Breaking News
Memuat breaking news...

Pustakawan-Pegiat Literasi di Pematangsiantar Diharapkan jadi Garda Terdepan Jaga Moral Intelektual Masyarakat

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 11.43 PM WIB
Pustakawan-Pegiat Literasi di Pematangsiantar Diharapkan jadi Garda Terdepan Jaga Moral Intelektual Masyarakat
Bimtek Literasi Informasi di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar. (Waspada.id/Diskominfosiantar)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Staf Ahli Bidang Pemerintahan Happy Daely menuturkan saat ini masyarakat hidup di era digital yang bergerak dengan kecepatan luar biasa. Informasi tidak lagi langka, melainkan data berlimpah ruah, bahkan cenderung melimpah secara berlebihan.

"Melalui genggaman gawai, anak-anak kita, para siswa, dan masyarakat luas dapat mengakses berbagai berita, opini, dan konten dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini datang dengan tantangan besar," ucap Happy di acara Bimtek Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (30/9/2026).

Dikatakan, arus informasi yang deras sering kali membawa serta gelombang dan disinformasi, hoaks, berita palsu, serta konten negatif yang dapat merusak pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda.

"Di sinilah peran strategis bapak dan ibu sekalian, para pustakawan, guru, dan pegiat literasi menjadi sangat krusial. Anda bukan lagi sekadar penjaga buku atau penyampai kurikulum di kelas, melainkan garda terdepan penjaga gawang moral intelektual masyarakat kita," katanya.

Happy bilang, literasi di era modern tidak lagi cukup hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi hari ini adalah kemampuan untuk mencari, mengevaluasi secara kritis, menggunakan, dan menyebabkan informasi secara etis dan bijak.

Ditegaskannya, Pemko Pematangsiantar akan terus mendukung penguatan ekosistem literasi melalui kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, pustakawan, dan fasilitas literasi publik.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Pematangsiantar Christina Risfani Sidauruk dalam laporannya menyampaikan maksud penyelenggaraan kegiatan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan keterampilan teknis dalam mencari, mengakses, mengevaluasi, mengorganisasi, serta memanfaatkan informasi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab, serta memperkuat sinergi antara pilar pendidikan dan perpustakaan dan pegiat literasi agar siap menjadi agen perubahan dalam mendampingi siswa di lingkungan masing-masing. (Ata)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement