PSMS Bungkam Tuan Rumah PSGC Ciamis


CIAMIS (Waspada.id): PSMS Medan membungkam tuan rumah PSGC Ciamis 1-2 dalam laga pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026).
Dengan hasil tersebut, PSMS membawa pulang tiga poin dari Ciamis sekaligus mempertahankan posisi kedua klasemen sementara dengan 17 poin, tertinggal 2 poin dari Semen Padang di peringkat pertama dengan 19 poin.
Sedangkan PSGC harus menerima kekalahan di hadapan 8.171 penonton yang menyaksikan pertandingan di Stadion Galuh. Hasil ini membuat PSGC merosot ke posisi 9 klasemen dengan baru meraih 7 poin.
Dua gol kemenangan PSMS dicetak Phillerson pada menit ke-23 dan penghujung babak pertama. Sementara itu, PSGC Ciamis hanya mampu membalas melalui eksekusi penalti Ezechiel Ndouassel pada masa tambahan waktu babak kedua.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung berusaha membangun serangan. PSMS Medan lebih dahulu memberikan ancaman melalui Phillerson yang menerima bola dan melepaskan tendangan ke arah gawang pada menit ke-19. Namun, upayanya masih mampu diamankan penjaga gawang PSGC, Yofandani.
PSGC juga beberapa kali menciptakan peluang melalui Ezechiel, Ghani, Bonilla, dan Achmad Baasith. Namun, penyelesaian akhir belum membuahkan gol.
PSMS akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-23. Phillerson berhasil melewati pemain belakang PSGC, Alvin, sebelum melepaskan tendangan yang membentur tiang dan masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
PSGC berusaha menyamakan kedudukan melalui sejumlah peluang. Bonilla beberapa kali mengirimkan umpan lambung kepada Ezechiel, sementara Ganjar mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas pada menit ke-38. Namun, penjaga gawang PSMS masih mampu mengantisipasi ancaman tersebut.
Memasuki penghujung babak pertama, PSMS justru menggandakan keunggulan. Phillerson kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Raihan Utama. Tendangannya dari luar kotak penalti meluncur ke sudut gawang PSGC. Hingga turun minum, PSMS Medan unggul 2-0 atas tuan rumah.
Memasuki babak kedua, pelatih PSGC Heri Kiswanto melakukan perubahan dengan memasukkan Yandi Sofyan, Raffa, dan Athaya untuk menggantikan Bonilla, Alvin, serta Ghani.
Pergantian tersebut membuat PSGC berusaha meningkatkan tekanan. Pada menit ke-58, Yandi Sofyan mendapatkan peluang melalui tendangan ke arah gawang, tetapi masih berhasil diblok pemain belakang PSMS.
PSGC kembali memperoleh kesempatan melalui Akmal Juanda pada menit ke-69. Namun, tendangannya masih melambung di atas gawang PSMS.
Pada menit ke-71, Yandi Sofyan kembali mengancam setelah menerima umpan Raffa. Akan tetapi, rapatnya pertahanan PSMS membuat peluang tersebut belum menghasilkan gol.
PSGC terus berupaya memperkecil ketertinggalan. Pada menit ke-78, wasit melakukan pemeriksaan VAR terkait dugaan handball pemain PSMS di dalam kotak penalti. Namun, hasil pemeriksaan menyatakan tidak terjadi handball.
Memasuki menit ke-87, Ezechiel kembali mendapatkan peluang melalui sundulan. Sayangnya, bola masih mampu diamankan penjaga gawang PSMS.
Pada masa tambahan waktu tujuh menit, PSGC kembali memperoleh peluang melalui Akmal Juanda yang menerima umpan pendek dari Ezechiel. Namun, tendangannya masih melebar setelah bola mengenai pemain PSMS.
Drama terjadi setelah wasit kembali melakukan pemeriksaan VAR menyusul dugaan handball pemain PSMS di area kotak penalti. Setelah pemeriksaan, wasit memutuskan memberikan hadiah penalti kepada PSGC Ciamis.
Ezechiel Ndouassel yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya mengarah ke sisi kiri gawang, sementara penjaga gawang PSMS bergerak ke arah berlawanan.
Gol tersebut memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Namun, hingga pertandingan berakhir, PSGC tidak mampu mencetak gol tambahan.
(id08)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda