Breaking News
Memuat breaking news...

Puluhan Santri Diduga Keracunan Makanan Nasi Bungkus Dilarikan Ke Rumah Sakit

Redaksi
Redaksi
Jumat, 23 Oktober 2026 - 11.11 AM WIB
Puluhan Santri Diduga Keracunan Makanan Nasi Bungkus Dilarikan Ke Rumah Sakit
Salah satu santri yang sedang mendapat perawatan medis di rumah sakit.tangkapan layar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DELISERDANG (Waspada.id): Puluhan santri diduga keracunan makanan nasi bungkus terpaksa menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan dan Jl. AR Hakim Medan.

“Perihal puluhan santri yang diopname di tiga rumah sakit itu, baru diketahui setelah pulang dari acara Hari Santri Nasional (HSN) dari Lubuk Pakam sekira pukul 24:00 WIB,” kata Ustadz Darul kepada Waspada.id, Jumat (23/10/2026).

Puluhan santri tersebut dirawat di RS Sufi Sehat, RS Joko dan Madani Bromo. Tak hanya santri sejumlah guru juga mengalami hal yang sama,perut mual, muntah-muntah serta demam, terpaksa mendapatkan perawatan intensif dari medis.

Kasus dugaan keracunan makanan nasi bungkus ini diketahui, usai para santri menyantap makanan yang disediakan pihak Pemkab Deliserdang pada Hari Santri Nasional, Kamis 22 Oktober 2026.

Kata Ustadz Darul, pihak panitia HSN saat itu menyediakan nasi bungkus ada yang lauk ikan nila, daging dan ayam. Tapi, lauk ikan nila yang dibungkus nasi itu sudah berlendir dan bau, sedangkan daging dan ayam itu aman.

Para santri karena dari pagi belum makan langsung menyantap nasi bungkus ikan nila yang disediakan pihak panitia. “Baru ketahuan setelah pulang dari acara Hari Santri, mereka muntah-muntah dan demam,” ujar ustadz.

Atas kejadian itu, Ustadz Darul meminta pihak panitia HSN harus bertanggungjawab atas kejadian itu. “Kasihan para santri dan guru kini terpaksa diopname di tiga rumah sakit diduga keracunan makan nasi bungkus,”ungkap Ustadz Darul.

Kabag Kesra Pemkab Deliserdang, Gento Herlambang yang dikonfirmasi Waspada.id, menyebutkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Ini akan kita tindaklanjuti, termasuk mengunjungi santri yang mendapat perawatan medis," kata Gento. (id29)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement