Breaking News
Memuat breaking news...

Puluhan Penerbangan KNIA-Jakarta Dibatalkan Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Redaksi
Redaksi
Minggu, 6 September 2026 - 2.24 PM WIB
Puluhan Penerbangan KNIA-Jakarta Dibatalkan Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Ratusan calon penumpang saat antre untuk jadwal ulang penerbangan ekses dampak erupsi Gunung anak Sinabung.Waspada.id/Bagus
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DELISERDANG (Waspada.id): Imbas semburan abu vulkanik Gunung anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa Provinsi Banten dan Pulau Sumatra Provinsi Lampung, mengakibatkan puluhan penerbangan dari Bandara Kualanamu tujuan Jakarta dibatalkan, Minggu (6/9/2026).

Pantauan Waspada.id, di Bandara Kualanamu akibat gangguan abu vulkanik tersebut sejumlah calon penumpang terpaksa ada yang jadwal ulang (reschedule) penerbangan dan refund pengembalian (refund) tiket pesawat.

Sejumlah penumpang mengaku sangat terganggu dengan hal tersebut, namun karena cuaca alam terpaksa mereka bersabar dan menunggu perkembangan penerbangan selanjutnya.

Corsec Corcom PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Kualanamu Mohamad Hikmat Hidayat melalui staf humas Zul Andrika, membenarkan adanya gangguan penerangan di Bandara Kualanamu akibat abu vulkanik Gunung anak Krakatau tersebut.

Dari data yang mereka himpunan hingga pukul 14:00 penerbangan yang dibatalkan sekitar 26 dari berbagai maskapai di Bandara Kualanamu tujuan Jakarta.

"Dampak abu vulkanik Gunung anak Krakatau penerbangan terganggu di Bandara Kualanamu," jelasnya.

"Untuk perkembangan lanjut akan diinfokan kembali, dan kita berharap kondisi cuaca abu vulkanik ini segera pulih dan penerbangan normal kembal," harapnya.(id101)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement