Qaisal Tembus Final MTQ Nasional: Asa Aceh Menyala di Kaligrafi Digital

Senyum di wajah Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Provinsi Aceh, Dr. Misran Fuadi, terlihat semakin manis. Betapa tidak, Qaisal Ridha, peserta MTQ Nasional XXXI asal Aceh berhasil mengumpulkan nilai 94,25, pada cabang Seni Kaligrafi Al-Quran Digital Putra. Angka itu bukan sekadar penilaian, namun tanda bahwa setiap huruf Qur’ani yang digoreskan di layar digital telah menemukan ruhnya.
Selasa (15/9), Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, menjadi saksi. Qaisal menorehkan karya, lalu Rabu (16/9) pengumuman resmi meneguhkan langkahnya: posisi ketiga, tiket menuju babak penentuan. Di atasnya, Defri Dwi Saputra (Kaltim) dan Ari Saputra Ramadhani (Sumbar) menempati urutan pertama dan kedua. Namun bagi Aceh, kehadiran Qaisal di final adalah kemenangan awal.

Ketua Kafilah Aceh, Dr. Misran Fuadi, menyebut capaian ini sebagai buah syukur sekaligus amanah. “Alhamdulillah, Kaligrafi Digital Aceh masuk final. Kita bangga, tetapi perjuangan belum selesai,” ujarnya.
Qaisal sendiri menundukkan hati, menjadikan tiket final sebagai motivasi. “Alhamdulillah, saya bersyukur. Hasil ini menjadi dorongan untuk tampil lebih baik lagi,” katanya.

Jumat (18/9), Auditorium Imam Barjo kembali akan dipenuhi cahaya. Dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, para finalis akan menorehkan ayat dengan seni digital. Di sanalah Qaisal Ridha akan kembali berdiri, membawa doa masyarakat Aceh, mengukir huruf demi huruf sebagai persembahan iman dan seni.
Final bukan sekadar kompetisi, ia adalah panggung doa. Kaligrafi digital menjadi jembatan antara ayat suci dan zaman modern. Qaisal Ridha kini berada di ambang sejarah, membawa nama Aceh ke gelanggang Qur’ani nasional. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda