PYBH Geruduk Hive Billiard Aksara, Desak Usut Dugaan Korban Jiwa dan NarkobaPYBH Geruduk Hive Billiard Aksara, Desak Usut Dugaan Korban Jiwa dan Narkoba

MEDAN (Waspada.id): Puluhan anggota Pak Yan Brotherhood (PYBH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Hive Billiard & Lounge, Jalan Aksara, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Kamis (20/8/2026). Mereka mendesak pemerintah dan aparat mengusut sejumlah dugaan pelanggaran di tempat hiburan tersebut.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu dipimpin Koordinator Lapangan Abdi Pulungan. Massa meminta Pemko Medan dan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara mengevaluasi legalitas dan operasional Hive Billiard Aksara.
Dalam aksinya, PYBH menyoroti sejumlah hal, mulai dari kesesuaian izin usaha dengan kegiatan yang dijalankan, legalitas penjualan dan penyajian minuman beralkohol, hingga jarak lokasi usaha dengan tempat ibadah.
Massa juga mendesak aparat mengusut dugaan peredaran narkoba di lingkungan Hive Billiard Aksara. Selain itu, mereka membawa poster yang mempertanyakan dugaan hilangnya satu nyawa di lingkungan tempat hiburan tersebut.
Ketegangan terjadi sekitar pukul 12.45 WIB ketika massa mencoba masuk ke dalam gedung. Aksi tersebut diwarnai saling dorong dengan personel Polrestabes Medan yang berjaga di lokasi.
Karena belum mendapat tanggapan dari pihak manajemen, massa kemudian memblokir Jalan Aksara tepat di depan lokasi usaha sekitar pukul 16.25 WIB. Sekitar pukul 17.15 WIB, massa kembali mencoba masuk sehingga terjadi aksi saling dorong.
Aksi akhirnya berakhir sekitar pukul 17.30 WIB setelah massa membubarkan diri secara tertib. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan kondusif.
PYBH menegaskan aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap dunia usaha. Namun, mereka meminta aspek keselamatan masyarakat dan kepatuhan terhadap aturan tidak dikalahkan oleh kepentingan bisnis.
Sementara itu, Kasi Humas Polsek Medan Tembung, Aiptu Sir Jhon Milala, SH, mengapresiasi penyampaian aspirasi masyarakat. Ia mengimbau peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Menyampaikan aspirasi dan perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Mari sampaikan suara dengan tertib, damai, dan bertanggung jawab tanpa merusak fasilitas umum, membawa benda berbahaya, ataupun melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan selama menyampaikan pendapat.
“Kritik boleh, berbeda pendapat boleh, tapi tetap jaga ketertiban dan persaudaraan. Mari bersama wujudkan unjuk rasa yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen Hive Billiard Aksara belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa. Sementara aparat kepolisian masih melakukan pengamanan dan mendalami laporan mengenai dugaan pelanggaran yang disampaikan dalam aksi tersebut.(fs)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda