Breaking News
Memuat breaking news...

PUPR Agara Janji Timbun Jalan Becek Pasar Kutacane Besok

Redaksi
Redaksi
Kamis, 22 Oktober 2026 - 9.15 PM WIB
PUPR Agara Janji Timbun Jalan Becek Pasar Kutacane Besok
Jalan berlubang, becek, dan tergenang air di kompleks Pasar Terpadu Kutacane. (Waspada.id/Seh Muhammad Amin)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Keluhan para pedagang di kompleks Pasar Terpadu Kutacane, Aceh Tenggara, akhirnya terjawab. Jalan berlubang, becek, dan tergenang air yang selama ini dikeluhkan dipastikan akan ditimbun kembali pada Jumat (23/10).

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli, ST, kepada Waspada.id, Kamis (22/10) sore.

Ia mengatakan, penimbunan lanjutan yang sedianya dilakukan Rabu (21/10) sore setelah aktivitas pasar lengang terpaksa ditunda.

“Mohon bersabar, karena saya saat ini masih di Banda Aceh. Nanti anggota akan datang lagi untuk menimbun jalan yang berlubang dan tergenang air itu,” ujar Sadli melalui sambungan WhatsApp.

Ia memohon maaf atas keterlambatan tersebut.

“Maaf, Bang, besok baru bisa dilanjutkan penimbunannya karena hari ini ada kendala di lapangan. Ada sedikit selisih paham antara anggota di lapangan dengan masyarakat Desa Pulonas,” ucapnya.

Untuk mempercepat perbaikan, Sadli memastikan pihaknya akan mengerahkan armada tambahan.

“Besok kita arahkan dua dump truck untuk Pasar Pagi dan dua dump truck untuk timbunan tanggul di Desa Pulonas Baru. Hanya saja, dengan keterbatasan alat, pengisian material ke dump truck agak memakan waktu,” jelasnya.

Sebelumnya, kondisi jalan di dalam kompleks Pasar Terpadu Kutacane dikeluhkan pedagang. Ruas jalan berlubang, tergenang air hujan, dan dipenuhi lumpur.

Genangan dan kondisi becek itu tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga membuat pembeli enggan masuk ke pasar.

“Kami sangat terganggu dengan jalan becek ini. Tapi mau bagaimana lagi, suara kami belum tentu didengar,” ujar Pit, seorang pedagang kaki lima, yang diamini rekannya, Makira, dan pedagang lainnya.

Para pedagang berharap perbaikan darurat segera dilakukan.

“Kalau jalannya bagus dan tidak becek, kami senang. Pembeli ramai datang, dagangan kami pun laku. Kalau becek begini, orang malas masuk ke pasar,” tuturnya penuh harap. (id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement