Pupuk Palsu Disinyalir Beredar di Agara

KUTACANE (Waspada.id): Dalam dua minggu terakhir, kalangan petani mengaku resah. Pasalnya, pupuk palsu disinyalir mulai beredar di Aceh Tenggara.
Informasi diterima Waspada.id dari berbagai sumber menyebutkan, pupuk yang telah beredar dan sempat dibeli petani tersebut, disebut- sebut jenis pupuk urea dan NPK.
Mulusnya peredaran pupuk urea dan NPK palsu itu, karena penjual pupuk dari beberapa kios menjual pupuk palsu sama dengan harga pupuk asli yang berasal dari distributor.

Sekretaris KP3 yang juga Kadistan Agara, Riskan, SP
Beberapa sumber menyebutkan, bisa jadi pupuk urea dan NPK palsu yang mulai beredar dan telah digunakan sebagian petani itu, bisa jadi dari distributor tertentu. Namun, demikian untuk memastikan hal tersebut, pihak Dinas Pertanian dan Komisi Pupuk dan Pestisida sebaiknya segera turun ke lapangan agar petani Agara tak dirugikan.
Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Agara, Yusrizal melalui Sekretarisnya, Riskan SP kepada Waspada.id, Selasa (15/9) membenarkan peredaran pupuk palsu dalam beberapa pekan terakhir di Aceh Tenggara.
"Benar, kita menemukan pupuk urea palsu dari salah satu kios pengecer di Kutacane, berdasarkan temuan kita pupuk tersebut dibeli pihak kios dari Medan, bukan dari distributor pupuk," ujar Riskan yang juga Kadis Pertanian (Kadistan) Agara.
Terungkapnya sinyalemen pupuk palsu itu, berawal dari temuan tim terhadap karung pelastik pupuk urea yang tidak menggunakan tulisan pupuk bersubsidi seperti layaknya puluk bersubsidi ditambah rumor yang berkembang di kalangan petani.
Tak ingin petani tertipu dan mengalami kerugian yang lebih besar lagi, pihak KP3 dan Distan akhirnya turun ke lapangan memastikan sinyalemen beredar dan telah diperjualbelikannya pupuk palsu di Agara tersebut.
Menanggapi beredarnya pupuk palsu di Agara dalam beberapa pekan terakhir,
Ketua LSM LIRA Aceh Tenggara, Fajriansyah, mengaku bingung dan gerah.
Pasalnya, masih bisa lolos pupuk palsu di Aceh Tenggara, bahkan sempat bebas diperjualbelikan, padahal ada pihak KP3 sebagai pengawas pupuk dan pestisida.

Ketua LSM LIRA Agara, Fajriansyah.
Terkait penemuan pupuk palsu di salah satu kios oleh tim KP3, hendaknya jangan didiamkan saja, namun harus dilaporkan pada pihak kepolisian, agar pihak berwajib turun ke lapangan dan menindaklanjuti temuan tentang peredaran pupuk palsu tersebut.
"Sayang dan miris melihatnya, petani telah mengeluarkan uang banyak membeli dengan harapan hasil tanaman jagung dan coklatnya meningkat, tapi sayangnya pupuk palsu tersebut tak berdampak pada hasil tanaman, bahkan bisa buat tanaman mati," ujar Fajri.
Sebab itu, untuk efek jera agar kejadian yang melukai hati petani Agara tersebut tak terulang lagi, aparat penegak hukum bersama komisi pengawas pupuk dan pestisida bertindak tegas, bisa jadi ada keterlibatan distributor dalam kasus peredaran pupuk palsu tersebut. (id79)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda