Breaking News
Memuat breaking news...

Puskesmas Lampisang Gelar Skrining PTM Dan Edukasi Kesehatan Di SMAN 1 Peukan Bada

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 April 2026 - 7.22 PM WIB
Puskesmas Lampisang Gelar Skrining PTM Dan Edukasi Kesehatan Di SMAN 1 Peukan Bada
Kepala Puskesmas Lampisang Marlina sedang memberikan penjelasan tentang skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada siswa di SMA Negeri 1 Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (23/04/2026). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KOTA JANTHO (Waspada.id): Puskesmas Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, menggelar kegiatan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi dewan guru dan siswa di SMA Negeri 1 Peukan Bada, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini faktor risiko PTM seperti hipertensi, diabetes melitus (DM), dan obesitas, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Selain skrining, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada siswi sebagai langkah pencegahan anemia pada remaja putri.

Kepala Puskesmas Lampisang, Marlina, SKM, MKM, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja. Ia menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.

“Remaja harus mulai peduli terhadap kesehatannya sejak sekarang, baik dari pola makan, aktivitas fisik, maupun pemahaman tentang kesehatan reproduksi,” ujar Marlina.

Petugas kesehatan Puskesmas Lampisang sedang memberikan penjelasan tentang skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada dewan guru di SMA Negeri 1 Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (23/04/2026). Waspada.id/Ist

Ia menyebutkan, skrining PTM bertujuan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular pada individu sehat maupun yang berisiko, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi penyakit kronis.

“Skrining yang dilakukan menyasar seluruh dewan guru melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Sementara itu, pada siswa juga dilakukan skrining kesehatan dasar,” tambahnya.

Menurut Marlina, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.

Melalui kolaborasi tersebut, program promotif dan preventif diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta menjangkau kelompok usia remaja secara berkelanjutan.

“Semoga melalui kegiatan ini, baik guru maupun siswa dapat lebih memahami kondisi kesehatannya serta mampu menerapkan pola hidup sehat guna menekan risiko penyakit tidak menular di masa mendatang,” imbuhnya. (id67)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement