Breaking News
Memuat breaking news...

Rabu Posko Polbangtan Kementan: Perkuat Kelembagaan Petani dan Inovasi Teknologi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 20 September 2026 - 9.48 AM WIB
Rabu Posko Polbangtan Kementan: Perkuat Kelembagaan Petani dan Inovasi Teknologi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

* Demi Pertanian Berkelanjutan dan Swasembada Pangan

MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani Laboratorium Penyuluhan Pertanian kembali menggelar kegiatan rutin Rabu Posko edisi kedua pada Rabu, 16 September 2026 di Aula BPP Model Kostratani Polbangtan Medan.

Mengusung tema “Memperkuat Kapasitas Kelembagaan Petani Mendukung Penerapan Pertanian Berkelanjutan dan Swasembada Pangan”, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk diseminasi inovasi, koordinasi, serta evaluasi kemajuan di bidang pertanian.

Rabu Posko hadir sebagai forum rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyebaran inovasi teknologi pertanian, tetapi juga menjadi model percontohan dalam memperkuat peran Kostratani sebagai pusat data, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, serta pusat jejaring kemitraan di bidang pertanian.

Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika Polbangtan Medan, dosen, pranata laboratorium pendidikan, tenaga harian lapangan, perwakilan mahasiswa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Deli Serdang dan kelompok tani di Kecamatan Sunggal, yang hadir secara luring maupun daring.

Kepala Laboratorium Penyuluhan Pertanian, Puji Wahyu Mulyani, menyampaikan bahwa agenda Rabu Posko mencakup pemaparan teknologi pertanian terbaru, strategi peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini direncanakan akan menjadi forum rutin setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi maupun praktisi, guna mendorong sinergi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional dan pertanian berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, hadir tiga narasumber yang memaparkan materi berharga bagi para peserta. Dwi Febrimeli memaparkan dinamika dan penguatan kelembagaan petani, Arie Hapsani Hasan Basri membahas pemanfaatan agens hayati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sedangkan Mawar Indah Perangin-angin memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit buah kakao dan sekam padi sebagai pupuk kompos tanaman pangan.

Para peserta yang terdiri dari penyuluh dan petani terlihat sangat antusias mengikuti paparan maupun sesi diskusi. Terdapat beberapa poin penting yang menjadi sorotan, antara lain pentingnya kepemimpinan dalam menggerakkan perubahan serta perlunya regenerasi dan kaderisasi pengurus agar kelompok tani dapat berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga mendapat wawasan berharga mengenai pengembangan agens hayati di lahan usaha tani guna mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta pemanfaatan pupuk kompos dari limbah organik yang terbukti dapat menekan biaya produksi pertanian.

Mahasiswa yang hadir pun tampak bersemangat dapat berinteraksi langsung dengan penyuluh dan petani, terlebih bagi mereka yang akan menyusun tugas akhir maupun mahasiswa tingkat akhir yang akan mempersiapkan magang tahun depan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut beliau, pertanian berkelanjutan dan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada kelembagaan petani yang kuat, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Pemetaan potensi dan penguatan kapasitas petani sejak dini adalah kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penyuluhan pertanian merupakan ujung tombak penyebaran inovasi teknologi ke tingkat lapangan. Kegiatan seperti Rabu Posko menjadi sangat penting karena menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat tani.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menyatakan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan pelaku usaha tani harus terus diperkuat. Mahasiswa perlu dibiasakan berinteraksi langsung dengan realitas di lapangan sejak awal, sehingga kelak setelah lulus tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga memahami permasalahan nyata di tingkat petani dan mampu memberikan solusi yang tepat guna.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, mengungkapkan bahwa Rabu Posko merupakan salah satu wujud komitmen institusi untuk terus berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui penguatan kapasitas penyuluhan di tingkat akar rumput.

Polbangtan Medan tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga berperan aktif dalam mendampingi petani melalui diseminasi teknologi dan inovasi, demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu mencapai swasembada pangan yang mandiri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara akademisi, penyuluh, dan petani semakin terjalin erat, sehingga setiap inovasi yang dihasilkan dapat segera diaplikasikan di lapangan, kelembagaan petani semakin kokoh, dan cita-cita mewujudkan pertanian berkelanjutan serta swasembada pangan nasional dapat tercapai bersama. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement