PT AR Kembangkan Mikoriza, Perkuat Reklamasi Tambang Berbasis Tanaman LokalPT AR Kembangkan Mikoriza, Perkuat Reklamasi Tambang Berbasis Tanaman Lokal

TAPSEL (Waspada.id) : Sebagian bagian dari upaya di bidang lingkungan, PT Agincourt Resources (AR), terus mengembangkan riset agen hayati mikoriza untuk memperkuat keberhasilan proses reklamasi dan restorasi lahan di wilayah operasional Tambang Emas Martabe, Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Mikoriza dikembangkan sebagai salah satu pendekatan biologis untuk membantu tanaman menyerap unsur hara dan meningkatkan kemampuan tumbuh tanaman, terutama pada media tanah yang memiliki keterbatasan nutrisi, atau lahan kritis seperti bekas pertambangan.
Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources, Syaiful Anwar, Jumat (21/8/2026) mengatakan, pengembangan mikoriza menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun metode pemulihan lahan yang tidak sekadar mengejar tutupan hijau, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis kawasan.
“Penggunaan agen hayati ini dinilai penting mengingat karakteristik lahan dan kondisi lingkungan di sekitar wilayah pertambangan,” kata Syaiful Anwar, didampingi Research Assistant, Ikhsannul Amal, Lutfi Hanafi dan Yuna Ratna Wulansari.
Syaiful menjelaskan, riset diawali dengan pengambilan sumber mikoriza dari tanah dan akar tanaman di hutan alam kawasan Batang Toru. Material tersebut kemudian memasuki tahap proses isolasi dan pengayaan spora sesuai dengan standar proses pengayaan spora.
Setelah melalui proses, hasil pengayaan spora yang semula menunjukkan kepadatan spora kurang dari 100 spora per 100 gram tanah dapat meningkat menjadi sekira 400 hingga 1.000 spora atau lebih per 100 gram.
“Tim kemudian melakukan uji respons dengan membandingkan tanaman yang diberi inokulum mikoriza dan tanaman tanpa mikoriza. Pengujian dilakukan untuk melihat pertumbuhan tanaman sekaligus memastikan kolonisasi mikoriza pada akar,” jelasnya.
Kultur yang menunjukkan respons pertumbuhan dan kolonisasi yang baik selanjutnya dinyatakan layak untuk diperbanyak dan dikembangkan sebagai bagian dari penelitian lanjutan.
Fokus Pada Tanaman Lokal
Menurut Syaiful, pengembangan mikoriza diarahkan untuk mendukung pembibitan tanaman lokal yang digunakan dalam program reklamasi dan restorasi.
PTAR saat ini telah mengembangkan sekitar 76 jenis tanaman lokal untuk mendukung pemulihan ekosistem, termasuk tanaman yang menjadi sumber pakan satwa di kawasan hutan.
“Program ini tidak hanya diarahkan agar lahan bekas tambang kembali hijau, tetapi juga membentuk ekosistem yang memiliki keanekaragaman jenis dan mampu mendukung habitat flora serta fauna,” ucapnya.
Menurutnya, penggunaan tanaman invasif dalam konsep restorasi dan reklamasi dihindari dan perusahaan tersebut lebih mengutamakan spesies lokal yang memiliki kesesuaian dengan karakteristik hutan alam di sekitar wilayah operasional.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar proses reklamasi tidak berhenti pada keberhasilan tanaman tumbuh, tetapi juga mampu membangun kembali fungsi ekologis kawasan secara bertahap.
Dikaji untuk Tanah Terpapar Logam
Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources, Syaiful Anwar, mengungkapkan bahwa selain untuk reklamasi, pengembangan mikoriza juga dipersiapkan untuk mendukung restorasi kawasan preservasi dan penelitian remediasi lingkungan.
Tim peneliti tengah mengkaji potensi jenis mikoriza tertentu dalam membantu tanaman menghadapi kondisi tanah yang terkontaminasi logam maupun lingkungan dengan tingkat keasaman tertentu.

Research Assistant Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT AR saat memantau perkembangan mikoriza, Jumat (21/8/2026). Waspada.id/Mohot Lubis
Syaiful menegaskan, pengembangan agen hayati tersebut masih berada dalam tahap riset dan pengembangan.Identifikasi spesies mikoriza dilakukan melalui pengamatan morfologi dan direncanakan dilanjutkan dengan analisis molekuler atau DNA.
“Riset ini diharapkan menghasilkan formula yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk dalam pemulihan lahan,” katanya.
Untuk melihat tingkat keberhasilan penggunaan mikoriza dalam pertumbuhan tanaman, PTAR juga melakukan pemantauan terhadap tanaman yang telah ditanam dan diinokulasi mikoriza melalui asesmen secara berkala.
Syaiful menambahkan, keberhasilan reklamasi secara formal tetap mengacu pada penilaian dan verifikasi pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, riset mikoriza ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang PTAR untuk memperkuat kualitas reklamasi, meningkatkan keberhasilan pertumbuhan tanaman lokal dan mendorong pemulihan ekosistem di sekitar wilayah Tambang Emas Martabe.
Pada kesempatan itu, Syaiful Anwar menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penelitian terhadap mikroorganisme yang dapat menguasai sampah plastik lebih cepat, mengingat sampah plastik merupakan tantangan dalam pemulihan lingkungan.
Ditanya tentang keuntungan mengunakan mikoriza dari pada pupuk kompos atau pupuk kimia, Syaiful Anwar menegaskan bahwa jauh lebih efisien.(id46)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda