Breaking News
Memuat breaking news...

‎QRT Kodaeral I Ungkap Pencurian Kabel Di Dermaga BNCT Belawan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 9.54 AM WIB
‎QRT Kodaeral I Ungkap Pencurian Kabel Di Dermaga BNCT Belawan
Delapan unit kabel reefer milik kapal kargo MV. Wan Hai 101 yang hilang disikat maling berhasil ditemukan kembali. Aksi pencurian terjadi saat kapal tersebut sandar di Dermaga B BNCT Belawan, Selasa (08/09/2026).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

‎BELAWAN (Waspada.id): Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Quick Response Team (QRT) bersama tim pengamanan Belawan New Container Terminal (BNCT) mengungkap kasus pencurian delapan unit kabel reefer milik kapal kargo MV. Wan Hai 101 yang bersandar di Dermaga B BNCT Belawan, Selasa (08/09/2026).

‎Pencurian diketahui sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan petugas jaga kapal (waker) dan mendekati lambung kapal dari arah laut menggunakan perahu motor untuk menghindari patroli darat. Petugas kemudian mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat, yakni B ,36, I ,29,. dan M ,36, semuanya warga kawasan Kampung Nelayan Seberang. Ketiganya masih dalam pencarian dan upaya penindakan lebih lanjut.

‎Dalam pengembangan kasus, petugas mengamankan barang bukti berupa kabel berbahan tembaga yang telah dipotong dan dibakar dari seorang penadah berinisial W. Sementara itu, pihak agen PT BBN telah mengganti seluruh material kabel yang hilang sehingga kondisi kapal dan kegiatan operasional tetap berjalan aman dan terkendali.

Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana SIP, MAP menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas pelayaran serta fasilitas pelabuhan di wilayah kerja Kodaeral I, khususnya kawasan perairan Belawan.

‎"Sebagai langkah pencegahan, Kodaeral I akan memperkuat patroli sisi laut (sea patrol) di alur pelayaran Belawan, terutama pada jam-jam rawan, serta berkoordinasi dengan KSOP Utama Belawan dan pihak terkait untuk mengevaluasi penerapan dan kepatuhan terhadap International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code," jelas Dan Kodaeral I.

Laksamana Muda Deny menambahkan, langkah tersebut diharapkan memperkuat sinergi pemangku kepentingan maritim dalam mencegah tindak pidana di kawasan pelabuhan dan perairan Belawan, sekaligus menjaga kepercayaan terhadap keamanan pelayaran di Selat Malaka. Upaya ini juga menjadi bagian dari pencegahan catatan negatif dalam pemantauan keamanan pelayaran internasional, termasuk oleh ReCAAP Information Sharing Centre (ISC) dan International Maritime Bureau (IMB).(id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement