PT BNA Bersama PN Se-Aceh Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW


BANDA ACEH (Waspada.id): Pengadilan Tinggi Banda Aceh (PT-BNA) melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diikuti secara online oleh seluruh Pengadilan Negeri (PN) se- Aceh.
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan khidmat, itu berlangsung, Senin (2/11/2026), di Aula atau Ruang Sidang Utama PT BNA.
Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr Sutio Jumagi Akhirno, SH, MHum dalam sambutannya mengatakan, semua warga pengadilan harus meneladani sifat-sifat Rasulullah. Sehingga, dengan meneladani budi pekerti Rasulullah maka visi Mahkamah Agung yaitu mewujudkan peradilan yang agung Insya Allah akan terwujud.
Maulid Nabi yang mengusung tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Pribadi yang Berintegritas, Harmoni, dan Profesional dihadiri secara langsung oleh seratusan jamaah yang terdiri dari; Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, Pejabat dan Fungsional Kepaniteraan, Pejabat Kesekretariatan, Ibu-Ibu Dharmayukti Karini (DYK), serta semua pegawai.
Selain dihadiri secara langsung dari Ruang Sidang Utama PT BNA, hari kelahiran Rasulullah juga diperingati oleh 22 warga Pengadilan Negeri dari seluruh Aceh. Sehingga peringatan Maulid Nabi kali ini dihadiri sekitar seribuan orang jamaah dari seluruh Aceh.
Dakwah Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 H ini disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi, Lc, MA, Pimpinan Pondok Pasantren Babul Maghfirah Cot Keueung Aceh Besar.
Dalam ceramahnya yang mengalir lancar didukung dengan literasi mumpuni dan bahasa yang komunikatif, Ustadz Masrul Aidi mengupas kehidupan sehari-hari kepemimpinan Rasulullah.
Nabi Muhammad SAW adalah Nabi pilihan. Beliau terpilih dari 313 Nabi. Dari 313 Nabi lalu Allah seleksi menjadi 25 orang yang menjadi Rasul. Dan dari 25 Rasulullah, hanya Nabi Muhammad SAW yang menjadi Rasul pilihan yang disebut dengan Imamul Anbiya wa Mursalin, yang bermakna adalah pemimpin para nabi.

Kata Ustadz Masrul Aidi, pada masa hidupnya Nabi Muhammad yang diutamakan adalah memperbaiki akhlak umatnya. Hal ini sesuai dengan Hadis Nabi sengaja aku diutus untuk memperbaiki Akhlak, innama buistu liutammima makarimal akhlak.inilah yang menjadi dasar bahwa Akhlak lebih penting dari ilmu.
Ustadz Masrul membahas bahwa masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW selalu memprioritaskan pada dua hal, yaitu; memberikan rasa aman dan menghapus rasa lapar kepada semua orang. Makanya, keberadaan Nabi Muhammad SAW menjadi Rahmatan Lil Alamin.
Ustadz kondang ini juga menceritakan dengan apik bagaimana perihal Nabi ketika bertemu dengan seorang budak perempuan yang lapar dan takut. Yang kemudian dibantu oleh Nabi sehingga perempuan tersebut merasa aman dan juga tidak merasa lagi lapar.
Selain perihal kepemimpinan ummat, Ustadz Masrul juga membahas kehidupan Nabi dalam membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia bersama istri-istrinya.(id66)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda