Breaking News
Memuat breaking news...

PSMS Vs Persija 17 Agustus 1955

Redaksi
Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 - 10.59 AM WIB
PSMS Vs Persija 17 Agustus 1955
Pemain PSMS (kanan) dan Persija (kiri) sebelum pertandingan dimulai pada 17 Agustus 1955 di Stadion Teladan Medan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh: Indra Efendi Rangkuti

Pertandingan akhir putaran Final Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI pada 26 Desember 1954 antara Persija melawan PSMS, yang merupakan partai penentuan untuk menentukan sang juara, menyisakan kejadian yang tidak mengenakkan akibat mundurnya PSMS sebelum pertandingan usai karena protes terhadap kepemimpinan wasit Van Yperen yang dianggap berpihak kepada Persija. Dalam pertandingan tersebut juga sempat terjadi keributan antarpemain.

Persija sendiri memaklumi protes yang diajukan oleh PSMS Medan, apalagi Manajer PSMS Muslim Harahap tidak menyalahkan Persija atas terjadinya insiden tersebut. Persija menawarkan untuk diadakan pertandingan revanche kepada PSMS sekaligus untuk memupuk kebersamaan antara pemain PSMS dan Persija yang merupakan pilar-pilar utama Timnas saat itu.

Tawaran itu disambut baik oleh PSMS dan disepakati pertandingan PSMS Vs Persija berlangsung di Stadion Teladan Medan pada 17 Agustus 1955. Pertandingan ini dibuat untuk memeriahkan Lustrum I PSMS yang diputuskan diadakan pada Agustus 1955, sekaligus untuk memeriahkan peringatan 10 Tahun Kemerdekaan RI.

Pertandingan ini sendiri dipimpin oleh wasit asal Birma (Myanmar), yaitu Paul Then. Sebelum pertandingan dimulai, diadakan semacam Guard of Honour untuk menghormati PSMS yang sedang merayakan Lustrumnya. Kapten PSMS Ramlan Yatim dan Kapten Persija Djamiat Dhalhar mendapat kalungan bunga memasuki lapangan dengan diiringi para pemain PSMS dan pemain Persija berdiri di sisi kanan dan kiri sambil memberi buket bunga kepada seluruh pemain PSMS dalam suasana yang hangat dan penuh rasa persahabatan. Tradisi Guard of Honour ini sendiri pertama kali diterapkan dalam pertandingan sepak bola Indonesia sesudah Indonesia merdeka.

Pada pertandingan ini PSMS Medan menurunkan pemain: Manan (GK), M. Rasijd, Buyung Bachrum, Cornel Siahaan, Idris, Ramlan Yatim, Syamsuddin, Anwar Daulay, Ahmad Kadir, Yusuf Siregar, dan Ramli Yatim. Persija menurunkan: Davies (GK), Saelan, Thio Him Tjiang, Van Den Berg, Kwee Kiat Sek, Imaan, Suganda, Wim Piers, Djamiat Dhalhaar, Tan Liong How, dan Hamdani.

Kapten PSMS Ramlan Yatim (kiri) dan Kapten Persija Djamiat Dhalhar masuk lapangan diiringi pemain PSMS di belakang.Pemain Persija berdiri di kiri dan kanan membentuk "Guard Honour" sebagai tanda penghormatan kepada PSMS Medan

Pertandingan yang dipimpin wasit Paul Then ini sendiri berlangsung menarik dan penuh dengan peragaan teknik bermain yang indah yang diperagakan kedua kubu. Beberapa wartawan menilai pertandingan kedua tim ini lebih baik dari Final Kejurnas PSSI 1954 dan yang terbaik di Indonesia pada masa tersebut. Walau diwarnai tackling keras, pertandingan berlangsung dalam suasana yang sportif dan fair play.

Serangan sporadis PSMS Medan yang dimotori oleh Ramlan Yatim bersama duet striker PSMS Ramli Yatim dan Yusuf Siregar berulang kali mampu membongkar pertahanan Persija yang digalang Kwee Kiat Seek dan Thio Him Tjiang. Demikian juga serangan gencar dari Djamiat Dhalhar, Tan Liong How, dan Van Den Berg cukup merepotkan lini pertahanan PSMS yang digalang oleh M. Rasijd, Buyung Bachrum, dan Cornel Siahaan. Benar-benar atraksi jual beli serangan dengan teknik tinggi dan menawan yang membuat penonton berulang kali memberikan aplaus untuk kedua tim.

PSMS sendiri memenangkan pertandingan ini dengan skor 6-3. Usai pertandingan, pemain dari kedua kubu beserta ofisial berangkulan dengan penuh keakraban dan tak terlihat rasa permusuhan akibat "Insiden Ikada" 26 Desember 1954. Para pemain kedua klub juga bergandengan tangan bersama memberi hormat dan apresiasi kepada seluruh penonton yang disambut dengan tepuk tangan meriah dan aplaus dari seluruh penonton.

Sungguh suatu momen indah sepak bola Indonesia di momen HUT ke-10 RI, di mana dua klub terbaik Indonesia memberikan atraksi terbaiknya bagi persepakbolaan Indonesia.

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia. Jayalah selalu PSMS, Persija, dan persepakbolaan Indonesia. WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement