PTPN dan Pemko Langsa Cari Solusi Cegah Banjir di Dusun Bukit


LANGSA (Waspada.id): PTPN IV Regional VI dan Pemerintah Kota (Pemko) Langsa akan mencari solusi terbaik secara bersama untuk mengatasi banjir yang menggenangi permukiman warga di Dusun Bukit, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro.
Hal itu disampaikan perwakilan Manajemen PTPN IV Regional VI dan Pemko Langsa melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pertanahan Kota Langsa saat meninjau lokasi banjir akibat luapan air embung, Kamis (5/11/2026) sore.
Peninjauan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Langsa, pihak PTPN IV Regional VI, Ketua Pemuda Paya Bujok Seuleumak, kepala dusun (kadus), Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan sejumlah masyarakat setempat.
Kasubbag Kesekretariatan dan Humas PTPN IV Regional VI, Abdul Khalid, menyampaikan bahwa area perkebunan perusahaan memang berada berdekatan dengan kawasan permukiman warga.
Namun demikian, perusahaan tidak memiliki waduk di area tersebut. Adapun lahan embung yang airnya menggenangi permukiman warga bukan lagi milik PTPN IV Regional VI karena sudah dibebaskan beberapa tahun lalu.
Meski demikian, pihak perusahaan bersama Dinas PUPR Kota Langsa serta aparatur gampong setempat telah turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi dan mencari tahu penyebab banjir yang menggenangi rumah warga.

Abdul Khalid menyebutkan, pihak perusahaan bersama Pemko Langsa berkolaborasi mencari solusi untuk menangani persoalan banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Langsa, Moulya Al Ikhsan, S.STP., M.M., mengatakan pihaknya masih mengkaji langkah penanganan yang tepat.
Menurutnya, solusi yang akan diambil harus benar-benar mempertimbangkan kondisi aliran air agar tidak menimbulkan dampak baru bagi masyarakat.
Salah satu opsi yang dibahas adalah normalisasi saluran. Namun, langkah tersebut belum dapat dipastikan karena dikhawatirkan justru membuat aliran air semakin deras dan berpotensi berdampak pada kawasan lain.
"Kita lihat dulu solusi apa yang terbaik. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang justru merugikan masyarakat lagi," ujarnya saat berada di lokasi.
Untuk penanganan sementara, Moulya mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan membersihkan sampah dan saluran air di sekitar rumah masing-masing.
"Insya Allah secepatnya akan kita lakukan penanganan yang baik, sehingga permukiman warga tidak lagi terendam banjir. Apalagi di penghujung tahun seperti ini," terangnya.
Adapun untuk penanganan jangka panjang, Pemko Langsa merencanakan pembangunan embung pada 2027 sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.
Namun, rencana pembangunan itu masih perlu dikaji, terutama menyangkut status lahan yang akan digunakan. Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan perusahaan agar penanganan dapat dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
"Kita cek dulu lahannya, apakah sudah diserahkan kepada pemerintah atau belum. Kalau belum, kita akan komunikasikan dengan pihak perusahaan. Mudah-mudahan bisa bersinergi dengan masyarakat," jelasnya.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Langsa pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 04.00 WIB menyebabkan puluhan rumah di Dusun Bukit, Gampong Paya Bujok Seuleumak, terendam banjir. (Id75)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda