Puluhan Dokter dari PELKESI Kunjungi RS Vita Insani Pematangsiantar


PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Puluhan dokter dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam PELKESI (Pelayanan Persekutuan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia) mengunjungi Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Pematangsiantar, Rabu (4/11/2026).
Kedatangan puluhan dokter itu disambut hangat Dirut dr Flora Maya Damanik dan pendiri RSVI sekaligus pendiri PELKESI, dr Sarmedi Purba.
Di sana, para dokter meninjau sejumlah fasilitas RSVI. Di ruang tunggu poliklinik, Flora Maya memaparkan keberadaan rumah sakit yang dipimpinnya. RSVI, kata dia, merupakan rumah sakit pertama di Pematangsiantar yang memperoleh akreditasi tipe B, serta rumah sakit pertama berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
Maya, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa di Pematangsiantar terdapat 8 rumah sakit swasta maupun milik pemerintah. "Kami juga melayani (kesehatan masyarakat) dari berbagai kabupaten," katanya.
Dia menjelaskan tentang Kota Sapangambei Manoktok Hitei yang telah menggapai universal health coverage (UHC), atau suatu capaian tentang keberadaan seluruh penduduk telah memiliki jaminan/akses pelayanan kesehatan.
Dengan capaian tersebut, Maya bilang, RSVI kerap melayani pasien BPJS. "Pematangsiantar sudah UHC. Jadi rumah sakit kami 90 persen pasien BPJS," ujarnya.
Usai meninjau, perwakilan PELKESI, yang juga mantan Ketua PELKESI Wilayah I, dr Hormat Surbakti mengapresiasi perkembangan pesat RSVI yang menurutnya cukup luar biasa.
Dikatakan, kehadiran mereka di RSVI berkaitan dengan kegiatan Forum Refleksi Nasional (Forenas) PELKESI yang akan digelar di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada 4-6 November 2026.
"Menjelang refleksi nanti di Parapat, kami menemui sepuh, senior kami dokter Sarmedi, bersilaturahmi," ujarnya.
Pada kesempatan itu, dr Sarmedi Purba mengatakan kehadiran rombongan dari PELKESI ke RSVI merupakan suatu kehormatan baginya dan rumah sakit yang ia dirikan puluhan tahun yang lalu.
Dia berharap PELKESI dapat menghadirkan inspirasi berupa strategi tentang menyeimbangkan pelayanan kesehatan yang bersifat sosial dengan pendapatan untuk pembiayaan. (Ata)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda