PSDA Sumut dan Komisi IV DPRD Batubara Tinjau Dam Sidalu DaluPSDA Sumut dan Komisi IV DPRD Batubara Tinjau Dam Sidalu Dalu

BATUBARA, (Waspada.id) : Penanganan darurat atas dampak dari penutupan Sungai Dalu Dalu, yang membanjiri lahan perkebunan dan pertanian , PSDA Sumut lakukan tiga langkah konkret, yakni normalisasi, rekayasa aliran air, serta pemasangan sheet pile atau sandbag pada titik-titik yang dianggap diperlukan untuk mengendalikan dan mengarahkan aliran air.
Secara bersama sama hadir dalam kesempatan itu Kepala Bidang Perencanaan PSDA Provinsi Sumut Ihsanul Fatta, Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, beserta jajaran Dinas Pengairan PU Provinsi UPT Batubara, Sadikin Sumarno.
Dari DPRD Batubara hadir Ketua DPRD M. Safii, Wakil Ketua Tengku Rodial, Ketua Komisi IV Sarianto Damanik, Wakil Ketua Komisi IV Ismar Komri, serta sejumlah anggota Komisi IV lainnya, jalasmar Sirinjak, Safii, Suriadi, M Ridwan.
Turut hadir Kadis PUTR Batubara Budi Sinaga, kelompok tani Gambus Laut, aparatur Desa Gambus Laut dan Desa Kuala Indah, perwakilan PT Inalum, rekanan serta konsultan proyek pengerjaan Dam Si Dalu Dalu.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan implementasi hasil kesepakatan rapat yang sebelumnya digelar di kantor PSDA Sumatera Utara di Medan terkait penanganan proyek di sekitar Dam Sumanggar-Dam Sidalu Dalu.
Ketua Komisi IV DPRD Batubara Sarianto Damanik didampingi Wakil Ketua Komisi IV Ismar Komri kepada Waspada.id, Kamis (13/8) mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan langsung, penanganan persoalan banjir mulai menunjukkan perkembangan positif.
Instruksi Kepala UPTD PSDA Bah Bolon kepada tiga rekanan dan konsultan proyek untuk melakukan langkah penanganan juga telah berjalan.
Menurut Ismar Komri, tindakan konkret yang dilakukan rekanan berupa normalisasi dan rekayasa aliran air, termasuk pemasangan sheet pile atau sandbag di sejumlah titik, sudah mulai memberikan dampak.
"Tindakan nyata berupa normalisasi dan rekayasa aliran air, termasuk pemasangan sheet pile atau sandbag pada titik yang diperlukan untuk mengendalikan dan mengarahkan aliran air telah dilakukan. Namun, tetap dimonitor perkembangannya," ujar Ismar.
Ia menyebut, berdasarkan pantauan PSDA Sumut, debit air di hilir Sungai Gambus Laut mulai mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen setelah dilakukan rekayasa aliran.
"Ya, kondisi hari ini seperti pantauan PSDA Sumut, dengan rekayasa aliran air sudah mulai terjadi penurunan debit air di hilir Sungai Gambus Laut sekitar 20-30 persen. Ini tahap awal. Mudah-mudahan kondisi ini tetap demikian dan terus dipantau perkembangannya," bebernya.
Ismar juga menekankan agar pembangunan proyek tidak menimbulkan dampak baru terhadap masyarakat. Menurutnya, setiap langkah pengerjaan harus melalui kajian yang komprehensif dengan memperhatikan aspirasi DPRD Batubara, masyarakat petani Gambus Laut maupun masyarakat Desa Kuala Indah.
Ismar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil langkah konkret dalam penanganan dampak pengalihan aliran air tersebut.
Sementara itu, Sarianto Damanik mengatakan tiga langkah darurat yang dilakukan sesuai instruksi UPTD PSDA Bah Bolon diharapkan dapat terus mengurangi genangan yang sebelumnya merendam sekitar 150 hektare lahan pertanian di Desa Gambus Laut.
"Ya, kondisi hari ini seperti pantauan PSDA Sumut, dengan rekayasa aliran air telah terjadi penurunan debit air di hilir Sungai Gambus Laut sekitar 20-30 persen. Ini tahap awal. Tentunya, kondisi ini tetap dimonitor perkembangannya," pungkasnya. (Id.43)























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda