Breaking News
Memuat breaking news...

PS 08 Dukung Kapolri Berantas Narkoba, Ahmad Khairuddin: Lindungi Generasi Muda

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 - 2.49 PM WIB
PS 08 Dukung Kapolri Berantas Narkoba, Ahmad Khairuddin: Lindungi Generasi Muda
Ahmad Khairuddin, M.Si. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): – Sekretaris Jenderal Pasukan Setia (PS) 08 Indonesia Raya, Ahmad Khairuddin, M.Si., mendukung langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memberantas jaringan peredaran narkoba di Indonesia. Upaya tersebut dinilainya sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Dukungan itu disampaikan Ahmad Khairuddin melalui siaran pers kepada wartawan di Medan, Rabu (28/10/2026). Ia juga mengapresiasi jajaran kepolisian, khususnya Polda Sumatera Utara, atas upaya pengungkapan kasus dan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba.

“Jajaran PS 08 sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba di Tanah Air yang saat ini dijalankan oleh Kapolri. Pemberantasan narkoba merupakan bagian dari agenda strategis Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurutnya, pemetaan kawasan rawan peredaran narkotika dan identifikasi bandar perlu diikuti penindakan terhadap seluruh mata rantai jaringan, termasuk pemasok dan pengendali peredaran.

Ia juga meminta aparat tidak hanya berfokus pada titik-titik peredaran narkoba di tengah masyarakat, tetapi turut mendalami dugaan jaringan yang beroperasi dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Pemetaan kawasan rawan dan identifikasi bandar merupakan langkah penting. Namun, pemberantasan narkoba tidak boleh hanya menyasar kampung-kampung atau titik peredaran di tengah masyarakat. Jaringan yang beroperasi dari dalam lapas juga harus diusut dan ditindak tegas apabila terbukti melanggar hukum,” katanya.

Menurut Ahmad, penegakan hukum harus menjangkau seluruh pihak yang terbukti terlibat, mulai dari pemasok, bandar, pengendali jaringan, hingga pihak yang membantu distribusi narkotika. Penindakan juga harus dilakukan secara profesional tanpa membedakan jabatan, kedudukan, maupun lokasi aktivitas pelaku.

Ia menekankan pentingnya membongkar aktor utama di balik jaringan peredaran narkoba agar upaya pemberantasan tidak berhenti pada pengguna atau pelaku di lapangan. Apabila ditemukan keterlibatan narapidana maupun oknum petugas, dugaan tersebut harus ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ahmad menilai, keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan para orang tua. Peran keluarga dalam memberikan pengawasan, pendidikan, serta pemahaman mengenai bahaya narkotika dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Di akhir pernyataannya, Ahmad berharap Kapolri beserta seluruh jajaran diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba yang menghadapi berbagai tantangan.

“Kita yakin semangat pemberantasan narkoba saat ini juga didukung masyarakat Indonesia, khususnya para orang tua,” ujar Ahmad Khairuddin, yang juga menjabat Sekretaris Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PW Fokal IMM) Sumatera Utara. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement