Breaking News
Memuat breaking news...

PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 6.33 PM WIB
PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional
Ketua PWI DIY, Hudono Bersama keluarga Udin dan jajaran Dewan Penasehat dan Dewan Pakar PWI DIY di depan prasasti Aula Fuad Muhammad Syafruddin, Jumat (14/08/2026). (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

YOGYAKARTA (Waspada.id): Tiga puluh tahun setelah gugurnya wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin serius memperjuangkan agar sosok wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Keseriusan itu ditandai dengan rangkaian peringatan 30 tahun gugurnya Udin pada Jumat (14/08/2026), melalui penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, serta pemasangan tetenger di makam Udin di Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul.

Keluarga Udin hadir dalam kegiatan ini diantaranya istri Almarhum Marsiyem, Adik Almarhum Nur Fauzan. Tampak pula Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY, Prof Edy Suandi Hamid MEc, Anggota Dewan Pakar PWI DIY, Ahmad Subagyo, Dr Achiel Suyanto SH MHum MBA, Dra Esti Susilarti MPar, Anggota Dewan Kehormatan PWI DIY, Dr Octo Lampito MPd juga Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Tri Hastono. Hadir juga Ketua Tim Pencari Fakta Kasus Udin, Masduki Attamimi.

Ketua PWI DIY, Hudono memaparkan jejak dan alasan memperjuangkan Udin sebagai pahlawan nasional, Jumat (14/08/2026). (Waspada.id/Ist)

Ketua PWI DIY Drs. Hudono, SH, menegaskan, penamaan aula dan pemasangan tetenger bukan sekadar kegiatan seremonial. Langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk mengabadikan perjuangan Udin sekaligus melengkapi proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

“Ini adalah awal dari rangkaian untuk mewujudkan Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional. Sebelum pemerintah memberikan gelar, kita sudah memberikan penghormatan kepada Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional,” kata Hudono.

Menurut Hudono, Udin merupakan anggota PWI dengan nomor Anggota 13.00.3794.92.M.VI yang gugur setelah dianiaya pada 13 Agustus 1996. Udin kemudian menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta sebelum meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.

Selama tiga dekade, kasus tersebut belum terungkap secara tuntas. Karena itu, PWI DIY tidak hanya memperjuangkan penghargaan negara terhadap perjuangan Udin, tetapi juga terus mendorong agar kebenaran mengenai kasus pembunuhannya dapat diungkap.

“Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun,” tegas Hudono.

Ia mengatakan, perjuangan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional membutuhkan dukungan banyak pihak. PWI DIY akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, tokoh masyarakat, keluarga, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

Ketua Tim Adhoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo menyampaikan bahwa perjuangan mewujudkan Udin sebagai pahwalan nasional merupakan Keputusan Konfrensi Propinsi PWI DIY Tahun 2025. Sejumlah tahapan akan dilalui dan diharapkan berjalan lancar.

Dinsos DIY Berikan Apresiasi

Perwakilan Dinas Sosial DIY, Sapto Parjono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap konsistensi PWI DIY dalam menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan Udin.

Menurutnya, perjuangan Udin memiliki nilai penting karena berkaitan dengan kebebasan pers, demokrasi, keberanian, independensi, dan kepedulian sosial.

Terkait usulan Udin sebagai Pahlawan Nasional, Sapto menjelaskan bahwa proses tersebut memiliki mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi secara berjenjang.

Kominfo DIY Dukung Perjuangan Udin

Dukungan terhadap perjuangan tersebut juga disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, ST, M.Acc.

Pelepasan penutup tetenger (tugu peringatan) Fuad Muhammad Syafruddin di makamnya dengan disaksikan pengurus, anggota PWI DIY dan keluarga Udin, Jumat (14/08/2026). (Waspada.id/Ist)

Riris menyampaikan apresiasi terhadap PWI DIY yang secara konsisten menjaga sejarah perjuangan Udin. “Kami sangat mendukung momentum ini. Peringatan 30 tahun Udin diharapkan memberikan semangat kebebasan pers yang tetap membara,” ujarnya.

Menurutnya, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan langkah penting untuk mengenang jasa dan perjuangan wartawan asal DIY tersebut.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung proses pengusulan sehingga nama Udin tidak hanya dikenang di Yogyakarta, tetapi juga mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

Setelah penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pemasangan tetenger di makam Udin, Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul, pada pukul 13.25 WIB.

Pemasangan tetenger (tugu peringatan) tersebut menjadi simbol pengabadian nama dan perjuangan Udin di tempat peristirahatan terakhirnya. (id67)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement