim penghujan seperti sekarang.

Begitu juga anak-anak sekolah. Biasanya, mereka dapat melintasi Pasar Lama sebagai salah satu jalan alternatif terdekat menuju sekolah. Namun, kini terpaksa menempuh Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang ramai dilalui kendaraan bermotor.

Proyek Turap Pasar Lama Batubara Tuai Protes, Warga Desak Audit



Terkait hal itu, APH atau lembaga berwenang lainnya diminta melakukan audit atau audit ulang terhadap pelaksanaan proyek turap timbun Pasar Lama Labuhanruku yang dinilai mengecewakan masyarakat tersebut.

Lembaga yang dapat melakukan pemeriksaan antara lain Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP/Inspektorat). Selanjutnya, kasus tersebut dapat diserahkan kepada APH apabila ditemukan indikasi KKN.

Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Batubara, Tavi, yang dihubungi melalui telepon seluler tidak berhasil dikonfirmasi, meskipun sambungan telepon terdengar berdering. Sementara itu, pesan singkat (SMS) yang dikirimkan hingga berita ini dikirim belum mendapat balasan.(id39)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement